
Feng May membungkukkan badan memberi hormat kepada ke-3 tetua dan kepala sekolah akademi Utara. Kemudian ia bergabung dengan Jin Yuan.
Mereka berdua sejenak saling pandang kemudian tersenyum.
"Sepertinya kau akan melampaui ekspretasi ku," kata Jin Yuan sambil tersenyum.
"Ya, kau tidak menyangka bahwa kau masih lebih lemah dari ku kan," kata Feng May dengan membusungkan dada.
Jin Yuan hanya berdecak kesal melihat kesombongan dari wanita disampingnya itu. Zue Che, Zhu Ling, dan Chen Sui menghampiri kedua anak manusia itu, mereka turut tersenyum melihat tingkah kedua orang tersebut.
"Kalian sepertinya memiliki banyak kesamaan," kata Zue Che.
"Apa yang sama dari mereka?," tanya Zhu Ling. Karena ia memang tidak merasa bahwa kedua orang tersebut memiliki kesamaan kecuali kekuatan mereka yang luar biasa.
"Mereka itu sama-sama menyebalkan kalau sudah satu kubu," kata Chen Sui.
"Dan mereka sama-sama orang yang licik," kata Zue Che menimpali.
"Kami itu cerdik bukan licik," kata Jin Yuan menimpali ejekan dari temannya.
Mereka hanya mendengus kesal mendengar jawaban Jin Yuan.
"Huh dasar," kata Chen Sui dengan kesal.
Setelah satu minggu pihak akademi mengumpulkan semua murid yang lolos dalam ujian untuk berkumpul dilapangan untuk mengumumkan pemenang dalam ujian tersebut dan langsung menjadi murid inti.
"Terimah kasih kepada kalian yang telah berkumpul dilapangan ini. Aku ingin mengumpulkan beberapa orang yang akan menjadi murid inti akademi Utara," kata kepala sekolah akademi Utara.
"Mereka adalah....," kata tetua akademi menjeda kalimatnya.
"Feng May, Jin Yuan, Sheng Chan, Chen Sui, dan Zhu Ling. Mereka akan menjadi murid inti dari akademi Utara," kata tetua akademi.
"Kalian dapat langsung berdiri dihadapan kepala sekolah," katanya lagi.
Ke-5 orang yang dipanggil namanya tadi langsung menuju kehadapan kepala sekolah akademi. Feng May muncul dengan tiba-tiba, disusul dengan Jin Yuan yang melesat dengan cepat dihadapan kepala sekolah.
Sheng Chan terbang menuju kearah tengah lapangan dihadapan kepala sekolah, Chen Sui menggunakan ilmu peringan tubuh. Sedangkan Zhu Ling menggunakan pedangnya, sebagai transpotasi kehadapan kepala sekolah akademi Utara.
Setelah ke-5 orang tersebut muncul dihadapan kepala sekolah akademi Utara, Orang tua itu tersenyum. Tidak sampai 3 menit ke-5 orang itu telah berada dihadapannya.
"Kalian pantas menjadi murid inti akademi Utara dengan bakat kalian yang tidak tertandingi," katanya sambil tersenyum.
Kepala sekolah memberikan lencana murid inti kepada ke-5 orang yang berada dihadapannya. Sedangkan wakil kepala memberikan lencana murid dalam untuk salah satu murid yang menjadi perwakilan. Dan murid yang lainnya menyusul mengenakan lencana dengan bangga.
"Kemudian guru dan Tetua akademi Utara akan memilih seorang dari kalian semua untuk menjadi murid mereka. Batasnya adalah tetua hanya dapat memiliki 5 orang murid dan guru memiliki 3 orang murid," kata orang tersebut.
__ADS_1
Semua tetua dan guru membawa lencana khsusus untuk mereka yang akan menjadi murid mereka. Para guru dan Tetua mulai mengamati satu persatu murid yang berada dilapangan.
"Kalian ber-5 ikut saya untuk memilih hadiah kaian sendiri didalam pavilion dimensi ruang dan waktu," ucap kepala sekolah sambil memanggil hewan beast milik akademi.
Nama : Singa putih bersayap.
Kelas : Hewan beast tipe angin.
Level : Level 9
Ada 5 hewan beast singa putih bersayap.
"Saya tidak akan menaikinya kepala sekolah, karena saya memiliki sayap elang dari hewan beast saya," kata Sheng Chan.
"Aku juga tidak butuh," ucap Feng May.
"Aku memiliki hewan beast ku sendiri," ucap Chen Sui.
"Sepertinya kami juga tidak butuh kepala sekolah," ucap Jin Yuan dan Zhu Ling bersamaan.
"Oh..kupikir kalian tidak memiliki karena kalian tidak pernah memanggil hewan beast kalian," ucap kepala sekolah sambil menyuruh singa putih bersayap untuk kembali.
Sheng Chan mengeluarkan sayap burung elang api dipunggungnya. Sedangkan saat Jin Yuan memanggil sayap naga spiritnya sayap Phoenix milik Feng May bereaksi dan muncul dipunggungnya.
Nama : Singa merpati
Kelas : Tipe angin
Level : Hewan beast level 12
Dan Zhu Ling mengendalikan pedangnya.
Saat pedang itu keluar auranya langsung menekan siswa yang levelnya berada dibawah sang pemilik pedang tersebut.
Zhu Ling mengendalikan aura pedangnya yang menekan semua siswa yang berada dilapangan. Setelah auranya terkendali, Zhu Ling mengendalikan pedangnya dengan qi didalam tubuhnya dan menjadikan pedang tersebut menjadi alat transportasinya.
Mereka menuju kearah sebuah tempat yang menjadi penghubung atau pintu masuk dimensi ruang dan waktu. Pintu masuk itu hanya dapat dibuka oleh Tetua senior terhormat atau bisa dikatakan sebagai pelindung akademi Utara yang jangan menampakkan diri mereka.
Sesampainya mereka ditempat yang menjadi tujuan mereka. Mereka terkejut dengan kedatangan kedua tetua senior terhormat yang muncul secara tiba-tiba.
__ADS_1
"Apa mereka murid inti baru?," tanya salah satu tetua tersebut.
"Benar tetua senior terhormat," jawab kepala sekolah.
"Baiklah," kata tetua tersebut.
Kemudian kedua tetua menggabungkan kekuatan dan akhirnya pintu dimensi pun terbuka dan nampaklah sebuah gerbang yang menjadi jalan masuk kedalam pavilion ruang dan waktu.
Yang pertama masuk adalah Sheng Chan.
"Seorang yang baik dan memiliki bakat yang luar biasa dengan spirit merpati langit. Masuk kebagian selatan," ucapnya.
Kedua adalah Chen Sui.
"Seorang dengan sifat yang tegas dan ambisius, memiliki bakat luar biasa dengan spirit raja singa ungu," katanya lagi.
Ke-3 adalah Zhu Ling.
"Seseorang dengan sifat yang tajam dan ramah memiliki bakat yang langkah dengan spirit pedang tak tertandingi," katanya lagi.
Ke-4 adalah Jin Yuan.
"Seseorang dengan takdir penguasa alam dengan sifat yang tegas dan memiliki sifat pemimpin yang lugas. Memiliki spirit naga emas," katanya.
Dan yang terakhir adalah Feng May.
"Pemilik spirit Phoenix sejati. Takdir yang tidak diketahui dan sifat yang misterius," ucap tetua.
Kepala sekolah bertanya-tanya begitu juga dengan murid yang lainnya.
"Apa maksud anda tetua dengan takdir tak diketahui?," tanya kepal sekolah.
"Aku tidak dapat mengetahui takdirnya. Dimana depan gadis dan laki-laki sebelumnya akan menjadi penguasa ke-3 alam. Yaitu alam manusia, Dewa, dan roh," kata tetua itu lagi.
"Apakah takdir mereka terhubung?," tanya tetua senior disebelahnya.
Tetua senior tersebut tidak menjawab, namun ia menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari sahabatnya tersebut.
Didalam ruangan dimensi...
"Kalian hanya memiliki waktu 1 jam untuk dapat mengambil apa yang kalian inginkan," kata tetua tersebut menggunakan transisi suara.
Ke-5 orang didalam ruang tersebut langsung mencaris sesuatu yang cocok untuk mereka.
Setelah satu jam lamanya....
__ADS_1
Chen Sui kembali dengan membawa Jurus langit. Kemudian disusul dengan Zhu Ling yang membawa pedang nirwana. Setelahnya disusul dengan Sheng Chan yang berhasil mendapatkan jurus yang cocok dengan dirinya yaitu jurus seribu angin.