Feng May

Feng May
Episode 120


__ADS_3

"Kalau tidak salah buku tersebut sama sekali tidak memiliki judul! Sampulnya berwarna hitam dan didalamnya berisi jurus-jurus rahasia yang dilarang digunakan oleh dewa," ucap raja burung pelangi.


"Apa anda membawa buku tersebut atau buku tersebut disimpan ditempat yang berada di kerajaan anda?" tanya Feng May.


"Buku itu ada didalam perpustakaan kerajaan pelangi! Aku akan meminta pelayan ku untuk membawakan buku tersebut kemari," ucap raja burung pelangi dan diangguki oleh semua raja yang ada didalam ruang diskusi.


"Untuk sementara waktu ini kita tidak usah bergerak sebelum pasukan ras iblis bergerak menyerang! Kita fokuskan untuk melindungi rakyat didalam dunia atas dan juga memperkuat benteng pertahanan," ucap Feng May.


"Iya yang dikatakan oleh ratu Phoenix benar! dan saya juga raja singa bermata ungu yang akan mencari tahu tentang ilmu terlarang tersebut," ucap raja burung pelangi.


Yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya menyetujui usulan dari raja burung pelangi tersebut.


***


Keesokan harinya Feng May berada didalam ruang belajarnya tengah sibuk mengerjakan beberapa berkas-berkas kerajaan.


Didepan ruang belajar Feng May seorang perdana menteri tengah bersiap menghadap kepada Feng May.


"Ada apa tuan perdana menteri Jia?" tanya pengawal yang ada didepan ruang belajar Feng May.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan yang mulia ratu! Tolong katakan pada beliau bahwa aku ada sesuatu yang harus dilaporkan segera!" jawab perdana menteri Jia.


Prajurit tersebut masuk kedalam ruang belajar Feng May dan memberikan hormat padanya lebih dulu.


"Ada apa?" tanya Feng May.


Ia menghentikan kegiatannya meneliti berkas yang ada dihadapannya.


"Ampun yang mulia ratu! Didepan ada perdana menteri Jia mengajukan diri ingin bertemu dengan anda!" ungkap prajurit tersebut.


"Kenapa ia ingin bertemu dengan ku?" tanya Feng May.


"Kalau begitu suruh dia masuk kemari!" perintah Feng May.


Prajurit tersebut membungkukkan badannya memberi hormat kepada Feng May, kemudian berjalan keluar menemui perdana menteri Jia.


"Perdana menteri Jia yang mulia mengatakan anda bisa langsung masuk dan melaporkannya kepada yang mulia ratu! ucap prajurit tersebut.


"hmm! terima kasih," ungkap perdana menteri Jia.

__ADS_1


Perdana menteri Jia memang dikenal sangat ramah kepada siapapun. Ia tidak segan-segan mengucapkan terima kasih dan tolong kepada orang lain. Hal itulah yang membuatnya disenangi oleh seluruh rakyat didalam maupun diluar kerajaan Phoenix.


Perdana menteri Jia masuk kedalam ruang belajar Feng May dan ia segera memberi hormat kepada Feng May.


"Hmm angkatlah kepala mu!" perintah Feng May.


Perdana menteri Jia langsung mengangkat kepalanya dan menatap kearah Feng May. Perdana menteri Jia nampak terpukau akan kecantikan Feng May.


Ekspresi dingin namun menenangkan ditambah dengan mata biru Feng May yang menatap tajam namun tidak ada aura intimidasi dalam tatapannya.


Untuk sejenak perdana menteri mengagumi sosok didepannya tersebut yang saat ini menjadi kaisar kerajaan Phoenix.


"Sungguh indah ciptaan dewa didepan ku ini," gumam perdana menteri Jia dalam hati masih dengan menatap Feng May.


Feng May mengangkat sebelah alisnya memandang perdana menteri Jia yang tengah melamun menatapnya.


"Ada apa?" tanya Feng May mengejutkan perdana menteri Jia.


"Ah! maaf yang mulia karena sebelumnya saya melamun!" ucap perdana menteri Jia.

__ADS_1


"hmm," Feng May hanya berdeham menjawab ucapan perdana menteri Jia.


__ADS_2