Feng May

Feng May
Episode 32


__ADS_3

Gadis tersebut pingsan dan terjatuh kebawah arena. Beberapa orang terlihat membopong tubuhnya ketepi pertandingan.


hmm gadis yang sangat menarik, ia tidak menggunakan kekuatan sama sekali. Hanya memberikan kesan menakutkan dan hawa membunuh yang sangat alami. Siapa sebenarnya gadis ini. pikir pangeran dari Kerajaan Long


"Pertandingan dimenangkan oleh Feng May dari Kerajaan Carta."


"Kakak apa kau tahu siapa gadis kecil itu. Aku ingin bertanding dengannya."


"hmmm...entahlah, nanti kau tanya saja pada raja Chen. Dia bermarga Feng mungkin dari keluarga Feng. Karena hanya satu dengan marga Feng di Kerajaan Carta."


Pangeran Long hanya mengangguk-angguk mengerti. Kemudian mereka kembali fokus pada pertandingan.


"Kupikir ia tidak hadir, apalagi ia tidak berangkat bersama kita. Ditambah ia terlambat." kata pangeran ke-7


"Hmm..Mungkin ia ada urusan."


"Hmmm...sekarang kakak ke-4 mulai menyukainya, jadi selalu membelanya."


"Diamlah kalian berdua." kata pangeran mahkota dengan tatapan dingin sambil tersenyum


Kedua orang tersebut langsung diam ketika melihat kakaknya tersenyum. Mereka kembali fokus pada pertarungan selanjutnya antara Feng Mu dan Zhu Zhenghan.


"Kak sepertinya dari tadi Kerajaan Carta selalu mendapatkan giliran terus-menerus bukan Kerajaan yang lain. Dan selalu keluarga Feng yang dipanggil, apa mereka memang berurutan." tanya pangeran ke-4


"entahlah, Aku juga tidak mengerti." jawab pangeran mahkota


Dalam pertarungan antara Feng Mu dan Zhu Zhenghan, berakhir seri. Keduanya sama-sama lolos dalam babak selanjutnya.


"**Pertandingan kali ini pun berakhir seri pada kedua belah pihak. Baik dari Kerajaan Carta dan Juga Kerajaan Shen."


"Pertandingan selanjutnya..."


"Tunggu. Aku ingin menantang gadis bernama Feng May**." kata Zhu Zhenghan.


Semua orang yang mendengar pun terkejut, bagaimana bisa sebelum babak ke-3 ia sudah menantang orang lain.


"**Baiklah, kau boleh menantangnya."


"Apa maksudmu? Bukankah seharusnya babak ke-3 baru diijinkan untuk menantang orang lain**." teriak Feng Mu


"Peraturannya diubah. Sekarang pada babak ke-3 mereka yang lolos akan pada babak ke-2 akan dijadikan satu dan 10 orang yang bertahan akan mengikuti ujian kekaisaran dan masuk ke-5 sekolah elite."


Feng Mu pun kembali kebagian peserta Kerajaan Carta sambil mendengus kesal. Jika bukan karena tatapan dari tetua pertama ia pasti sudah membunuh pria yang bernama Zhu Zhenghan.


Feng May masuk kedalam arena dengan kecepatan bayangan. Sehingga tidak ada yang tahu kapan ia telah berdiri dihadapan lawannya.


"Hmm kau gadis yang telah membuat gadis pedang ganda menjadi bodoh bukan? Aku akan membalaskan dendam wanitaku."


Feng May hanya memandang kearah Zhu Zhenghan tanpa berbicara sama sekali.

__ADS_1


Zhu Zhenghan melancarkan serangan hukum petir lapis ke-4 kearah Feng May. Feng May hanya diam saja. Ia bahkan tidak berkutik sama sekali.


"Hahahaha....kau takut bukan? Kau takut sampai tidak bisa bergerak bukan."


"Tawamu itu akan berakhir pada jam ini." kata Feng May sambil tersenyum dingin


Petir-petir itu menyambar tubuh Feng May. Dan Feng May memandangi petir itu. Ia bergabung dengan Phoenix dan menggunakan sayapnya untuk melindungi tubuhnya. Sesaat setelah petir itu lenyap ia pun segera melesat dan menghunuskan pedangnya.



" Kakak pedang itu.." teriak pangeran Long saat melihat dengan jelas pedang yang dibawa oleh Feng May


"Hah..gadis ini sungguh sebuah misteri."


Semua yang menyaksikan pertandingan tersebut sangat terkejut, pasalnya Feng May hanya menggunakan satu jurus bahkan tanpa melukai lawannya. Ia mampu membuat lawannya menjadi terkejut bahkan sampai menjadi bodoh. Lawannya seolah tak berkutik dihadapannya.


"Gadis ini sungguh seperti seorang Jenderal perang."


"Benar-benar. Sungguh mengagumkan."


Begitulah komentar dari banyak orang yang melihat pertarungan kedua Feng May. Bahkan ada yang begitu terkagum-kagum dan juga ada yang iri bahkan ada yang ingin bertarung dengannya.


"Aku ingin bertarung dengannya." teriak putri Anxi dari Kerajaan Tianxi


Putri Anxi adalah putri dari permaisuri Kerajaan Tianxi, yang artinya dia adalah putri Mahkota.


"Apa kau akan benar-benar menantang gadis kecil itu?" tanya sang kakak


Gadis mengangguk yakin.


Feng May menatap kearah sang gadis.


"**Putri kau yang hanya memiliki ular racun merah, apa kau yakin mampu mengalahkanku. Dikamusku tidak pernah ada kata kalah."


"Hmm dasar sombong."


"Kalau begitu panggillah ular merah racunmu. Jika aku yang menang maka bisa dipastikan bahwa anda pun tidak akan mampu melawanku**."


Putri Mahkota kerajaan Tianxi langsung memanggil hewan beastnya. Ular itu langsung muncul dan mendesis. Ia mendekat kearah Feng May.


Feng May melihatnya dan ia memejamkan matanya. Ia mengangkat satu tangannya dan memiringkan kepalanya seolah menantang sang ular, Kemudian ular itu menyebarkan racunnya.


Feng May dengan cepat membuka pelindung untuk seluruh peserta Kerajaan Carta, Karena Kerajaan yang lainnya telah memiliki seorang penyihir untuk menghalau racun dari ular merah tersebut.


Gadis ini justru melindungi seluruh peserta Kerajaan Carta dibandingkan dirinya. pikir pangeran ke-4


"Mungkin ia memiliki cara tersendiri untuk melindungi dirinya." jawab putra mahkota seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh adik ke-4 nya.


"Kau bukan melindungi dirimu sendiri, tapi malah melindungi seluruh idiot dari wilayah Kerajaan mu." kata sang putri sambil memandang remeh

__ADS_1


"Heh! Sekumpulan idiot yang kau panggil itu telah mengalahkan 3 orang dari wilayah Kerajaan Tianxi bukan. Kalau begitu apa sebutan untuk sekumpulan orang yang berhasil dirobohkan oleh sekumpulan idiot hah! Oh mungkin panggilan yang paling cocok adalah sekumpulan sampah."


Putri Anxi dan beberapa orang dari wilayah Kerajaan Tianxi terlihat geram mendengar ucapan Feng May. Dan orang lainnya hanya sedikit mengulas senyum dan bahkan ada yang terkikik mendengar ungkapan Feng May.


Feng May kembali menatap ular merah dan ia menyebarkan api Phoenix kesekitar kabut racun tersebut. Alhasil kabut racun tersebut pudar dan berganti dengan serangan api yang dihadirkan oleh Feng May.


Seluruh arena pertandingan dikepung oleh api. Ular merah dan Feng May berada ditengah-tengah arena pertandingan. Api akan membuat racun dari ular merah sedikit memudar, dan dingin akan menghentikan penyebaran racun itu sendiri.


"Tuan putri dengan api ini racun dari ularmu tidak akan mampu menyentuhku, jika aku mengeluarkan jurus beratribut es mungkin ularmu akan mati."


"Hmm coba saja jika kau bisa. Semua orang hanya mampu menguasai satu atribut."


Feng May mengulas senyum dingin yang aneh. Dia menghembuskan nafas sebanyak 3×. Kemudian ia mulai melantunkan syair yang indah namun terkesan menakutkan.


Angin utara menggulung kulit bumi, rumput putih


merunduk, langit Oktober orang Turki sedang terbang


salju, bagai suatu malam musim semi mendadak tiba,


berpuluh ribu pohon pir merekah bunga, bertabur


ke dalam tirai manik basahi kelambu. Jaket kulit rubah


kurang hangat, selimut kapas terlalu tipis, busur tanduk


Tuan Jenderal kaku sulit ditarik, baju perang komandan


dingin menyayat kulit. Air terjun dan anak sungai


di lembah Tianshan menempel sekeping es seribu kaki


awan gelisah sepuluh ribu li beku mengumpal


Pesta perkemahan, jamuan arak, bersulang untukmu


pemudik, rebab, pipa, dan seruling, melangkah


ke pintu kemah, salju senja sedang berputar di luar,


angin gagal menarik bendera merah tertunduk


beku, mengantarmu hingga di Gerbang Timur Bugur


perjalanan ini, setapak gunung Tianshan tertutup salju


Gunung berbelok setapak memutar dan kau hilang


di atas salju hanya sisa sebaris jejak langkah kuda

__ADS_1


__ADS_2