Feng May

Feng May
Episode 100


__ADS_3

Feng May mengeluarkan aura intimidasi dari gerbang ke-2 sampai ke-3 dan ia mengeluarkan aura membunuhnya saat di gerbang ke-4 dan gerbang ke-5. Pada gerbang ke-6 sampai ke-9 Feng May harus bertarung lebih duku dengan penjaganya yang berada ditingkatan dewa awal seperti dirinya.


Didepan pintu masuk istana...


"Keluar!!," Feng May berteriak dengan kencang sampai membuat ketua pasukan harus datang dan menghentikan tindakannya. "Hey!! siapa kau ini?! berani-beraninya orang seperti mu memasuki istana 9 es absolut dan membuat kehebohan!!," teriaknya.


"Siapa kau berani menghalangi jalanku!!," teriak Feng May tak kalah lantang. Wanita dihadapan Feng May terlihat geram dengan sifat angkuh yang Feng May tunjukkan. "Apa kau tidak lihat bahwa aku adalah komandan pasukan istana 9 es absolut?! Kau yang bukan siapa-siapa ini berani tidak sopan dihadapan ku bahkan kaisar sendiri harus menundukkan kepalanya dihadapanku!," ucapnya dengan angkuh.

__ADS_1


"Cih! apa yang perlu kau banggakan dengan hal itu?! Kau sendiri harus menundukkan kepala dihadapan kasim dikerajaan dunia dewa!," ucap Feng May. Wanita itu geram mendapati hinaan dari Feng May.


Sebelum ia ingin membalas hinaan yang dilontarkan oleh Feng May seseorang berteriak dari arah belakang. "Siapa itu yang berani membuat kegaduhan diistana 9 es?!," tanyanya. Wanita komandan dan Feng May menoleh, mereka mendapati seorang jenderal militer istana 9 es tengah berjalan kearah mereka.


Terlihat dengan jelas bahwa komandan wanita itu tengah terpukau dengan aura dan kharisma sang jenderal 9 es. Dia adalah pemuda tampan yang masih muda namun sudah memiliki pangkat yang tinggi didalam istana 9 es absolut. Alasannya adalah karena pemuda itu terlahir dengan elemen burung es surgawi, burung badai salju sayap langit.


"Tapi, gadis ini masih ditingkat dewa ditambah lagi ia sepertinya tidak memiliki elemen es absolut," gumamnya lagi didalam hati. "Jika anda sudah selsai menilai apakah bisa membawa saya menemui yang mulia mu itu?," ucap Feng May dengan penekanan diakhir kalimatnya.

__ADS_1


Jenderal itu tergugah dari lamunannya karena ucapan Feng May. "Kalau begitu silahkan ikuti saya nona," ucapnya sambil mempersilahkan Feng May untuk mengikutinya. Feng May berjalan melewati komandan wanita yang masih geram dengan sikapnya.


Diperjalanan menuju tempat ratu jenderal istana maupun Feng May sama sekali tidak ada yang berniat membuka percakapan. Sampai didepan pintu masuk aula "Buka pintunya dan beritahu yang mulia bahwa aku ingin menghadap!," perintah jenderal istana kepada prajurit didepan pintu.


Ke-2 prajurit itu kemudian membuka pintu dan mengumumkan kedatangan sang jenderal istana. Jenderal istana dan Feng May memasuki aula istana 9 es. Diatas singgasana duduk seorang wanita dengan anggun dan memiliki kharisma yang luar biasa.


Jenderal istana tersebut menundukkan kepalanya dan memberi salam "Salam yang mulia ratu. Saya membawa gadis yang membuat kegaduhan dipinti masuk istana kemari," ucapnya. "Yah..kau bisa kembali ketempat dudukmu lebih dulu," ucap ratu es.

__ADS_1


"Kau..(sambil menunjuk Feng May) tunjukkan padaku tanda yang diberikan oleh ibunda ratu es terdahulu!!," perintahnya kepada Feng May. Feng May hanya diam saja, dia mengangkat satu alisnya keatas.


__ADS_2