Feng May

Feng May
Episode 31


__ADS_3

Feng May memandang kearah suara pria itu. Selama beberapa saat mereka berdua bertatapan.


"Dimana ini, Seingatku aku ada di depan pintu goa." katanya


"Kau berada dikediaman ku nona. Apa kau lupa siapa aku?" katanya sambil menyunggingkan senyum.


Feng May berfikir selama beberapa saat, sampai kemudian....


"Ah...." teriaknya sambil mendongakkan kepalanya dan juga tersenyum


"Tidak." katanya kemudian melorotkan bahunya dan menatap pemuda itu datar.


"pufh..hihahahaha..." pemuda itu tertawa dengan kencang.


Seisi kediaman terkejut mendengarkan tawa pemuda yang menjadi tuan mereka tersebut. Bahkan pengawalnya yang berada disampingnya dibuat melongo melihat pemandangan tersebut.


"Ah..maàf maaf. Aku minta maaf. Baiklah kalau begitu kita ulangi lagi perkenalan Kita." katanya masih dengan menahan tawa


Namaku adalah Shangguan Yujing. Aku orang yang anda tolong saat itu." katanya


"Sepertinya kita memang belum melakukan perkenalan apapun. Dan ini pertama kalinya anda memperkenalkan diri." katanya datar


"Nona saya Liu Zi, saya pengawal tuan muda Shangguan. Saya berterimah kasih karena nona telah menyelamatkan saya dari serangan singa api."


Feng May manggut-manggut. Kemudian ia menatap kearah kedua pria tersebut


"Dimana pria yang mengobati luka-luka mu saat itu" tanyanya sambil celingukkan


"Dia kembali kekediamannya yang berada didaerah ini juga. Dia adalah tuan muda Shi." katanya menjelaskan


Feng May hanya manggut-manggut mengerti.


"Kurasa lukaku sudah membaik. Jadi aku akan kembali sekarang. Ah apa tempat ini adalah Kota Daun Merah."


"Benar, Apa anda menjadi peserta dari pertandingan 4 Kerajaan**?"


Feng May menganggukan kepalanya perlahan.


"Kalau begitu kita pergi sekarang saja kearena pertandingan. Mari nona." ajaknya


Feng May segera bangkit dari tempat tidur tersebut. Dengan cepat ia segera menyusul langkah tuan muda Shangguan.


Mereka bertiga menaiki kereta kuda untuk menuju kearah pertandingan berlangsung.


Selama 30 menit perjalan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dengan selamat sentosa.

__ADS_1


"Terimah kasih tuan telah mengantar saya, Kalau begitu saya pergi lebih dulu." pamitnya


Apa pecahan jiwamu sudah kembali? tanya BuBo


Sudah, mungkin. Aku akan mengeceknya dulu.


Feng May memfokuskan dirinya mencari pecahan jiwanya. Setelah memastikan bahwa pecahan jiwanya telah kembali, ia memberitahu BuBo tentang rumput Goldsquape.


Mungkin rumput itu telah melebur bersamaan dengan kembalinya pecahan jiwamu.


Feng May menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia melihat kesekeliling arena yang dikhususkan untuk peserta pertandingan.


"Pertandingan ini dimenangkan oleh Luo Shi gadis yang mendapatkan julukan kupu-kupu malam."


"Pertandingan selanjutnya akan dimainkan oleh Feng Kai dengan Xiao He"


Semua orang bertepuk tangan menyambut pertandingan selanjutnya. Feng May hanya menatap pertandingan tersebut dengan tatapan tajam, seolah-olah tidak ingin melewatkan pertandingan tersebut.


"Tuan Feng apa tidak sebaiknya anda menyerah saja. Saya lebih kuat 2 tingkat dengan anda." katanya menyombongkan diri


"Didalam kamus saya tidak ada kata takut. Jika memang anda lebih kuat maka buktikanlah." katanya dengan tenang


Pemuda itu menyunggingkan senyum dingin yang membuat bulu kuduk siapapun berdiri.


Pemuda itu menyimpan hawa membunuh yang luar biasa kuat. Auranya sangat menakutkan. pikir Feng May


Sedangkan Feng Kai menguasai hukum emas dan tanah lapis ke-4. Ia menggantungkan kedua hukum yang ia pelajari dengan baik. Ia melindungi dirinya dengan hukum yang telah ia ciptakan.


"Tuan muda Feng apa anda hanya akan mengandalkan hukum lapis ke-4 anda. Saya kira anda akan menyerang saya, atau langsung menghadang pisau angin tersebut."


Feng Kai terlihat menyunggingkan senyum tipis. Ia menatap tajam kearah Xiao Hei. Dia mengeluarkan pedangnya.



Feng May mengernyitkan dahi untuk menatap dan mengingat-ingat pedang itu.


Ah itukan pedang lily merah milik tetua ke-4. pikir Feng May ingat dengan pedang yang dibawa oleh Feng Kai.


Feng Kai menggerakkan pedangnya dengan 5 kali tebasan dan berhasil membuat pisau angin milik Xiao Hei hancur. Feng Kai bergerak dengan secepat kilat, ia mengarahkan pedangnya keleher lawannya.


"Ah..ak..aku..aku menyerah.." katanya sambil gemetar dan mengangkat tangan kanannya.


"Pertandingan ini dimenangkan oleh Feng Kai dari Kerajaan Carta."


Feng May menghela nafas lega. Ia berfikir bahwa Feng Kai mungkin saja akan membunuh lawannya, namun ternyata ia hanya mengarahkan pedangnya keleher lawannya. Dan ia hanya berusaha menakut-nakuti lawannya.

__ADS_1


"Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pertandingan antara Chu Shiya dengan pembela diri independent yaitu Shao Yu."


Kedua orang tersebut langsung memasuki arena pertandingan.


Shao Yu adalah gadis yang bertalenta ia memiliki sebuah seruling yang dapat melancarkan sihir ilusi dengan memunculkan ketakutan dari hati terdalam lawannya.


"menurutmu siapa yang akan menang diantara kedua gadis itu?" tanya salah satu peserta pertandingan


"Hmmm mungkin Shao Yu, kau tahu dia memiliki sebuah seruling sihir yang dapat menciptakan ilusi dari ketakutan hati lawannya."


Orang itu terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan dari temannya tersebut. Dan mereka pun kembali memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung.


Chu Shiya memanggil hewan beastnya yaitu kelinci salju, sedangkan gadis bernama Shao Yu memanggil ular hijau beratribut es. Kedua gadis itu sama-sama beratribut es.


Akan tetapi ular hijau milik Shao Yu memiliki bisa yang dapat menyebar jika digabungkan dengan es. Bahkan mungkin semua orang akan terkena dampaknya.


Pertarungan terus dilanjutkan 30 menit, 60 menit dan ini telah 2 jam, sedangkan mereka berdua belum diketahui menang dan kala.


Sampai akhirnya pada menit ke-30 mereka sama-sama menggunakan jurus pamungkasnya. Chu Shiya menggunakan jurus es pengukung dan Shao Yu menggunakan serulingnya.


Selama pertempuran mereka sama-sama kuat dan saling mematahkan serangan lawan. Sampai pada menit ke-40 juri pun menghentikan pertandingan dan menyatakan bahwa mereka berdua seri.


"**Karena pertandingan kedua gadis itu dinyatakan seri maka mereka lolos kedalam pertandingan selanjutnya."


"Baiklah pertandingan selanjutnya adalah Feng May dengan gadis pedang ganda**."


Hah cepat sekali sudah diriku yang sudah harus bertanding.


Kedua peserta pun memasuki arena pertarungan. Mereka berdua saling berhadapan


"Menyerahkan kau tidak akan mampu mengalahkan ku. Apalagi kekuatanmu jauh dibawahku."


Feng May hanya diam saja, ia bahkan menatap tajam kearah lawannya sambil tersenyum dingin yang aneh.


"**Nona semua lawanku tidak ada yang menang ataupun seri denganku. Jadi dipastikan kaulah yang akan keluar dari arena. Kau tinggal pilih igin nyawaku yang terancam atau hanya ragamu saja yang terluka."


"Hmm...dasar sombong aku akan membungkan mulut busukmu**."


Gadis pedang ganda tersebut langsung menyerang menggunakan tangan kosong untuk menghadapi Feng May. Feng May menangkap pukulan dari gadis itu dan memelintir tangannya kebelakang.


Gadis menggunakan tenaga dalam untuk lepas dari cengkraman tangannya. Feng May menatapnya dengan tajam kemudian tersenyum.


Ia terus maju selangkah demi selangkah sedangkan gadis itu mundur selangkah demi selangkah. Sampai akhirnya mereka berdua berada ditepi arena pertandingan.


Feng May menatapnya dengan tatapan membunuh seolah ia menghakimi jiwa gadis tersebut.

__ADS_1


"Enyah dari hadapanku." katanya dengan pandangan tajam menusuk jantung


__ADS_2