Feng May

Feng May
Episode 108


__ADS_3

Sedangkan Feng May sendiri telah sampai dilingkaran ke-8 tengah duduk bersila untuk menetralisir hawa membunuh yang akan membuat bulu kuduk seseorang dibawah peringkat suci berdiri dan merasakan tekanan yang luar biasa.


"Sepertinya yang bisa sampai dilingkaran ke-8 berada ditingkat suci atau mungkin seseorang yang memiliki pengalaman diatas tetua ke-10. Seharusnya hanya tetua pendiri dan kepala sekolah yang dapat sampai disini kecuali seseorang yang memiliki bakat alam yang alami dari berkat dewa," gumam Feng May dalam hati.


"Tapi apa mungkin ada seseorang yang mendapatkan bakat alam dari berkat dewa? Atau mungkin ia keturunan dari ras surgawi atau dunia atas," gumam Feng May. "Yah hanya itu kemungkinannya," gumamnya lagi.


Feng May menghirup udara dan kemudian menghembuskannya. Ia berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan menuju kelingkaran ke-9. Feng May sepat terhambat karena didalam lingkaran ke-9 terdapat ilusi membunuh dan nafsu membunuh yang sangat pekat.


"Hufh untungnya aku memiliki ketahanan dan mental yang lebih kuat dibandingkan manusia biasa," ucap Feng May. "Aneh lingkaran ini sama sekali tidak ada apa-apa selain saat akan memasukinya," ucap Feng May sambil mengamati sekitar.

__ADS_1


"Apakah tidak ada jebakan apa-apa disini?," gumam Feng May sambil melangkah maju. "Apa ini batas lingkaran akhirnya?," tanya Feng May saat melihat sebuah batas.


"Tidak!! ini adalah ilusi," ucap Feng May saat ia menyadari bahwa garis tersebut berbeda dengan garis-garis yang sebelumnya ia lewati. Feng May mengerahkan tenaga dalamnya dan mencari titik pusat dari ilusi tersebut dibuat.


"Ketemu," kata Feng May dan kemudian ia menyerang titik tersebut. Dan akhirnya ilusi tersebut pecah. "hufh hufh hufh sungguh melelahkan hanya untuk memecahkan ilusi ini aku menggunakan seperempat dari kekuatan ku. Sebaiknya aku istirahat setelah ini," ucap Feng May sambil mengatur nafasnya.


Feng May beristirahat ditempatnya dan kembali memulihkan tenaganya sebelum melanjutkan kelingkaran selanjutnya. "Aku akan melanjutkan pagi langkahku," ucap Feng May sambil berdiri dan melanjutkan langkahnya.


"Akhirnya aku memasuki lingkaran terakhir," ucap Feng May. Setelah Feng May memasuki lingkaran terakhir suasana dan lingkungan disekitarnya berubah. "Apa ini?," tanya Feng May heran. Ia mengamati sekitarnya.

__ADS_1


"Ini bukan ilusi, tapi aku masih berada didalam pagoda roh. Jika ini ilusi seharusnya tidak senyata ini," gumam Feng May yang heran dengan lingkungan disekitarnya yang tiba-tiba berubah 360° derajat.


"Apa jangan-jangan ini didalam dimensi ruang?," ucapnya. "Benar ini adalah dimensi ruang yang telah kami ciptakan," ucap seseorang. Feng May menoleh kebelakang dan mendapati 5 orang yang tengah berdiri di belakangnya.


"Siapa mereka aku sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan mereka," gumam Feng May dalam hati. "Kami adalah tetua pelindung akademi Utara ini," Ucap salah seorang dari mereka, seolah mengerti pertanyaan yang ada didalam pikiran Feng May.


"Salam kepada tetua pelindung! Ada urusan apa anda sekalian muncul dihadapan ku?," tanya Feng May. "Ahh lihatlah dia! Dia gadis kecil yang imut dan menggemaskan," 7cao seorang wanita diantaranya.


"Eh...," Feng May kaget. "Jangan membuatnya takut," ucap salah seorang diantara mereka. "Ahh tapi dia sangat menggemaskan! Adik kecil apa kau mau ikut dengan ku?," tanya wanita itu.

__ADS_1


"Ah maaf aku tidak bisa," jawab Feng May dan membuat wanita itu murung.


__ADS_2