
Feng May yang tengah membungkus dirinya seperti cangkang langsung mengepakkan sayapnya dan menyimpannya kembali, ia juga telah bersiap menghadapi malapetaka selanjutnya. Satu persatu ujian berhasil dilewati oleh Feng May, sampai akhirnya dimana pembangkitan dirinya hampir usai dan ia harus menghadapi mala petaka yang terakhir.
Entah apa yang akan dihadapi oleh Feng May diakhir ujiannya, Tenaganya sudah hampir terkuras habis karena pembangkitannya pun memakan banyak energi dalam dirinya. Jika ia harus berhadapan dengan ujian yang sangat sulit sekarang tanpa keberuntungan yang besar mustahil baginya untuk bisa menghadapi ujian akhirnya.
"Hah hah hah..," suara deru nafas Feng May. Kesadarannya perlahan-lahan kembali dan ia mulai dapat berfikir dengan jernih. "Sepertinya untuk ujian terakhir hanya dapat mengandalkan keberuntungan ku saja," pikirnya sambil tersenyum miris.
__ADS_1
Ia sudah kehabisan tenaga bahkan ia menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk berdiri ditempatnya. Tak berselang lama ujian akhir itu muncul. Ujiannya bukanlah aturan hukum yang berlapis 8-10 atau serangan dari tingkat suci. Serangan ini adalah serangan hati atau kemunculan rasa membunuh yang kuat atau juga semua sifat buruknya yang terbentuk dan membuatnya melakukan serangan brutal kepada siapapun yang ada disekitarnya.
Untuk menghadapinya ia harus mengandalkan ketekunannya, keteguhannya, dan kepercayaannya. Ia harus mengandalkan kekuatan pikirannya dan mengendalikan hati serta keinginan membunuhnya.
Semua orang melihat bahwa Feng May hanya diam saja ditempatnya, ia tidak bergerak satu jengkal pun. Namun dialam bawah sadarnya, ia tengah berusaha untuk melawan iblis dihatinya.
__ADS_1
Pada ujian terakhir alam bawah sadarnya akan terhubung dengan jiwa Feng May. Mereka akan menghadapi ujian terakhir itu dengan saling memberikan pengarahan tentang segala hal dan membantu satu sama lain menghabisi iblis didalam hati mereka berdua.
Zu An Janay memandang kearah 2 orang yang tengah sama-sama mengalami ujian malapetaka, bahkan ujian tersebut menguji keteguhan hati mereka ber-2. "Semoga kalian dapat kembali dengan baik-baik saja," ucap Zu An. "Kalian harus dapat lolos dari ujian malapetaka ini dan kemudian berdiri sebagai salah satu dari 50 orang yang mampu menyelesaikan ujian tekad ini," sambungnya.
"Apa mereka akan baik-baik saja?," tanya seorang pria yang tak lain adalah Feng Mu. Ia ikut serta dalam pasukan pembantaian ras iblis dan siluman. "Bagaimana keadaan May'er?" tanya Feng Kai dan dibelakangnya diusul oleh Feng Zu. "Mereka tengah menghadapi ujian yang hanya datang sekali selama 100.000 tahun," jawab Zu An.
__ADS_1
"Ujian apa itu?," tanya Feng Zu sembari mengerutkan keningnya. "Ujian tekad. disini tekad mereka diuji dan ujian malapetaka ini sangat sulit dihadapi," jelas Zu An. "Berapa presentase keberhasilannya?," tanya Feng Mu. "Jika itu orang lain mungkin tidak lebih dari 10%-30%. Namun karena itu mereka berdua tidak lebih dan tidak kurang dari 50% saja," jawab Zu An.
"Bukankah itu artinya kemungkinan berhasilnya besar," kata Feng Kai. "Benar! Namun kau pasti tahukan bahwa setiap manusia pasti memiliki hati iblis bukan," kata Zu An sembari menatap kearah Feng Kai. "Maksud mu..," kata Feng Mu mulai mengerti maksud dari Zu An.