
"Ayah ibu aku ingin pergi keakademi Zhong." kata Feng Mu
Feng San dan Chu Ziyao terkejut dengan perkataan yang dilontarkan oleh Feng Mu. Pasalnya diakademi Zhong tingkatan terendah agar diterima sebagai murid adalah orang tersebut belum berusia 25 tahun dan sudah mencapai tingkat Dewa perang atau Dewa akhir.
Dan Feng Mu sendiri masih tingkat Dewa awal atau prajurit dewa. Feng Mu menatap ayah dan ibunya dengan percaya diri. Feng San dan Chu Ziyao saling berpandangan dan kemudian memandang kearah Feng Mu.
"Tingkatan mu harus lebih tinggi dan kau harus lebih kuat dari pada anak muda seusiamu yang memiliki tingkatan yang sama." kata Feng San
"Kau masih tingkat Dewa awal Mu"er." kata Chu Ziyao
Feng Mu kembali menatap Feng San dan Chu Ziyao. Sorotan matanya mengatakan kepada Feng San dan Chu Ziyao untuk mempercayainya. Feng Mu sangat yakin bahwa ia akan diterima sebagai murid oleh akademi Zhong.
Feng San menghela nafas dan mengatakan kepada Feng Mu bahwa ia akan mengatakan perihal ini kepada tetua keluarga Feng. Feng Mu menganggukan kepala dan berpamitan kepada ayah dan ibunya kemudian berbalik meninggalkan kediaman Feng San.
Dikediaman Feng May...
Feng May merasakan lonjakan pada tingkatannya. Ia merasakan panas dan dingin secara bergantian didalam tubuhnya. Feng May berusaha untuk menenangkan pikirannya dan berusaha menguasai dirinya sendiri. Feng May terus menerus bertarung dengan kekuatan panas dan dingin yang ada didalam tubuhnya.
Tak berapa lama kemudian Feng May menembus tingkatan Senior. Feng May perlahan membuka matanya dan menghirup udara lalu menghembuskannya. Ia pergi memanggil pelayan agar menyiapkan bak mandi dan makanan.
Setelah selesai makan ia bertanya kepada pelayan siapa yang pernah datang kekediamannya. Pelayan menjawab bahwa selain Feng Mu,Feng Kai,Feng Zu,dan kedua orang tuanya tidak ada lagi yang menghampiri kediaman Feng May.
Feng May mengerutkan dahinya dan berfikir sejenak. Jelas-jelas saat Feng May menstabilkan kekuatan pada jiwanya dan merasa bahwa ia akan menembus tingkatan,ia merasakan kehadiran orang asing yang tingkatan orang asing tersebut lebih kuat dibandingkan Feng Mu yang telah menembus tingkatan dewa.
__ADS_1
Feng May menghela nafas dan memerintahkan kepada pelayan agar tidak ada yang mengganggunya. Pelayan tersebut menganggukkan kepalanya dan segera pamit undur diri. Feng May berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah lemari. Ia mengambil sebuah sitar berwarna hitam dengan ukiran bunga sakura berwarna emas. Sehingga warnanya nampak menyatu dan jika tidak dilihat dengan jarak yang dekat maka ukiran bunga sakura tersebut tidak akan nampak.
Feng May menghirup udara lalu menghembuskannya secara perlahan. Ia menatap kearah langit malam yang terlihat sangat cerah dan dipenuhi dengan bintang-bintang. Feng May mengangkat tangannya dan ia mulai memainkan sitar yang dipegangnya.
Feng May menutup matanya saat memetik sitar. Ia memainkan lagu 'malam gelap bertabur bintang'. Feng May terus memainkan sitarnya untuk menenangkan hati dan pikirannya. Tanpa disadari oleh Feng May ada seorang pria bertopeng yang memandangi Feng May yang tengah memainkan sitar.
Ia menatap Feng May dengan senyum tipis disudut bibirnya. Ia menatap Feng May dengan pandangan tertarik. Tak lama kemudian ia berbalik dan meninggalkan kediaman Feng May.
Feng May membuka matanya dan menyudahi permainan sitarnya. Feng May memandang kearah belakang namun ia tidak menemukan siapapun. Feng May pun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Kemudian bangkit dan ia berjalan kembali kekamarnya.
Keesokan harinya...
kediaman Feng May
Feng May menganggukan kepala, pelayan tersebut langsung berpamitan untuk menuju kedepan kediaman. Pelayan itu menyampaikan kepada Feng Mu bahwa Feng May menerimanya untuk menemuinya. Feng Mu langsung bergegas menuju kearah halaman belakang kediaman Feng May.
Feng May melihat pemandangan sambil duduk santai dengan ekspresi yang aneh. Feng Mu menyapa Feng May. Feng May menatap kearah Feng Mu dan tersenyum kembali kearah Feng Mu.
Feng Mu menghampiri meja Feng May dan duduk dihadapan Feng May. Feng May bertanya kepada Feng Mu alasan Feng Mu datang kekediamannya. Feng Mu mengatakan kepada Feng May bahwa ia ingin mendaftarkan diri keakademi Zhong.
Feng May mengangguk-anggukkan kepala sambil tersenyum. Feng Mu melanjutkan perkataannya. Feng Mu berharap bahwa Feng May akan ikut bersamanya keakademi Zhong. Feng May menatap Feng Mu dan mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk keakademi Zhong.
Dia ingin masuk keakademi Utara. Feng Mu terkejut dan menanyakan alasan Feng May ingin masuk kedalam akademi Utara. Feng May diam dan hanya menatap Feng Mu sejenak.
__ADS_1
"Aku suka kebebasan. Diakademi Utara tidak ada peraturan yang memberatkan dan mengekang kebebasan murid. Aku menyukai itu saja." kata Feng May
Feng Mu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis mendengar jawaban Feng May.
"Baiklah,aku juga tidak akan memaksakan kehendak kepadamu." kata Feng Mu sambil tersenyum.
Feng May tersenyum tipis disudut bibirnya. Sejenak kemudian Feng May merasakan akan kehadiran seseorang. Ia dan Feng Mu menoleh secara bersamaan kearah belakang mereka.
Feng May bertanya kepada Feng Mu apa ia juga merasakan kehadiran seseorang. Feng Mu menganggukan kepala perlahan. Ia mengatakan kepada Feng May agar berhati-hati karena Feng Mu maupun Feng May tidak mengetahui alasan apa hingga orang asing tersebut datang kekediaman Feng May.
"Melihat dari reaksi kita yang terlambat mengetahui bahwa ada orang lain disini dan orang itu langsung menghilang begitu kita menoleh pastinya ia memiliki kepandaian yang luar biasa bahkan kekuatannya mungkin lebih tinggi dibanding kita. Feng May kau harus berhati-hati,jangan bertindak gegabah." kata Feng Mu
Feng May tersenyum dan menganggukan kepalanya mengiyakan semua perkataan kakaknya. Namun didetik berikutnya ia berfikir bahwa orang itu mungkin memiliki kepentingan dengannya. Namun masih menunggu waktu yang tepat untuk menemui Feng May dan mengatakan alasannya.
Feng Mu menatap Feng May dan berpamitan kepada Feng May untuk kembali kekediamannya. Feng May menganggukan kepala. Feng Mu berbalik dan pergi meninggalkan kediaman Feng May.
Feng May menatap kepergian Feng Mu dan kemudian ia menghela nafas. Dan menyenderkan kepalanya kekursi. Feng May berfikir kemungkinan besar orang yang datang kekediamannya secara diam-diam akan menemuinya saat Feng May berada didalam akademi Utara.
Namun Feng May tidak melihat wajah orang tersebut bahkan ia tidak mengetahui siapa dia. Apakah ia seorang wanita atau seorang pria. Feng May menebak-nebak apa alasan dibalik kemunculan orang asing tersebut.
Mungkinkah ia adalah seseorang dari keluarga Feng sendiri atau orang lain. Pertanyaan demi pertanyaan muncul berkelebat dikepala Feng May.
Nah siapakah orang asing tersebut?
__ADS_1
Nantikan diepisode selanjutnya...