Feng May

Feng May
Episode 25


__ADS_3

"May'er Ayo kembali kekediaman Feng sekarang." kata Feng Kai


Feng May menganggukan kepala dan berdiri kemudian berjalan keluar restoran kembali kekediaman keluarga Feng. Feng Mu, Feng Kai, dan Feng Zu berjalan disampingnya.


Mereka semua sangat mencolok, karena wajah mereka yang tidak asing dimata masyarakat ibukota Kerajaan Carta.


Dikediaman keluarga Feng...


"Haah.. akhirnya sampai juga. Aku sangat lelah mendapatkan tatapan dari orang-orang dipasar tadi." kata Feng Zu


Feng Kai hanya tersenyum sedangkan Feng Mu memukul keras kepala bagian belakangnya. Feng May terus berjalan menuju halaman kediamannya meninggalkan 3 tuan muda yang sedang didunia mereka sendiri.


"Sungguh dosa apa yang telah aku lakukan sampai memiliki seorang kakak dan sepupu idiot seperti kalian." katanya sambil menghela nafas panjang


Dihalaman depan kediamannya...


"Nona Feng apa yang anda lakukan disini. Mulai sekarang aku akan tinggal disini." kata Chu Shiya


Chu Shiya adalah keponakan dari ibunya. Ia sangat dimanja. Semua kemauannya harus dituruti. Dia seorang gadis yang bermuka 2.


"Siapa kau? Kau bukanlah anggota keluarga Feng." katanya dingin dengan tatapan membunuh


Gadis jatuh terduduk dan kemudian menangis tersedu-sedu.


"May'er apa yang kau lakukan? Dia adalah sepupumu!" teriak ibunya dari arah belakang


Feng May melirik kebelakang tanpa menoleh sedikitpun.


"May'er bantu sepupumu berdiri dan minta maaf padanya." katanya

__ADS_1


"Ibu..Ah maaf aku harus memanggil anda siapa? Nyonya? baiklah nyonya. Aku beritahu padamu. Dia menerobos kekamarku, kemudian ia ingin mengambil alih kediamanku. Menurutmu aku harus berkata apa? Oh silahkan begitu?." katanya


Ibunya terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan olehnya. Feng May menatap dengan pandangan dingin. Dia melihat ekspresi wajah ibunya yang terkejut dan gadis munafik itu masih menangis sambil terduduk.


Kemudian ayah dan saudara yang lainnya muncuk dan bertanya apa yang terjadi. Tidak ada yang menjawab. Mereka semua memandang kearah Feng May. Ia tidak berbicara apapun dan langsung menghilang begitu saja.


Mereka semua terkejut melihat Feng May menghilang tak diketahui jejaknya. Feng Mu mencari adiknya itu disekitar kediaman keluarga Feng. Sedangkan Feng San bertanya kepada pelayan dan pengawal, mereka menjawab bahwa Chu Shiya ingin menempati kediaman Feng May dan mengusirnya dari kediamannya.


Ia menghela nafas panjang dan berat. Kemudian berjalan keaula tetua untuk melaporkan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah selesai melaporkan. Ia kembali kekediamannya.


Didalam kediamannya ia mendapati istrinya tengah menangis. Ia bertanya kenapa menangis. Ia mengatakan bahwa Feng May mungkin membencinya. Ia mengatakan bahwa putrinya mungkin hanya menenangkan pikiran sejenak. Ia tidak mungkin membencinya. Ia adalah orang yang telah melahirkan Feng May.


Ujian Kerajaan Carta...


Kaisar dan para pangeran duduk dibangunan atas. Sedangkan para bangsawan menempati tempat yang telah disediakan oleh penyelenggara. Keluarga Feng menempati tempat disebelah kanan tempat duduk anggota Kerajaan. Sedangkan disebelah kiri ada anggota keluarga Rong.


Chu Ziyao tampak gelisah ia melihat kesekeliling dan tidak menemukan putrinya sama sekali.


"Benar..Apa yang dikatakan oleh Mumu. Tenanglah dan jernihkan pikiranmu." kata tetua pertama


"Semua orang yang hadir. Kalian memegang nomor yang akan dipanggil saat kalian akan menjalani ujian." kata Pembawa acara


Semua orang menatap dengan antusias. Semua peserta berada didekat arena, sedangkan penonton berada ditempat yang telah dirasa aman oleh pihak penyelenggara. Semua anggota bangsawan maupun pangeran yang ikut ujian berkumpul ditempat yang telah ditentukan.


"Ujian pertama adalah ujian kekuatan. Mereka yang telah berada diatas level 6 sampai level Master akan mengikuti ujian tahap selanjutnya. Jika ada yang melebihi maka dianggap telah lulus seleksi ujian." kata pembawa acara


Dibagian paling belakang dibawah pohon rindang. Ada seorang gadis yang memakai tudung kepala. Tengah duduk bersandar, sampai kemudian ada seseorang yang mendatanginya.


"Hai..Apa kau juga peserta ujian?" Tanya seorang gadis

__ADS_1


Feng May menganggukan kepalanya kemudian diam kembali tak berkutik.


"Ekhm..ekhm.. Namaku adalah Gu Shi." katanya.


Feng May hanya diam saja tak menjawab, merespon, ataupun meliriknya. Akhirnya gadis itu berpamitan padanya dan kemudian meninggalkannya sendirian.


Setelah itu sampailah gilirannya untuk ujian kekuatan. Ia segera menghilang dan langsung berada diatas panggung. Semua orang yang menonton berbisik-bisik. Mereka bertanya-tanya kapan gadis itu naik, dalam kedipan mata dia sudah berada diatas panggung.


Saat ujian kekuatan, tangannya menyentuh pilar dan pilar tersebut menunjukkan tingkatan kekuatan yang dimilikinya. Banyak yang kaget bahkan ada yang meremehkan mengatakan bahwa ia hanya berlagak saja. Banyak yang bertaruh bahwa ia akan kalah saat pertarungan pertama kali.


Setelah ujian kekuatan selesai dan ada sekitar 250 orang yang lolos seleksi. Ujian kedua adalah pertarungan. Dan yang masuk 100 besarlah yang akan mengikuti ujian 4 Kerajaan. Dan berkesempatan untuk masuk kedalam 5 akademi besar.


Nomor yang pertama kali bertarung adalah Feng May dengan Chu Shiya. Chu Shiya sudah berada ditingkatan 9. Ia meremehkan Feng May yang tidak diketahui identitasnya. Ia meminta Feng May agar mengaku kalah saja.


Feng May menatapnya dengan tatapan dingin yang tajam. Chu Shiya bergidik mendapati tatapan seperti itu. Feng May mengintimidasi jiwa Chu Shiya. Chu Shiya jatuh terduduk dan setelah hitungan ke-10 akhirnya pembawa acara menyatakan bahwa Feng May lah yang memenangkan pertandingan.


Sebelum Feng May turun. Ia dihadang oleh seorang pria. Pria itu dikenal sebagai penguasa medan. Karena ia memiliki medan yang bernama medan 1000 nyawa. Siapapun hang berada dibawah medannya. Maka nyawa orang itu ada digenggamannya.


Ia berkata bahwa ia ingin menantang gadis bertudung itu. Kaisar menyetujuinya, Ia penasaran seperti apa kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh gadis bertudung itu. Ia juga mengatakan bahwa siapapun bisa menantangnya.


Pria itu langsung menggunakan medan 1000 nyawa untuk mengintimidasi kekuatan jiwa Feng May. Feng May menatap tajam dan penuh hawa membunuh kearah pria itu. Ia sedikit merasa takut terhadap pandangan yang diberikan oleh Feng May.


Tak berapa lama, medan pria itu tertekan dengan medan milik Feng May. Medan yang dimiliki oleh Feng May adalah medan kematian. Pria itu merasa sangat takut bahkan ia sampai pingsan. Pembawa acara yang melihat hal itu membangunkan pria itu. Banyak orang yang tercengang melihat hal itu. Mereka semua bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh gadis itu, bahkan kaisar sendiri bingung.


Setelah pria itu bangun ia langsung berteriak menyerah.


"Aku menyerah...Aku menyerah.. Dewa Sura ampuni nyawaku." katanya sambil memohon


Banyak orang yang terkejut dengan hal tersebut. Mereka semua menantikan apa yang akan terjadi dipertandingan selanjutnya.

__ADS_1


"Dewa...Sura." gumam kaisar sembari menyipitkan matanya


__ADS_2