
Dihalaman belakang....
"Sepertinya ini tempat yang pas untuk berlatih," gumam Feng May.
Feng May mempraktekkan jurus 5 aura yang telah dikuasainya. Dan saat ia melepaskan aura bahkan tanpa memperagakan jurusnya.
"Ternyata aku memang telah menguasai jurus 5 aura," katanya.
"Tapi dimana? Apa benar saat itu aku bermimpi?," batinnya.
"Heh BuBo kenapa kau seperti babi sekarang! Hanya tahu tidur saja," katanya sambil berteriak kencang.
"Ck dasar pengganggu," katanya sambil bersungut kesal.
"Aku ingin bertanya apa benar kemaren aku hanya bermimpi? Tapi kenapa terasa nyata sekali? Dan sekarang aku telah menguasai jurus 5 aura," tanyanya dengan bingung.
"Saat kau membaca buku kuno Phoenix sejati, dan tertidur kau sebenarnya masuk kedalam alam bawah sadarmu dan mempelajari jurus-jurus yang ada didalam buku kuno Phoenix sejati," jelas BuBo panjang lebar.
"Namun buku itu akan memberikan jurus baru saat tingkatanmu meningkat. Dan sekarang kau hanya seorang ahli beladiri dan sumonner level Junior ditingkat menengah," Jelasnya lagi.
"Jadi saat kau telah sampai pada tingkat senior jurus kedua buku kuno tersebut akan terbuka dan menuntunmu untuk mempelajari jurus-jurus tersebut," katanya.
Feng May manggut-manggut mengerti akan penjelasan yang diberikan oleh BuBo.
"Ternyata kau memiliki pengetahuan yang luas sekalipun kau mirip dengan babi," katanya.
"Heh apa maksudmu?," teriaknya dengan nada tinggi.
"Benarkan, kau kan selalu tidur seperti babi pemalas," katanya lagi.
"Kau...kau...dasar manusia tak tau malu," teriaknya.
"Kalau aku tahu malu aku tidak akan bisa memanfaatkan mu kan," katanya lagi dengan acuh.
BuBo mendengus kesal mendengar kata-kata Feng May. Ia kembali memejamkan mata dan tertidur.
"BuBo ini kenapa? Ia lebih banyak tidur beberapa hari ini tidak seperti biasanya," gumamnya.
Feng May kembali berkonsentrasi dengan latihannya. Ia berlatih sampai benar-benar mahir dalam penguasaan jurus 5 aura dan membuatnya tidak asing saat memegangi senjata beraura.
"Mayyyy.......," teriak seseorang dari arah belakang Feng May. Gadis itu yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dan melihat seorang gadis tengah berlari sambil melambaikan tangannya.
Dia adalah Shu Fey dan juga kakaknya Shu Jing yang berjalan berlahan dibelakangnya. Mereka berdua berjalan mendekati Feng May yang sedang berdiri menatap kearah mereka berdua.
__ADS_1
"Hmm ada apa?," tanya Feng May saat kedua kakak beradik itu telah mendekat kearahnya.
"Tidak, kami mendengar sebuah keributan dibelakang jadi kami kesini," jawab Shu Jing.
Feng May hanya menganggukan kepalanya. Kedua kakak beradik itu melihat kerusakan yang sangat parah dihadapan mereka saat ini.
"Ini apa kau yang melakukannya?," tanya Shu Fey sambil menunjuk kearah kerusakan yang terjadi.
"Iya," katanya dengan santai.
"Kenapa? Apa aku harus menggantinya karena merusak fasilitas sekolah?," tanyanya.
"Ah tidak. Hanya saja kami terkejut dengan hal ini," jawab Shu Jing.
"Apa kau sedang bertarung dengan pendekar hebat ataukah ada serangan siluman, atau hewan beast?," tanya Shu Jing.
"Aku sedang latihan. Tidak ada yang namanya serangan atau apapun itu," tegas Feng May.
Kedua kakak beradik itu terbengong-bengong mendengar kata-kata Feng May. Mereka tidak mengira bahwa gadis itu hanya berlatih namun sudah membuat kerusakan sebesar ini.
"Dia sungguh mengerikan," gumam Shu Fey dalam hati sambil menelan ludah membayangkan bahwa dirinya bertarung dengan Feng May dan hancur lebur menjadi seperti itu.
"Sungguh monster yang sesungguhnya," kata Shu Jing dalam hati sambil terus melihat hasil kerusakan yang dibuat oleh gadis dihadapannya tersebut.
"Sebenarnya bagaimana gadis itu mempelajari jurus yang sangat kuat seperti itu? Dan bagaimana tubuhnya dapat tahan dengan kekuatan seperti itu? Apakah tidak masalah dengan tubuhnya yang kecil itu," gumam Shu Jing dalam hati.
Shu Fey menyenggol lengan kakaknya. Dan pria itu tersentak kaget karena adiknya menyenggolnya dan membuyarkan lamunannya.
"Ada apa?," tanyanya sambil memandang adiknya.
"Kakak kenapa? Apa yang kakak pikirkan? Dari tadi aku mengoceh sendiri seperti orang gila," ucapnya dengan kesal.
"Haah maafkan kakak. Aku tadi hanya berfikir untuk berlatih setelah mengantarmu kembali kekediaman," ungkap Shu Jing berbohong.
Shu Fey hanya manggut-manggut mendengar jawaban kakaknya. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kekediaman mereka berdua.
Disisi lain....
Jin Yuan masih berusaha untuk memurnikan permata hati naga. Ia masih berkonsentrasi untuk membuka segel dalam permata tersebut.
"Haah kenapa sulit sekali? Apa harus menggunakan darah keturunan naga asli ya?," gumam Jin Yuan.
"Atau aku harus menggunakan bantuan dari luar?," ucapnya lagi sambil terus memandang kearah permata dihadapannya.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain...
Feng May masih terus berlatih dan sekarang ia sedang berburu siluman best yang memiliki aura dan berlevel senior. Karena siluman beast tersebut akan meningkatkan ketajaman indranya dan juga kekuatan bertahannya.
Ditambah mereka pasti memiliki sebuah inti siluman beast yang dapat digunakan untuk menerobos dan juga pembuatan racun.
"Aku sudah berjalan sejauh ini dan belum ada satu silumanpun yang muncul," gumam Feng May.
"Padahal aku sudah memasuki wilayah siluman," ucapnya lagi masih dengan kewaspadaan yang terus meningkat.
Feng May terus memandangi sekitarnya sampai ia sampai ditengah-tengah hutan siluman, namun masih belum menemukan siluman beast yang memiliki aura.
"Apa sesulit ini mencari siluman beast beraura," gumamnya.
Sebenarnya saat gadis itu memasuki hutan siluman, banyak siluman yang ingin memakannya. Namun mereka semua sadar bahwa gadis itu tidak mudah disentuh.
Ia memiliki pertahanan yang kokoh ditambah dengan aura yang terpancar dari tubuhnya, membuatnya sangat mengerikan. Ia seperti keturunan sang Yama.
"Apa benar kalau ia itu manusia?," tanya siluman A.
"Entahlah, ia memiliki aura yang sangat mengerikan," ungkap siluman B.
"Sepertinya ia keturunan Yama," kata siluman C.
"Tapi dia manusia bodoh," maki siluman B.
"Kalau begitu jelaskan mana ada manusia yang memiliki aura yang sangat mengerikan seperti itu?," tanya siluman C.
"Mungkin ia mempelajari sebuah jurus Yam," jawabnya.
"Memangnya ada manusia yang dapat menahan gejolak dari kekuatan Yama yang asing ditubuh mereka. Bahkan kita saja bisa mati saat mempelajarinya apa lagi manusia," ungkap siluman C.
"Tapi manusia itu bisa," kata siluman A juga ikut menimpali.
Belum sempat mereka menemukan kesimpulan dari perdebatan mereka, tiba-tiba ada sebuah pisau yang terlempar kearah mereka. Ke-3 siluman tersebut berjengkit kaget saat mendapati sebuah pisau melesat dengan bebas kearah mereka.
"Siapa disana," tanya Feng May sambil melangkah kearah persembunyian ke-3 siluman tersebut.
"Bagaimana ini? Gadis itu melangkah kesini," kata siluman B.
"Aku tadi mendengar bahwa ia ingin mencari siluman beast yang memiliki aura," kata siluman C.
"Iya. Kalau begitu kita beritahu dia dimana dia bisa menemukan siluman beast yang memiliki aura," kata siluman A.
__ADS_1
"Benar benar kita beritahu dia asal dia membebaskan kita ber-3," kata siluman B.