Feng May

Feng May
Episode 55


__ADS_3

"Berarti aku harus mulai menganalisis dan memahami 2 aturan sebelumnya," gumamnya lirih.


Ia kembali mengamati dan menghubungkan setiap hukum dari level 1 dan 2 kemudian 3. Ia terus berkonsentrasi sampai ia benar-benar memahami hukum tersebut. Setelah 30 menit obselick hukum cahaya tersebut menghilang, terdapat sebuah kotak kayu. "Apa itu hadiah saat sudah menyelesaikan ujian dari menara talenta ini?," gumamnya sambil berjalan mendekati kotak kayu tersebut. Ia membukanya dan didalamnya berisi sebuah kristal magis.


"Ini bukankah kristal magis milik hewan beast magis. Hewan magis tipe apa ini apa mungkin tipe cahaya?," gumamnya bertanya-tanya. "Benar ternyata ini kristal magis tipe cahaya dari hewan magis surgawi," katanya.


Ia mendudukkan tubuhnya dan langsung menyerap hawa kekuatan hewan magis tersebut. Kekuatan spiritualnya meningkat drastis. Ia membuka matanya "Kenapa aku belum dapat naik ketingkat senior. Padahal aku sudah menghabiskan hawa spiritual didalam kristal magis ini?," pikirnya bingung.


"Itu karena kau belum melewati ujian malapetaka," sontak saja Feng May menoleh kearah sumber suara yang mengangetkannya tersebut. "kau apa yang kau lakukan disini? masih mengangetkan ku pula," katanya kesal karena BuBo datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Hehehe maafkan aku. Oh ya aku sudah ingat dengan namaku dan namaku bukan BuBo," katanya. "Siapa namamu?," tanyanya tanpa memandang ke arah bubo. "Emm namaku adalah Zu An," katanya.


"oh,"


"Hah hanya oh kau bilang,"


"lalu aku harus bilang apa hah?," katanya kesal "Apa aku harus bilang "Ah namamu bagus sekali sangat cocok dengan wajah tampan mu itu" (katanya sambil aegyo) begitu" katanya ketus.


"Cih," gadis itu mendecih kemudian pergi berlalu meninggalkan Zu An didalam menara. "Apa menara ini akan naik tingkat seiring peningkatan kekuatanku?," tanyanya pada Zu An dan dibalas anggukan kepala oleh pemuda itu.

__ADS_1


Kemudian Feng May memikirkan kamarnya, ia pun segera kembali kedalam kamarnya. "Sepertinya sudah pagi, pasti setelah ini Jin Yuan akan mengomel karena aku terlambat. Dia lebih cerewet dibandingkan ibuku," gumamnya sambil berjalan keluar kamarnya dan menuju kebelakang gunung untuk berlatih kekuatan fisik.


Saat Feng May telah sampai di belakang gunug ia melihat Jin Yuan sedang berlari mengelilingi sebuah lapangan dengan membawa batu "Sepertinya ia membawa 20 kg beban dipundaknya," pikirnya. "Semangat Yuan'er," teriaknya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum ceria kearah Jin Yuan.


Jin Yuan yang mendengar suaranya terlihat guratan kesal diwajahnya. "Wah sepertinya ia akan mengomel panjang kali lebar ni," pikir Feng May sambil menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya.


"Jam berapa sekarang hah?! bukankah sudah kukatakan bahwa kita akan berlatih olah fisik saat pukul 3 pagi kenapa sekarang kau baru datang hah?! Kau membuatku menunggu selama 2 jam sambil melakukan pemanasan aku bahkan masih berlari kecil sambil memandangi jalan arah rumah. Dan ini sudah jam 10 dan kau baru bangun! Apa saja yang kau lakukan kemaren malam hah sampai telat bangun? Aku akan menghukum mu dengan berlarih mengelilingi gunug sampai sore nanti dengan membawa beban sebanyak 15 kg," katanya tanpa jeda.


Feng May masih berdiam diri, setelah memastikan bahwa Jin Yuan telah selesai berbicara ia membuka telinganya. Ia nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal. "Kenapa kau diam saja cepat kerjakan perintahku!," perintah. "Ah baik," jawabnya cepat dan langsung mengambil keranjang berisi batu.

__ADS_1


"Hey lakukan pemanasan dulu kau mau tulang kakimu patah ya?!," teriaknya saat melihat Feng May akan mengangkat keranjang berisi batu. Gadis itu hanya nyengir kuda kemudian melakukan pemanasan selama 5 menit.


__ADS_2