Feng May

Feng May
Episode 110


__ADS_3

"Hey nak apa kau tidak bisa berbicara dengan lembut kepada orang tua ini," kata salah seorang dari mereka.


"Jadi kalian mengakui kalau kalian memang tua," ucap Feng May yang menjadi pukulan ke-2 untuk mereka ber-5.


"Ehm ehm kita kembali ke topik awal kita yang ingin membahas tentang penurunan warisan kita kepada murid murid yang berhasil sampai disini," ucap salah seorang.


"Iya iya benar,"


"Hem kita kembali ketopik awal," yang kai9ikut menimpali.


Feng May hanya menatap mereka. "Apa kalian akan menurunkan kemampuan kalian padaku?," tanya Feng May. Dan ke-5 orang itu menganggukan kepala mereka serempak.


"Aku tidak berminat," ucap Feng May. Mereka mengerjap-ngerjapkan mata beberapa kali mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Feng May.


"Bisakah kau ulangi lagi kata-kata mu," ucap salah satu dari mereka.


"Aku tidak berminat! Tapi aku bisa merekomendasikan seseorang kepada kalian," ucap Feng May.


"Memangnya siapa saja yang pantas?," tanya salah satu dari mereka.


"Tunjukkan semua daftar murid yang kalian miliki padaku," ucap Feng May.

__ADS_1


Mereka menunjukkan lembaran-lembaran yang berisi data dari semua siswa.


"Ini semua data yang kami miliki," ucap ketua mereka.


Feng May meneliti satu persatu dan kemudian memisahkan 10 orang yang mungkin dianggap sampah oleh semua orang dipihak akademi.


"Mereka semua adalah orang-orang yang memiliki bakat langkah yang bahkan belum tentu muncul di 100.000 tahun," jelas Feng May sambil memberikan 10 lembaran identitas siswa kepada mereka.


"Apa yang mereka miliki?," tanya wanita itu.


"Lihatlah dengan menggunakan kekuatan spirit kalian," ucap Feng May.


Mereka ber-5 mengikuti perintah Feng May. Dan mereka melihat bakat yang sangat langkah diantara 10 orang tersebut.


"Jika kita memilih mereka tidakkah mereka akan menjadi sombong?," tanyanya salah satu dari mereka.


"Siapa yang meminta kalian langsung menunjuk mereka sebagai pewaris," ucap Feng May.


"Lalu?" tanya mereka bersamaan.


"Kalian sudah tua kenapa malah tambah bodoh sih? Kalian kan bisa menguji mereka sampai seluruh isi akademi mengakui kemampuan mereka tersebut," jelas Feng May.

__ADS_1


"Ohh," ucap mereka ber-oh ria.


"Lalu bagaimana kita bisa menemui mereka?," tanya ketua mereka dan diangguki oleh yang lainnya.


Feng May menepuk jidatnya. "Kalian bodoh sekali. Bagaimana bisa Dewa membuat orang sebodoh kalian bahkan bayi jauh lebih pintar dari kalian," ucap Feng May kejam.


"Kami kan tidak tahu bagaimana dunia diluar pagoda roh ini," ucap salah satu dari mereka.


"Apa kalian juga tidak bisa memberikan pesan atau sebuah buku dengan sebuah rekontruksi jiwa kalian kepada orang-orang yang kalian pilih tersebut," ucap Feng May.


"Oh iya. Hehe kami lupa akan hal itu," jawab mereka cengengesan.


"Aku tidak tahu bagaimana bisa kalian menjadi tetua pelindung akademi sekaligus kekaisaran dengan IQ dibawah rata-rata begitu," ucap Feng May dengan kejam.


"Aduh mulutmu ini pedas dan kejam ya," ucap salah satu dari mereka.


"Bakat ku dari lahir kan memang menghina seseorang dengan menggunakan mulut ku yang pedas ini," jawab Feng May acuh.


"Aduh kita benar-benar tidak bisa menang dari dia ya," ucap salah satu dari mereka.


"Benar-benar," jawab yang lainnya Dan sisanya menganggukkan kepala setuju.

__ADS_1


__ADS_2