Feng May

Feng May
Episode 77


__ADS_3

Feng May menghirup udara pagi sepuas-puasnya kemudian ia melakukan pemanasan dan selanjutnya ia berlari mengelilingi wilayah kemah ras manusia tersebut. Setelah matahari mulai menampakkan sinarnya, Feng May berjalan kearah suara aliran sungai. "Hmm mumpung sepi kalau begitu aku tidak akan sungkan," kata Feng May kemudian melepaskan pakaiannya dan masuk kedalam sungai.


Ia merendam tubuhnya juga merilekskan pikirannya. "Sial setelah pengorbanan darah waktu itu untuk memanggil api hitam dari nereka membuat tubuh sedikit lemah dan pikiran ku sedikit kalut," ucap Feng May sambil memejamkan matanya dan menyandarkan tubuhnya dibatu besar yang ada dipinggir sungai. "Haah mulai hari ini harus segera berlatih fisik," gumam Feng May.


"oh ya! aku lupa bahwa aku membawa kitab Phoenix sejati dan seharusnya sekarang tingkatan buku itu sudah meningkat setingkat diatas ku dan menara talenta sudah pasti meningkat ketingkat 2. Yes nanti aku harus berlatih didalam menara itu saja sekalian mengembalikan kekuatan ku yang terkuras untuk pertarungan terakhir kali," kata Feng May.


15 menit kemudian Feng May telah kembali memakai pakaiannya, sekarang gadis itu tengah menyusuri tempat yang pas untuk ia berlatih. "Ah sepertinya gua itu pas untuk berlatih," kata Feng May sambil berjalan kearah gua yang dimaksud olehnya.


Didalam Gua...

__ADS_1


"Wuih asem kaget gua! Bisa-bisanya ada hewan mungil tapi ngeri kek gini sih!," kata Feng May saat melihat seekor anak Singa bermata ungu. "Nih bapak sama emaknya ada kagak ya? Gak lucu deh kalo gua harus belut sama dia," gumam Feng May sambil celingak-celinguk memandangi sekitar.


"Nafas tarik eh kebalik deh tarik nafas huuhh buang huuh aduh ni hewan masih tingkatannya udah sampai tingkat dewa lah gua masih tingkat senior tahap awal woy!," gumam Feng May.


"Oke pikirkan sesuatu Feng May ayo gunakan akal untuk berfikir ni Singa bermata ungu umur berapa ya?," tanyanya sambil mengamati anak singa tersebut.


Tiba-tiba anak singa bermata ungu itu terbangun dan langsung bertingkah imut dan memeluk Feng May gemas. "Ini dia gak nganggap gua boneka atau guling kan?," gumam Feng May namun ia tidak berani bergerak sejengkal pun.


"Siapa manusia itu Xiao Li?," tanya sang ayah. "Teman Xiao Li yang baru yah," jawab putranya dengan senyum mengembang dan wajahnya terlihat berseri-seri. Sang singa bermata ungu dewasa itu memindai Feng May dengan seksama. "Apa tujuan mu kemari," tanya singa bermata ungu dewasa itu.

__ADS_1


"Saya hendak berlatih untuk menstabilkan tingkatan yang baru saya capai," jawab Feng May jujur. "Benarkah?," tanya singa bermata ungu dengan tatapan menyelidik. "Aduh susah juga ya jadi manusia pas bohong disuruh jujur pas udah jujur kagak ada yang percaya," gumam Feng May dalam hati.


"Saya gak bohong kok om, Suer!," kata Feng May sambil mengangkat tangan membentuk V✌️


________________________________


Drama kecil...


Feng May: Sialan ni author,

__ADS_1


Author: Ya maaf😌! Kan lo nya MC masa ia gampang mati! kalo situ mati kelar donk cerita yang gua bikin😓


Feng May: Huuh tenang gak apa-apa kok gua pemeran utamanya! Authornya gak bodoh ampek gua harus mati duluan kan!


__ADS_2