
Feng May membelah dirinya menjadi 2, salah satu tubuhnya berjalan kearah kanan. Dan dirinya berjalan lurus karena merasa penasaran dengan sungai yang dikatakan oleh BuBo.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau malah berjalan terus?" tanyanya
"Aku penasaran, Dan lagi aku juga menuju ketempat tanaman spirit itu tumbuhkan." katanya dengan tegas
ah..rasa penasaran yang kau miliki bisa membahayakan diriku juga tahu. pikir BuBo
Feng May terus berjalan kemudian ia berhenti tepat dipikir sungai yang airnya sangat bening sebening Kristal.
Air sungai tersebut sangat bening hingga terlihat dangkal. Feng May mengikuti aliran arus sungai sampai ia sampah disebuah paviliun yang berada ditengah danau yang berada disebelah kanan sungai tersebut.
Disekitar tempat itu terdapat tumbuhan bunga-bunga yang indah berwarna-warni. Didalam pavilium itu ada seorang pria yang tengah memainkan sebuah sitar. Lantunan musiknya yang indah, halus, dan menenangkan lah yang membuat Feng May melangkah kearah tempat tersebut.
Ia memejamkan matanya menikmati setiap lantunan musik yang dimainkan oleh pemuda itu.
Pemuda itu merasa ada orang lain selain dia ditempat ini, maka ia menghentikan permainannya. Feng May yang masih memejamkan matanya tak luput dari pandangan yang diedarkan oleh pemilik pupil mata berwarna hitam itu.
Setelah beberapa saat telinga Feng May tidak menangkap satupun suara ia membuka matanya perlahan dan menatap pemuda yang sedang duduk dengan santai di tempatnya.
Untuk sesaat tatapan mereka terkunci satu sama lain. Mereka saling pandang, bahkan tanpa berkedip sekalipun.
Keheningan menghampiri mereka berdua, sampai Feng May membuka suara.
"Ah Apa yang anda lakukan disini?" tanyanya memecah keheningan
"pufh..hihi seharusnya akulah yang menanyakan pertanyaan tersebut nona."
Feng May tersenyum kikuk sambil menggaruk bagian belakang kepala dan tengkuknya yang tidak gatal. Ia bahkan tidak memandang mata pemuda asing tersebut.
"Aku disini hanya mengagumi pemandangan yang ada disekitar. Lalu apa yang anda lakukan disini? Dan siapa anda?" tanya sambil tersenyum kearah Feng May
"Ah aku disini mencari Goldsquape. Namaku Feng May."
Pemuda itu terlihat mengerutkan dahinya sampai kedua alisnya bertaut, Ia juga memiringkan kepalanya sambil menatap Feng May heran.
__ADS_1
"Bukankah itu hanya rumput biasa hanya warnanya saja yang berbeda dengan rumput lainnya."
*Apa yang dikatakan oleh pemuda itu benar?
Iya, namun yang kita cari adalah rumput Goldsquape yang berevolusi. Karena itulah tanaman itu dijaga dengan ketat oleh binatang buas*. katanya buru-buru menjelaskan mengetahui sifat Feng May yang bar-bar nya kelewatan
Feng May hanya manggut-manggut mengerti kemudian ia memandang kearah pemuda asing itu dan mencari-cari alasan.
"Kakak ipar dari temanku ingin melihat rumput Goldsquape. Anda tahukan bahwa rumput itu hanya tumbuh didanau emas ini."
Pemuda itu terlihat manggut-manggut mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh Feng May.
Sebelum pemuda asing itu ingin membuka suara lagi tiba-tiba...
"Aunghh..."
Feng May terkejut mendengar suara auman tersebut. Ia menoleh dan buru-buru berlari keasal suara tersebut. Ia ingat bahwa tempat auman singa tersebut berasal adalah tempat berkumpul nya orang-orang yang bersamanya tadi.
Sesampainya diluar Goa...
Singa api bertanduk adalah hewan beast yang memiliki serangan beratribut api dan bertahanan yang luar biasa dari apinya tersebut. Cakarnya juga sangat berbahaya, jika bukan seorang pendekar yang beratribrut berlawanan atau yang sama maka Akan lebih cepat mati hanya dengan 3 atau 4 serangan.
Feng May segera berlari kearah Liu Zi, ia membuat perisai dari tanah. Tubuhnya yang dimiliki cukup unik, yaitu ia dapat mempelajari semua jenis atribut dan tubuhnya akan baik-baik saja, bahkan akan lebih kuat.
Singa api yang melihat bahwa serangan dihalau oleh seseorang membuka suara agar orang tersebut tidak mengganggunya
Feng May menatapnya dengan tatapan tajam bahkan disertai hawa membunuh.
Singa api hendak mengeluarkan serangan selanjutnya yaitu semburan api level 5 kearahnya.
Feng May segera mempersiapkan perisai api dari kekuatan Phoenix untuk melindunginya dan orang-orang disekitarnya.
"**hmm..kau memiliki kekuatan api dari burung surgawi. Siapa kau gadis kecil?"
"Kau tidak perlu tahu!"
"Dasar gadis kecil yang arogan."
__ADS_1
"Hahahaha arogan. Hei singa bodoh kau mengatakan aku arogan lalu bagaimana denganmu yang lemah namun sok-sok an ingin membunuh mereka semua**." katanya dengan tatapan mengejek
heh jangan memprovokasi singa api bertanduk itu, kau akan membahayakan kami semua. Lihatlah ada seorang pria tampan yang sedang terluka dibelakang mu, sebaiknya kau obati dulu pria itu.
Feng May melihat kebelakangnya dan menatap Liu Zi yang tengah dibopong oleh tuannya dan salah seorang temannya.
Singa api sangat geram mendengar kata-kata Feng May yang menghinanya dengan mengatakan bahwa ia lemah.
Feng May melihat kearah singa api dan ia mendapati tatapan marah yang sangat kentara dari kedua mata singa api bertanduk itu.
"Hei! apakah kau dapat memberi ku waktu untuk mengobati luka-luka pria itu?"
Singa api menatap kearah Feng May kemudian kearah pria bernama Liu Zi secara bergantian. Akhirnya ia menganggukan kepalanya.
"Aku akan memberimu waktu, dan aku juga akan menyiapkan jurus nafas api untuk menghadapimu."
Feng May hanya menganggukan kepalanya, kemudian ia memandang kearah pemuda asing yang mengikutinya tadi. Ia memanggil pemuda itu. Pria itu datang menghampirinya
"Tolong obati dia."
Pri asing itu menaruh sitarnya dan kemudian mendekati Liu Zi dan mengerahkan kekuatannya untuk mengobati luka-luka pria itu.
Ia kemudian menyiapkan jurusnya yang lain yaitu jurus nafas api. Jurus dapat membuat seseorang yang berada disekitar tempat ia menghembuskan akan mati dengan organ dalamnya hangus terbakar.
*heh BuBo bagaimana menurutmu mengahdapi jurus dari singa api bertanduk itu
cobalah acak memorimu, mungkin kau akan menemukan sebuah jurus yang dapat mengimbangi jurus nafas api atau mungkin yang dapat menekan kekuatan api milik singa api bertanduk itu*.
Feng May pun berusaha mengacak memorinya selama beberapa saat sebelum singa api melontarkan jurusnya. Akhirnya ia menemukan jurus yang dapat menekan kekuatan api milik singa api yaitu jurus hawa es.
Didalam jurus hawa es terdapat sekitar 10 tahapan. Ia kemudian mengetahui bahwa jurus tersebut dapat menjadi sangat sempurna bahkan dapat disederhanakan. Feng May berusaha memahami maksud dari kata-kata yang berada di akhir jurus tersebut.
Jurus ini dapat disederhanakan dan juga akan menjadi sangat sempurna bila dipelajari dengan baik-baik.
Selama 15 menit memahami kata-kata tersebut mulai mempelajari tahapan-tahapan dalam jurus tersebut. Ia menyederhanakan jurus tersebut menjadi 6 tahapan.
Ia mulai melihat tahapan yang ada didalam jurus hawa es. Pada tahap pertama sampai ke-3 ia berhasil memahaminya dengan mudah.
__ADS_1