
Feng May mengangkat tangannya dan membekukan api Nirvana. Seketika macan es dan laba-laba api dibuat tercengang oleh peristiwa tersebut. Pasalnya api Nirvana tidak akan pernah padam kecuali ada seseorang yang memiliki elemen api hitam atau api yang lebih kuat dari api Nirvana.
"Siapa sebenarnya gadis manusia itu?," gumam macan es surgawi dalam hati bertanya-tanya. "Sepertinya gadis ini tidak hanya memiliki 1 elemen," gumam laba-laba api Nirvana.
Feng May menghancurkan api Nirvana yang telah dibekukannya. "Apa kau masih ingin melawan ku hah?!," tanya Feng May dengan pandangan mengerikan serta hawa membunuhnya yang membuat ciut nyali seseorang.
"Kali ini aku akan melepasmu bocah tapi dilain kesempatan aku akan langsung menghabisi mu," kata laba-laba api Nirvana tersebut sambil berlalu pergi menjauh dari hadapan Feng May dengan cepat. Feng May hanya menatap kearah laba-laba tersebut dengan datar.
Kemudian pandangan Feng May beralih menatap kearah macan es surgawi. "Terima kasih sudah menolongku," ucap macan es surgawi sambil menundukkan kepalanya sebagai ungkapan terima kasih yang tulus.
__ADS_1
"Tidak masalah dan juga terima kasih karena tadi sempat menolongku dengan menghadang api Nirvana," kata Feng May. "Apa kau terluka?," tanyanya kemudian. "Tidak nona saya baik-baik saja," jawab macan es surgawi. Feng May hanya manggut-manggut mengerti.
"Kalau begitu aku pamit untuk melanjutkan perjalanan ku," kata Feng May. "Anda akan kemana?," tanya macan es surgawi. "Aku akan pergi ke istana 9 es," kata Feng May. Macan es tersebut terkejut "Ada urusan apa anda datang keistana 9 es?," tanyanya kemudian.
"Aku menyusul ibuku dan berniat membawa kembali beliau kembali kekediaman keluarga Feng," jawab Feng May. "Kalau begitu berangkatlah dengan saya. Saya juga ingin pergi keistana 9 es," kata macam es surgawi. Feng May menatap kearah macan es tersebut.
"Aku berniat berlatih dan meningkatkan kekuatan ku sampai tingkat dewa atau suci terlebih dahulu. Jadi aku harus menghadapi situasi hidup dan mati lebih dulu kemudian menghadapi malapetaka ke-2 ku," kata Feng May. "Baiklah jika memang itu adalah keinginan mu," kata macan es.
Akhirnya Feng May memilih untuk berhenti dipinggir sungai dan beristirahat dibawah pohon besar yang rindang.
__ADS_1
Keesokan harinya...
Feng May terbangun dari tidurnya dan ia berdiri sambil merenggangkan otot-ototnya. Saat ia menghirup udara segar disekitarnya, tanpa sengaja ekor matanya melihat seseorang ditepi sungai sedang mengambil air.
"Sepertinya ada orang lain disini selain aku," gumam Feng May. "Sebaiknya aku menghampiri mereka," katanya sambil kakinya berjalan menghampiri kearah orang-orang yang tengah duduk santai dipinggiran sungai.
"Kita harus segera kembali secepatnya setelah berhasil menemukan teratai api merah," teriak seseorang. Feng May hanya memperhatikan dari kejauhan. "Mereka mencari api teratai merah," gumam Feng May.
Kemudian Feng May berjalan menjauh, ia tidak jadi mendekat karena melihat sepertinya orang-orang yang sulit didekati. Feng May melanjutkan perjalanannya, sampai ia bertemu dengan seorang wanita yang memiliki aura dingin disekitarnya.
__ADS_1
"Sepertinya ia salah satu anggota istana 9 es," gumam Feng May.