
"Lalu menurut anda kepala sekolah, berapa peringkat yang akan ia dapat kan dalam ujian masuk akademi kali ini?," tanya salah seorang senior yang menjadi murid kesayangan dari wakil kepala sekolah.
Untuk sejenak mereka memandang kearah senior tersebut, kemudian mereka beralih memandang kearah kepala sekolah.
"Setidaknya...Ia akan mencapai ditingkat 5 besar pada ujian masuk kali ini," katanya.
Jika gadis itu mencapai tingkat 5 besar, artinya ia akan memiliki point sekitar 5000 an point ditambah dengan kesempatan untuk dapat diambil sebagai murid pribadi tetua akademi Utara, pikir senior Zou.
Ia pun kembali memperhatikan jalannya pertandingan. Pandangan matanya tak lepas dari Feng May. Gadis yang terlihat lemah itu namun memiliki sifat yang bertolak belakang. Ia seperti malaikat berhati iblis.
Dihutan pengujian....
Suara menggelegar yang dapat membuat bulu kuduk seseorang yang mendengarnya berdiri dan akan langsung ketakutan. Namun berbeda dengan kelompok yang bersama Feng May, mereka merasa sangat penasaran dengan suara auman tersebut.
Mereka ber-4 menghampiri asal suara tersebut. Dan ternyata adalah seekor monster beast harimau loreng bersayap seekor monster beast level 12.
Mereka memandang kearah hewan beast tersebut. Dan melihat ada seorang gadis yang mungkin adalah tuan dari harimau loreng bersayap tersebut.
"Apakah gadis itu adalah pemilik dari harimau loreng bersayap tersebut?," tanya Shu Jing.
"Sungguh luar biasa," kata Shu Fey dengan tatapan takjub.
Kemudian Fey Chu melihatnya dengan tatapan mengidolakan. Dan Feng May sendiri hanya menatap datar kearah gadis itu.
"Gadis pemilik harimau tersebut akan kalah," kata Feng May.
"Bagaimana mungkin harimau loreng bersayap tersebut adalah monster beast level 12? aku bertaruh bahwa yang kau katakan itu adalah salah besar," kata Shu Fey dengan penuh keyakinan, bahkan menekankan kata salah besar dalam kalimatnya.
Feng May hanya diam dan menggubris kata-kata dari gadis itu. Ia hanya memakan makanannya dengan tenang dan tidak memikirkan apapun tentang pertandingan dan tatapan kagum dari orang-orang tersebut.
Dan benar saja setelah bertarung sebanyak 25 jurus akhirnya gadis yang menjadi tuan harimau loreng bersayap tersebut tersudut. Ia sudah tidak dapat mengimbangi serangan lawannya. Dan akhirnya pada serangan ke-30 ia terjatuh bersama dengan hewan beastnya.
Semua orang yang berada ditempat tersebut terkejut dan beberapa orang yang mendengar kata-kata Feng May menatap kearahnya.
__ADS_1
"Ada apa? Gadis itu kalah?," tanyanya masih dengan mengunyah makanannya.
Mereka semua menatap kearah gadis dan harimau loreng bersayap miliknya. Mereka terlihat terluka parah.
"Ahh lihatlah yang dilawan oleh gadis itu bukanlah manusia memainkan siluman," teriak salah seorang pria yang berada ditempat tersebut.
Feng May yang awalnya memakan makanannya dengan tenang langsung berdiri ketika mendengar kata siluman. Ia langsung meloncat kearah gadis yang sedang terbaring dan dengan cepat menyambar tubuhnya dan memasukkan harimau loreng bersayap miliknya kembali keruangan beast gadis itu.
Siluman tersebut yang menyembuhkan apinya sangat geram karena serangan tidak mengenai sasaran.
"Apa yang kau lakukan gadis kecil? kau hanyalah seorang pendekar tingkat 8 awal bagaimana caramu dapat menyambar tubuh gadis itu?," tanyanya.
"Bukan urusanmu!," katanya dengan lantang.
"Sombong sekali kau, aku akan membakarmu menjadi abu dan membuatmu tidak dapat bereinkarnasi kembali," katanya dengan geram.
"Cobalah jika kau mampu," katanya tanpa rasa takut sama sekali.
Siluman tersebut langsung menyerang membabi buta dan Feng May menghindarinya dengan sangat mudah. Ia terbang dari satu pohon kepohon yang lain, Ia memilih pohon yang memiliki eksensitas atribut es. Maka serangan api dari siluman tersebut tidak akan membakar hutan tersebut.
"Benar..benar..ia sangat hebat,"
Dan masih banyak sekali komentar dari semua penonton pertandingan tersebut. Mereka mengaggumi kecepatan bergerak Feng May.
Siluman tersebut semakin gencar menyerang Feng May yang sama sekali tak tersentuh. Ia bahkan tidak memberikan kesempatan bagi Feng May membalas serangannya.
"Bukankah sekarang waktunya aku yang menyerang," katanya.
"Cobalah jika kau dapat melukai kulitku yang sangat kuat," katanya dengan sombong, namun sebenarnya hatinya bergetar kala Feng May akan mulai melancarkan serangannya.
Feng May memandang kearah siluman tersebut, kemudian ia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi. Sampai sesaat langit pun berubah warna yang tadinya berwarna biru, sekarang menjadi gelap dan suasananya pun menjadi mencekam dan menakutkan, bahkan semua yang memandang kearahnya menjadi ciut.
Siluman tersebut juga menjadi ketakutan karna perubahan langit yang terjadi itu. Ia bersiap membuat pelindung yang berasal dari turun temurun keluarganya.
Saat ditelapak tangan kanannya membentuk sebuah lingkaran yang cukup besar dan terdapat hukum petir didalam genggamannya. Ia memandang tajam nan dingin kearah siluman tersebut. Siluman tersebut mempersiapkan diri dengan pelindung baja untuk menghadapi serangan miliknya.
__ADS_1
Semua orang yang berada disekitar tempat tersebut membuat perisai masing-masing agar tidak terkena imbas dari serangan Feng May.
Tanpa disadari saat serangan miliknya menyerang mengenai titik vital siluman tersebut, ia telah membuat pelindung aray disekitar tempat serangannya. Sehingga hanya siluman tersebut yang akan terkena imbas dari serangannya.
"**Ah ternyata gadis itu telah membuat antisipasi untuk menghadapi siluman tersebut,"
"Benar, ia bahkan telah membuat aray agar Kita tidak terkena imbas dari serangannya,"
"Dia sangat hebat**,"
Begitulah komentar dari semua orang yang melihat pertarungan tersebut.
Diaula tetua....
"Hahahahaha....benar bukan. Bahkan ia yang belum memiliki partners dapat dengan mudah mengalahkan siluman level 5, lalu bagaimana jika ia telah memiliki partner?," kata kepala sekolah.
Semua tetua yang berada ditempat tersebut tercengang melihat pemandangan yang mereka lihat. Semua memandang kagum kearah Feng May. Bahkan para senior juga memandang kearahnya kagum akan kekuatan yang dimiliki oleh Feng May.
Sedangkan senior Shangguan dan senior Shi tersenyum melihat pemandangan tersebut. Mereka yakin bahwa gadis itu mampu melawan satu monster level 5. Bahkan ia dulu pernah melawan monster saat dirinya belum menguasai ilmu bela diri.
Diaula pengawasan...
Seluruh orang terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat, mereka bahkan seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Dia sungguh luar biasa. Dia dapat mengalahkan siluman level 5 meski ia tidak memiliki partner,"
"Kak kau yakin bahwa ia tidak partner?," tanyanya pada seorang pria yang berada disampingnya.
"Aku justru merasa bahwa ia memiliki partner namun..." katanya dengan menggantungkan kalimatnya.
"Namun....," ia mengulangi kata-kata kakaknya.
"Ia hanya tidak ingin membuat kontrak jiwa dengan partnernya," jawabnya dengan sangat yakin.
Orang itu kembali menatap kearah layar pengawasan. Layar tersebut menampilkan semua yang dilakukan oleh CAlon MUrid akademi Utara. Sehingga jika ada yang berbuat curang maka pihak akademi akan langsung mengusirnya keluar.
__ADS_1