
Seperti dugaan Feng May, sekarang sersan iblis itu tengah menuju ke arah panglima besarnya yang sibuk bertarung dengan orang kepercayaan nya. Dan tanpa di duga dia menusukkan pedangnya kedada panglima besarnya.
Feng May menutup mulutnya menggunakan dengan ekspresi terkejut yang sangat natural "dia telah melakukan dosa besar dengan membunuh panglima tertinggi dan menyebabkan kerugian besar pada pasukan iblis!" ucap Feng May setengah berteriak.
Prajurit iblis yang ada di sisi kanan kiri Feng May menatap tajam kearah sersan 2 yang tengah menebas kepala panglima tertinggi mereka "Apa yang kau lakukan sersan ke-2? kita sama-sama dari ras iblis dan memiliki sumpah setia pada kaisar dan raja kaisar, Kita adalah saudara! dan kau berani-beraninya membunuh rekan kita di hadapan seluruh pasukan kita!" teriaknya.
"aih.. Jika dia adalah rekanku aku akan langsung membunuhnya! karena dia sudah membunuh panglima tersebut itu artinya dia sudah melakukan kejahatan besar!" ucap Feng May.
"Itu benar sersan pertama! sersan ke-2 sudah membunuh panglima tertinggi yang artinya dia sudah melakukan pengkhianatan dan berpihak pada musuh!" teriak salah seorang prajurit.
"Benar! Bahkan aku ragu jika pasukan yang di pimpin oleh sersan ke-2 berpihak pada kita dan bukan pada musuh!" teriak prajurit lainnya yang merupakan orang kepercayaan Feng May.
__ADS_1
"Sersan kita habisi dan penjahat itu dan memajang kepalanya di depan gerbang agar tidak ada lagi orang yang berani berkhianat atau mereka akan berakhir dengan mati!" teriak salah seorang prajurit.
Akhirnya dengan bujukan banyak pasukan sersan pertama dan ke-3 bekerja sama untuk menghadapi pasukan sersan ke-2 mereka bertarung sebagai sesama pasukan iblis dan rekan seperjuangan.
"Kalian habisi pasukan iblis itu!" perintah Feng May yang langsung Ck turuti oleh anak buahnya.
Gadis itu duduk di pinggir dekat dengan pohon rindang sambil memakan cemilan, dia begitu bahagia melihat peperangan secara live.
"Ah kalau tahu semudah ini seharusnya dari awal aku membodohi mereka dan kemudia menonton peperangan ini di pinggir lapangan, seandainya saja ada kamera pasti menyenangkan bisa merekamnya kemudia aku bisa mengupdate nya di aplikasi tek-tek, youbube dan lain sebagainya kan lumayan bisa dapat duit!" ucapnya tanpa mengalihkan perhatian dari perang tersebut.
Jin Yuan dan jenderal ke-5 tengah mengobrak-abrik tempat kerja panglima tertinggi, dan mengambil beberapa berkas yang mengandung informasi tentang kerajaan ras iblis.
__ADS_1
"Yang Mulia sepertinya sudah tidak ada lagi hal berharga di tempat ini! hanya ada informasi mengenai daerah ras iblis saja dan sebuah kertas aneh yang tidak kita ketahui bahasanya!" lapor jender ke-5.
"Kita bawa ini saja dan pergi ke tempat tinggal panglima tertinggi untuk memeriksa ada apa di sana! Kita harus cepat jenderal atau ratu phoenix akan mendapatkan masalah!" ucapnya.
"Benar Yang Mulia saya pun mengkhawatirkan Yang Mulia ratu phoenix, bagaimanapun pasukan ras iblis memiliki fisik yang 3 kali lebih kuat dari manusia perbedaan tinggi merekapun juga mencolok! saya khawatir bahwa Yang Mulia ratu phoenix dalam keadaan terdesak dan mengalami kerugian yang besar!" ucap jenderal ke-5.
Di tempat lainnya ..
jenderal ke-7 dan ke-9 sudah berhasil mendapatkan formasi pertahanan dan penyerangan yang akan dilakukan ras iblis pada ras elf dan dwarf juga ras manusia. Mereka menyerang dengan menggunakan formasi yang berbeda namun diwaktu yang bersamaan, bahkan jumlah pasukan yang digunakan untuk menyerang ke-3 ras tersebut sama dengan jumlah pasukan dari ras manusia, elf dan dwarf yang bersatu.
"Apa ini kita langsung kembali atau membantu pasukan Yang Mulia ratu phoenix dulu? aku bisa mendengar suara dentingan pedang beradu dan teriakan pasukan! apa mungkin ratu phoenix dan pasukannya terdesak?" ucap jenderal ke-7.
__ADS_1
"Aku juga merasakan ke khawatirkan yang sama dengan mu! tapi sesuai perkataan Yang Mulia ratu phoenix bahwa kita harus membawa bukti ini pergi ke bagian tenggara atau setidaknya salah satu dari kita pergi dan yang lainnya membantu Yang Mulia ratu phoenix!" ucap jenderal ke-9.
"Aku setuju! Kau pergilah ke sisi tenggara sedangkan aku akan membantu pasukan Yang Mulia ratu phoenix!" ucap jenderal ke-7 yang diangguki oleh jenderal ke-9.