
Ia memungut batu tersebut dan tersenyum kecil. Ia kembali menghampiri formasi petir ke-6 tersebut dan memasangkan batu tersebut kedalam tempat kosong didalam formasi. Setelahnya terbuka sebuah pintu masuk. Feng May langsung masuk kedalam sana.
"Tidak disangka ada yang mengetahui kekurangan dari formasi ini," kata seseorang dari arah belakang Feng May. Feng May menoleh dan mendapati seseorang yang berdiri dibelakangnya. "Kau pasti bertanya-tanya tentang siapa aku kan?," ucap orang tersebut.
Feng May hanya melihat orang itu dari atas kebawah kemudian kembali menatapnya dengan tatapan memindai. "Aku adalah ahli formasi yang dijuluki sebagai dewa formasi," ucap orang tersebut. "Kalau kau dijuluki dewa formasi seharusnya kau bisa membuat formasi dengan elemen lain selain petir kan," ucap Feng May.
"Aku mendapat julukan sebagai dewa formasi karena dalam formasi petir ku terdapat petir dewa," jelas orang itu. Feng May mengangkat sebelah alisnya. "Hey bocah kau tidak percaya sama sekali," kata orang itu. "Tidak," jawab Feng May singkat.
__ADS_1
"Apa kau tidak tahu bahwa formasi buatanku adalah yang paling sulit dilewati oleh dewa sekalipun," ucap orang itu sombong. "Iya...iya," ucap Feng May sambil berjalan menjauh dari orang itu. "Hey tunggu!," teriak orang tua itu. "Apa kau tidak ingin hadiah?," tanya orang tua itu.
Feng May membalikkan tubuhnya menghadap kearah orang tua itu. "Memangnya hadiah apa yang patut dibanggakan dari formasi kecil ini," ucap Feng May. Orang itu merasa tertohok ia seperti muntah darah karena ucapan Feng May.
"Sekalipun ini formasi kecil tapi disini banyak memakan korban," ucap orang tua itu. "Korban banyak yang berjatuhan karena formasi buatanmu yang tidak sempurna," kata Feng May menjadi pukulan untuk orang itu.
"Apa yang kau katakan tadi? hadiah apa yang ada disini?," tanya Feng May to the point. "Hadiahnya sebuah token," jawab orang tua itu. "Token apa?," tanya Feng May. "Token itu dapat kau gunakan untuk menghadapi malapetaka. Itu seperti token pelindung disaat-saat terakhir," jawab orang tua itu.
__ADS_1
"Apa hanya itu kegunaannya?," tanya Feng May. "Tidak!," kata orang tua itu spontan. "Lalu apa lagi kegunaannya?," tanya Feng May. "Aku tidak tahu," jawab orang tua itu. Ingin rasanya Feng May mencekik leher orang tua itu.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kau tidak tahu," ucap Feng May kesal. Orang itu hanya menatap biasa kearah Feng May. "Aku kan sudah tua jadi aku bisa saja lupa," kata orang itu mencari alasan. Feng May hanya mendecih menanggapi perkataan orang tua itu.
Kemudian Feng May berjalan menjauh. "Hey kau mau kemana?," teriak orang tua itu. "Aku akan mendapatkan token itu," kata Feng May. "Hey kau tidak berniat untuk mengobrol dengan orang tua ini," teriak orang tua itu. Feng May hanya melenggang jauh tanpa menoleh.
Setelah pergi melewati sebuah pintu dilorong Feng May sampai disebuah anak tangga. "Apa ini ujian untuk melewati formasi tingkat 6 ini?," gumam Feng May. Ia berjalan melewati anak tangga tersebut, ia bingung karena anak tangga ini sama sekali tidak menyulitkannya.
__ADS_1
"Sama sekali tidak ada apapun! Tapi...kalau tebakanku benar, maka anak tangga ke-1000 ini adalah ujian sebenarnya," gumam Feng May sambil melangkahkan kakinya menaiki anak tangga tersebut.