Feng May

Feng May
Episode 43


__ADS_3

Keesokan harinya Feng May mulai membuka matanya dan mengerjap-ngerjap beberapa kali sampai kemudian ia bangkit dan berjalan keluar dari tempat tersebut.


Ia mendapati gurunya tengah memandang kearahnya dengan tersenyum. Ia pun membalas senyuman gurunya.


"Pergilah keperpustakaan lantai ke-5 untuk mengembalikan buku tersebut,"


"Baik guru," katanya sambil membungkuk hormat.


"Kemudian langsung kembalilah kekediaman mu untuk beristirahat,"


"Ya guru,"


Setelah Feng May mengembalikan buku yang dipinjamnya, ia segera kembali kekediamannya untuk langsung merebahkan diri. Saat Feng May berjalan masuk kekediamannya ada sepasang mata yang memperhatikannya sambil tersenyum dibalik jendela kamarnya.


3 hari kemudian...


Feng May dan Chen Sui menemui gurunya dilapangan berlatih.


"Salam guru," kata mereka serempak.


"Ya. Mulai hari ini kalian akan berlatih diluar akademi,"


Mendengar kata-kata gurunya mereka saling pandang kemudian menatap kearah gurunya. Li An Zu yang mengamati murid nya seolah tahu apa yang dipikirkan oleh keduanya.


"Dalam waktu dekat semua akademi akan berkumpul dan memperebutkan posisi 5 teratas,"


"Bukankah seharusnya setiap 5 tahun sekali?," tanya Chen Sui.


"Benar. Namun semua tetua akademi melakukan diskusi tanpa 5 akademi besar,"


"Kalau begitu kami akan berlatih dengan giat. Dan akan membawa akademi Utara menjadi akademi teratas," kata Chen Sui dengan tegas.


Feng May hanya menatap Chen Sui datar. Kemudian menatap kearah gurunya.


"Aku akan membawa kalian kelembah monster. Beberapa murid dari tetua juga akan berlatih disana. Dan kalian akan diberikan sebuah alat teleportasi, jika kalian sudah tidak sanggup untuk menghadapi monster disana. Kalian dapat menggunakan alat tersebut untuk segera kembali keluar dari lembah monster," jelas sang guru panjang lebar.


Sekitar 100 an murid akademi Utara dikirim kelembah monster. Keselamatan mereka semua telah dijamin dengan adanya sebuah alat untuk bertransportasi.


Mereka semua telah mempersiapkan diri untuk pergi kelembah monster.


Diinti lembah monster...


Feng May bersama dengan seorang pemuda yang sangat tampan sekalipun bercadar.



"Nona mohon kerja samanya," katanya dengan nada halus.


Feng May menatap kearah pemuda tersebut kemudian mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Namaku adalah Jin Yuan. Siapakah nama nona?," tanyanya.


Sebenarnya Jin Yuan telah mengetahui identitas dari Feng May. Ia lah gadis yang tengah dicari olehnya selama ini.


"**Namaku adalah Feng May tuan,"


"Tidak usah memanggil ku tuan kau bisa memanggil ku dengan panggilan Kak Lang**," katanya dengan hati-hati.


Feng May menatap kearah Jin Yuan kemudian menganggukan kepalanya.


"**Kak Lang,"


"Ya, Ada apa**?," tanyanya sambil memandang Feng May.


"Tidak apa-apa. Hanya memanggil mu," katanya dengan tersenyum.


"Nona apa kau pernah mendengar tentang sang ratu yang memiliki 6 orang pria sebagai pendampingnya," tanyanya masih dengan hati-hati sambil memperhatikan raut wajah Feng May.


Feng May menatap bingung kearah Jin Yuan.


"Ya sang ratu dalam legenda memiliki 1 orang suami, 2 selir agung, dan 3 selir pendamping," Jelasnya.


"Oh aku belum pernah mendengar tentang cerita sang ratu," katanya.


" Memangnya seperti apa sang ratu dalam legenda tersebut?," tanyanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Rupanya hanya aku yang mengingatmu," batinnya dengan wajah sendu.


"Kenapa? apa kau tidak ingin bercerita?," tanyanya dengan hati-hati.


Jin Yuan tersadar dari lamunannya kemudian tersenyum manis kearah Feng May.


"Ah aku tidak apa-apa. Aku akan menceritakan cerita sang ratu kepadamu," katanya masih dengan senyum manisnya.


Jin Yuan mulai menceritakan tentang sang ratu. Gadis cantik yang memiliki 6 orang pria yang hebat disampingnya. Mereka semua saling menyayangi bahkan sangat adil kepada 6 orang prianya.


Feng May mendengarkan kisah dari Jin Yuan tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Ia merasa kagum dengan sang ratu tersebut karena dapat berlaku adil terhadap semua suaminya.


"Luar biasa. Tapi tetap saja itu hanya sebuah legenda. Jadi tidak ada didalam masa ini kan?," kata Feng May.


"Dia adalah engkau. Kaulah sang ratu itu. Kau lah istriku, sekalipun aku harus berbagi dengan ke-5 orang lainnya saat kita semua berkumpul nantinya," batinnya.


Jin Yuan menatap kearah Feng May sendu. Ia sangat berharap bahwa gadis itu dapat mengingatnya. Namun apa daya, ia tidak bisa apa-apa.


"Menurut perhitunganku ke-5 orang lainnya akan segera bertemu dengan May'er tak lama lagi," batinnya.


"Kak Lang ada apa?," tanya Feng May sambil menyenggol lengan pemuda itu.


"Ah..maafkan aku melamun," katanya tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kak Lang kenapa?," tanya Feng May dengan nada khawatir.


Jin Yuan senang melihat raut khawatir diwajah Feng May yang ditujukan untuknya.


"Aku tidak apa-apa. Tapi aku hanya ahli dalam perhitungan perbintangan, aku tidak ahli dalam seemi bertarung. Aku hanya takut merepotkan mu," katanya dengan sendu.


"Tidak masalah. Kak Lang tidak perlu memikirkan hal itu. Kita akan baik-baik saja," kata Feng May dengan percaya diri.


Mereka kembali berjalan dan terus berbincang sepanjang perjalanan sambil sesekali tertawa ceria.


Ditempat lainnya...


Chen Sui bertemu seekor monster level 7 dan ia menghadapinya dengan seorang pemuda yang bernama Zhu Ling. Pemuda itu mendapatkan julukan sebagai Dewa pedang karena keahliannya dalam berpedang tidak dapat dikalahkan. Bahkan tidak ada yang dapat menandinginya. Seolah-olah pedang adalah jiwanya.


"Apa kau baik-baik saja pangeran Chen Sui?," tanyanya masih dalam posisi kuda-kuda.


"Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?," katanya dengan nafas memburu karena kelelahan melawan monster level 7 tersebut.


"Aku baik-baik saja. Monster ini sangat sulit ditaklukan," katanya dengan nafas ngos-ngos an karena kelelahan.


"Benar. Titik lemahnya sama sekali tidak bisa ditemukan," katanya masih dengan nafas ngos-ngos an.


Tak berapa lama kemudian muncullah seorang pria yang ahli dalam sihir. Ia adalah Zue Che. Ia merapalkan mantra untuk menghadapi monster level 7 tersebut.


"Setelah aku membekukan monster itu tusuklah jantungnya dan kedua matanya dengan pedang kalian," katanya dan langsung diangguki oleh kedua pemuda yang ada dibelakangnya.


Setelah merapalkan mantra monster itu langsung membeku. Ia memberitahukan kepada Zhu Ling letak jantung monster tersebut.


"Mantra sihirku hanya bertahan selama 30 menit. Jadi cepatlah selesaikan tugas kalian berdua," katanya dengan tegas.


Mereka berdua menganggukan kepala dan langsung menjalankan tugasnya masing-masing.


Setelah 29 menit 30 detik, akhirnya Zhu Ling berhasil menusuk jantung monster tersebut dan membuat monster tersebut roboh.


Mereka bertiga berkumpul kembali dan duduk bersandar ditubuh monster tersebut, nafas mereka ngos-ngos an dan dada mereka naik turun.


"Terimah kasih atas bantuan anda tetua muda Zue," kata Chen Sui masih dengan nafas ngos-ngos an.


"Tidak perlu memanggilku dengan embel-embel tetua. Pangil aku Zue Che," katanya dengan memejamkan mata berusaha menetralkan nafasnya.


"Baiklah," katanya.


________________________________________________


Maaf ya kak update nya gk bisa setiap hari...


Jangan sampai bosan ya kak baca ceritaku😄


Kalau ada yang mau kasih saran silahkan 🙏

__ADS_1


Terimah kasih atas dukungannya kak😘


__ADS_2