
Ia terkejut tatkala mengetahui bahwa ada seseorang yang mengetahui identitasnya. Ia membelalakan matanya. Kemudian menghela nafas panjang. Semua orang terkejut saat tuan muda Gu memanggil wanita bertudung itu " Nona muda Feng."
"Baiklah. Saya akan membantu tuan muda Gu." katanya
Ia berjalan kedepan didampingi oleh tuan muda Gu. Setelah sampai didepan. Ia mengambil koin yang ada dikantongnya.
"Kita putuskan dengan koin saja. Saya akan melemparkan koin ini keudara. Bagian kepala adalah pangeran mahkota dan ekornya adalah tuan putri An Ping. Jika saat mendarat yang diatas adalah kepala maka ular ungu ini akan menjadi milik pangeran mahkota, Namun jika bagian ekor maka ular ungu ini akan menjadi milik tuan putri An." katanya menjelaskan
Semua orang memandangnya. Ia menatap pangeran mahkota dan tuan putri An Ping. Kedua orang itu menganggukan kepalanya.
Kemudian ia melemparkan koinnya keudara. Setelah mendarat ditangannya dan ketika ia membuka koinnya yang terlihat adalah bagian ekor. Feng May memandang kearah tuan putri An Ping dengan tajam dan dingin.
"Tuan putri sebaiknya jangan bermain trik denganku."
"Aku tidak bermain trik. Kau yang melemparkan koinnya keudara. Kenapa malah menyalakanku?"
"Anda menggunakan kekuatan angin dan memutarkan hasilnya kan. Jangan berfikir bahwa saya tidak menyadari kekuatan angin yang anda arahkan kekoin yang saya lemparkan."
Banyak orang yang berbisik-bisik dan juga pengawal tuan muda Gu yang kebetulan beratribut angin, juga merasakan perbedaan pada angin sesaat sebelum koin mendarat ditangan Feng May. Ia mengatakan hal itu kepada tuan muda Gu. Tuan muda Gu memperingatkan tuan putri An Ping.
"Aku akan kembali melemparkan koinnya keudara." katanya
Setelah koinnya mendarat ditangannya, ketika telapak tangannya terlihat bahwa kepalalah yang terlihat. Jadi ular ungu ini adalah milik pangeran mahkota.
Tuan muda Gu dan pangeran mahkota berterimah kasih padanya. Ia menganggukan kepalanya.
"Tunggu Nona muda Feng, Apakah anda dapat membuka tudung yang menutupi wajah anda? Aku penasaran seperti apa wajah anda." kata pangeran ke-4
Tuan putri An mencibirkan bibirnya dan menghinanya. Ia mengatakan bahwa Feng May sangatlah jelek karena itu ia berfikir sangat lama.
Feng May membuka tudung kepalanya. Saat tudung dibuka dan terlihat wajah putih Feng May. Semua orang yang ada dipelelangan tersebut kaget.
Wajah yang kecil dengan mata bulat. Ia berkulit putih bersih. Sepasang mata yang terlihat lembut, kulit yang terlihat bersinar dan kenyal. Bibir tipis yang berwarna merah muda. Dan tubuh yang kecil. Para pangeran dan juga para tuan muda terkagum-kagum dan terlongo-longo menatap wajahnya.
"Ekhm..ekhm.. Nona Feng terimah kasih atas bantuan anda." kata tuan muda Gu
__ADS_1
Ia menganggukan kepalanya dan kemudian berpamitan kepada tuan muda Gu dan pangeran mahkota. Mereka berdua menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Feng May berbalik dan meninggalkan tempat pelelangan keluarga Luo. Pangeran ke-4 dan pangeran mahkota masih menatapnya yang berjalan menjauh. Begitu juga dengan Gu Yangju ia masih menatap Feng May yang berjalan menjauh. Sampai bayangannya tidak terlihat lagi baru mereka semua tersadar pada hal lainnya.
"Kakak dia sangat cantik." kata pangeran ke-7 sambil berbisik kecil ditelinga pangeran ke-4
Pangeran ke-4 hanya tersenyum kecil sambil menyesap minumannya. Tidak ada yang tahu apa yang tengah dipikirkan oleh pangeran ke-4 dari Kerajaan Carta tersebut.
Ditengah-tengah keramaian pasar...
"Mumu bukankah itu May'er?" kata Feng Zu sambil menunjuk seorang wanita
Setelah melihat kearah yang ditunjuk oleh Feng Zu, ia langsung menghampiri gadis yang berdiri didepan penjual gulali. Sebelum Feng Mu sampai ditempat adiknya. Ia melihat tuan muda Gu, Gu Yangju menghampiri adiknya lebih dulu.
Ia nampak tersenyum kearah adiknya. Feng Mu langsung berjalan cepat kearah adiknya dan menariknya menjauhi Gu Yangju. Feng May terkejut dan ia mendongakkan kepala melihat siapa orang yang menarik tangannya.
"Tuan muda Feng Mu apa yang anda lakukan disini?" tanyanya basa-basi
"Aku menyusul adik perempuanku." jawabnya sambil menatap tajam kearahnya
"Nona ini gulali anda." kata penjual gulali
Ia menerima gulali tersebut dan meminta Kakaknya membayar gulalinya. Feng Mu mengeluarkan uang dikantongnya dan membayar gulali adiknya.
"Kakak ayo ketempat makan disana. Aku dengar restoran itu menjual bebek dan ayam. Aku ingin makan bebek panggang dan goreng. Aku juga ingin makan ayam panggang." katanya sambil menunjuk restoran
Ia mengikuti keinginan adiknya. Mereka berjalan kerestoran yang ditunjuk oleh Feng May. Restoran itu tidak terlalu ramai, namun bau masakannya yang lezat membuat mereka menelan ludah.
"Aku juga akan mencoba makanan disini." kata Gu Yangju kepada penjaga yang bersamanya
Ia menundukkan kepalanya, kemudian pergi untuk memesan makanan. Feng Mu menatapnya tajam. Ia berbalik menatap Feng Mu sambil tersenyum.
Feng May berjalan kearah meja yang berada didekat jendela. Kemudian pelayan restoran menghampirinya dan bertanya apa yang ingin ia pesan. Ia memesan bebek panggang dan minuman anggur.
ketiga tuan muda keluarga Feng dan tuan muda Gu menghampirinya dan duduk dihadapannya.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian para pangeran datang dan memasuki restoran tersebut. Pelayan restoran tersebut mengajak mereka kelantai atas, namun pangeran mahkota menolak.
Mereka menghampiri meja tempat tuan muda Gu duduk bersama yang lainnya.
"Tuan muda Gu dan tuan muda Feng ada disini, Apa aku dan adik-adikku dapat duduk disini bersama kalian? Lalu Nona Feng apa anda mengijinkan." katanya ramah
Ia melihat kearah pangeran mahkota dan kemudian menganggukan kepala. Yang lainnya juga menyilahkan mereka duduk bersama.
Mereka duduk saling berhadapan. Beberapa saat kemudian pesanan mereka semua datang. Setelah itu Feng May menuangkan minuman kegelasnya. Ia memandang kearah yang lainnya mereka semua menyantap makanan mereka, kecuali dia dan pangeran ke-4.
Mereka berdua hanya memegang gelas berisi anggur. Pangeran ke-4 tersenyum kearahnya dan ia menganggukan kepalanya sebagai tanggapan.
"May'er kenapa tidak makan apapun?" Tanya Kakaknya setelah selesai menghabiskan makanannya.
"Aku sudah kenyang." jawabnya
Ia menganggukan kepala sambil mengelap mulutnya. Yang lainnya juga telah selesai menghabiskan makanan mereka.
"Apa Nona Feng ada rencana ingin masuk keakademi mana?" Tanya Gu Yangju
"Akademi Utara." jawabnya
"Ah.. keinginan anda sama dengan keinginan kedua adikku ya. Sepertinya anda tidak terlalu suka dengan peraturan dari akademi lain yang memberatkan. Benarkah..?" kata putra mahkota
Ia menganggukan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan pangeran mahkota. Ia tersenyum kearah Feng May. Feng Mu kemudian memecah keheningan..
"Yang Mulia bukankah anda sudah seharusnya kembali keistana." katanya
Pangeran mahkota dan pangeran yang lain menatapnya. Kemudian menganggukan kepala dan berpamitan kepada yang lainnya. Setelah itu mereka pergi meninggalkan tempat tersebut kembali keistana.
"May'er kau jangan terlalu dekat dengan mereka. Mereka semua itu playboy mengerti." katanya
Feng May menatap kakaknya dan kemudian menganggukan kepalanya.
"Kalau begitu bagaimana jika Nona Feng bersamaku saja." katanya Gu Yangju
__ADS_1
Feng Mu mengepalkan tangannya dan memukul Gu Yangju. Gu Yangju tersentak dan mundur beberapa langkah kebelakang. Ia masih tersenyum dan kemudian ia berpamitan kepada mereka. Dan ia membalikkan tubuhnya keluar dari restoran tersebut.