
"Ampun yang mulia. Minuman itu telah dicampur dengan obat perangsang yang kuat," jawaban tabib itu membuat geram kaisar. "Apa kau berniat meracuni putra-putra ku hah?!," teriak kaisar membuat pelayan tersebut gemetaran.
"Am...Ampun yang mulia saya hanya menjalankan perintah," kata pelayan itu ketakutan. "Siapa yang memberimu perintah hah?!," tanya kaisar dengan geram. "I..itu," kata pelayan itu ketakutan sembari memandang putri selatan. Putri selatan yang dipandangi itu tersulut emosi. "Apa maksudmu hah?! Kapan aku memerintahkan mu hah?! Bukankah kau pelayan ibuku dan lagi mungkin saja kau dibayar seseorang u tuk memfitnah ku benar kan?!," teriak putri selatan.
Semua orang memandang kearah putri selatan.
"Tidak menyangka ya bahwa putri selatan adalah orang yang seperti itu,"
"Benar! Sepertinya ia ingin menjadi istri pangeran dengan cara kotor,"
__ADS_1
"Sungguh tidak layak dihormati sebagai putri,"
Dan banyak sekali cacian yang ditujukan untuk putri selatan. Feng May hanya memandangnya kearahnya tanpa ekspresi. Kaisar terdiam melihat semua hal itu.
"Pengawal segera laksanakan perintah nona Feng untuk melemparkan pelayan itu kesungai. Dan seluruh keluarga dari putri selatan akan diselidiki kembali. Kedudukan dan juga hak istimewa putri selatan akan dicabut darinya!," perintah tegas dari Yang Mulia Kaisar. "Seret keluar putri selatan dari tempat pesta ini," perintah kaisar.
Pengawal segera melaksanakan perintah kaisar tersebut. "Baiklah sekarang kita lupakan masalah ini dan kembali menikmati pestanya," ucap pangeran Zhong Lie. Semua orang kembali menikmati pesta.
Feng May yang masih berkultivasi didalam ruang dimensi terganggu karena kedatangan seseorang. "Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali?," gumam Feng May bertanya dalam hati.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncullah seseorang, ia adalah ke-3 tuan muda Feng, Jin Yuan, dan ke-3 pangeran Zhong. "Ada apa kalian semua kesini hah?!," tanya Feng May dengan malas. "Hey! pertanyaan macam apa itu?," kata Feng Zu.
"Kenapa apa kalian punya masalah atau apa hah?," tanya Feng May. "Apa kami menggangu mu May'er," tanya Feng Mu. "Iya," jawaban singkat Feng May.
"Aduh kata-kata mu menyakiti hatiku nona," kata pangeran Zhong Lie. "Memangnya kalian ada urusan apa sampai mengganggu ku begini?," tanya Feng May. "Oh kami hanya ingin mengajakmu untuk jalan-jalan," jawab Feng Kai.
"Kalian ini pengangguran ya?," tanya Feng May. "Hey enak saja kau bilang kami ini pengangguran!," teriak Feng Zu. "Lalu apa? Beban keluarga?," tanya Feng May menyebalkan. "Sudahlah apa yang kalian perdebatkan," ucap Jin Yuan menengahi.
"Aku ingin berbicara ber-2 dengan adikku. Kalian semua jalanlah lebih dulu! Kami akan menyusul," ucap Feng Mu. Melihat raut wajah Feng Mu yang sepertinya ada hal mendesak, akhirnya semuanya pergi dari kamar Feng May dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Ada apa kak?," tanya Feng May. "Haah, Apa kau menerima surat dari ayah?," tanya Feng Mu yang dijawab gelengan kepala oleh Feng May. "Ayah mengatakan bahwa ibu pergi keistana ratu es," kata Feng Mu. "Kau tahu istana ratu es sama sekali tidak terjamah! Tidak ada yang bisa datang kesana tanpa ijin dari ratu es sendiri," lanjut Feng Mu.
"Lalu?," tanya Feng May tidak mengerti. "Ayah ingin agar kau pergi membawa ibu kembali kekeluarga Feng," kata Feng Mu. "Bagaimana caranya?," tanya Feng May. "Entahlah ayah mengatakan bahwa kau sudah mendapat ijin dari ratu es," jawab Feng Mu.