Feng May

Feng May
Episode 121


__ADS_3

"Ada apa?" tanya Feng May mengejutkan perdana menteri Jia.


"Ah! maaf yang mulia karena sebelumnya saya melamun!" ucap perdana menteri Jia.


"hmm," Feng May hanya berdeham menjawab ucapan perdana menteri Jia.


"Ada apa?" Feng May mengulang kembali pertanyaannya.


"Ah! begini yang mulia! saya mendapatkan laporan bahwa disisi barat kerajaan tengah terjadi bencana alam. Sisi barat kerajaan tergenang banjir, dan wali kota tempat tersebut tengah meminta bantuan kepada pemerintah pusat," ucap perdana menteri Jia.


"Apakah tidak ada bantuan dari pemerintah pusat selama ini?" tanya Feng May.


"Seharusnya selalu ada dan kemungkinan sudah sampai kesana! terlebih lagi pemerintah pusat mengirimkan setiap bulannya kesetiap daerah yang terkena bencana alam tersebut," ungkap perdana menteri Jia.


"Kalau begitu nanti aku akan pergi kesana dan sekaligus menyelidiki apa yang terjadi dengan bantuan yang seharusnya sudah dikirimkan ke daerah bencana alam tersebut!" ungkap Feng May.


"Tapi yang mulia bukankah tidak baik jika anda pergi disaat keadaan tengah gawat disini!" ungkap perdana menteri Jia.


"Aku punya cara ku sendirian!" ucap Feng May.


"Jika tidak ada yang ingin kau laporkan, keluarlah!" ucap Feng May.

__ADS_1


Perdana menteri Jia membungkukkan tubuhnya dan memberi hormat kepada Feng May.


"Saya permisi yang mulia ratu!" ucap perdana menteri Jia kemudian berbalik dan keluar dari ruang belajar Feng May.


Tidak lama setelah perdana menteri Jia keluar, perdana menteri Hu menghadap kepada Feng May.


"Hah! ada apa?" tanya Feng May tanpa memandang kearah perdana menteri Hu.


"Yang mulia keadaan sedang gawat dan juga diistana Phoenix sama sekali tidak ada selir untuk anda!" ucap perdana menteri Hu.


Feng May menatap kearah perdana menteri Hu.


"Yang mulia jika anda mengambil selir setidaknya bangsawan kerajaan akan mendukung yang mulia sepenuhnya! Mereka juga pasti akan ada digaris terdepan untuk melindungi nyawa anda!" jelas Perdana menteri Hu.


Feng May menghela nafas panjang dan menatap kearah perdana menteri Hu.


"Aku sedang tidak ingin mengangkat selir! aku sendiri masih mampu untuk melindungi seluruh isi kerajaan Phoenix," ucap Feng May.


"Yang mulia seluruh raja atau ratu dikerajaan lain maupun raja dan ratu kerajaan Phoenix terdahulu memiliki minimal 5 orang selir!" ucap perdana menteri Hu.


"Itu kan raja dan ratu terdahulu bukan aku!" ucap Feng May.

__ADS_1


"Tapi...," ucapan perdana menteri Hu dihentikan oleh gerakan tangan Feng May.


"Aku sedang memikirkan tentang perang ini! dan aku tidak berniat untuk mengambil selir sama sekali!" ucap Feng May.


"Lalu siapa yang akan menjadi suami anda?" tanya perdana menteri Hu.


"Nanti akan aku pikirkan!" jawab Feng May.


Perdana menteri Hu menghela nafas panjang kemudian membungkukkan badannya memberi hormat kepada Feng May.


"Kalau begitu saya permisi dulu yang mulia ratu!" ucapnya kemudian berbalik dan keluar dari ruang belajar Feng May.


"Haaah! ada-ada saja cara untuk seluruh bangsawan kerajaan mengambil keuntungan saat perang masih berkibar seperti ini!" ucap Feng May.


"Ada apa yang mulia?" tanya pengawal pribadi Feng May.


Feng May menatapnya kemudian menghela nafas panjang.


"Tidak apa-apa! apa tidak ada pelayan sampai kau sendiri yang mengantarkan minum untuk ku?" tanya Feng May.


"Aku yang meminta nampan ini kepada mereka!" ucap pengawal pribadi Feng May tersebut.

__ADS_1


__ADS_2