
Malam harinya..
Zevana tanpa sengaja melihat setumpuk uang yang diletakkan dalam laci lemari Zia.Membuat Zevana langsung tersenyum lebar jalan melihat setumpuk uang itu yang begitu banyak.Berpikir jika dengan uang itu ia bisa gunakan untuk membayar uang ujiannya.
"Dia bilang tidak ada uang,tapi bagaimana bisa ia menyembunyikan uang ini dari ku.Ck.." gerutunya sembari mengambil uang itu dari dalam laci lemari milik Zia.
Zia yang melihat langsung cepat menghampiri Zevana dan merebut kembali uang itu dari tangan Zevana.
"Zevana,kenapa kamu ambil uang ini?" tanya Zia yang berhasil mengambil uang itu dari tangan Zevana.
Zevana pun kaget dan menatap heran.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?Seharusnya aku bertanya,kenapa kakak tidak bilang kalau kakak punya uang?Sementara kakak bilang tidak punya uang.Cepat berikan padaku,supaya besok aku bisa membayar uang ujian sekolah ku." ujar Zevana sambil menadah tangannya,agar Zia mengembalikan uang itu padanya.
"Tidak bisa Zeva.." jawab Zia menolak.
"Hah??Memangnya kenapa?" tanya Zevana heran.
"Karena uang ini bukan milik kakak." jawab Zia.
"Lalu ini uang siapa?Kenapa kakak bisa menyimpan uang sebanyak ini?Apa kakak tidak tahu berapa jumlah uang ini?Ini sangat banyak." tanya Zevana dengan penasarannya.
"Kakak tahu,tapi uang ini memang bukan milik kita.Uang ini harus kakak kembalikan pada pemiliknya.Apa kamu tidak tahu jika karena uang ini,harga diri merasa terhina.Orang ini sudah menghina kakak,sudah membuat tangan kakak seperti ini." jelas Zia dengan tegas sambil memperlihatkan tangannya yang masih terluka.
__ADS_1
Zevana pun hanya memperhatikannya sesaat. "Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi pada mu.Tapi di jaman sekarang,untuk apa memikirkan harga diri jika kita masih membutuhkan uang.Singkirkan tentang harga diri,yang terpenting kita tidak akan bisa hidup tanpa uang.Semua masalah juga tidak akan beres jika tidak diselesaikan dengan uang.Jadi berikan uang itu padaku kak.!" tukas Zevana yang membalas nya juga dengan tegas dan lantang.
"Tidak bisa Zevana.!!Uang ini bukan milik kita.!Aku harus mengembalikan uang ini pada orang itu.Aku bahkan rela gerobak dagangan ku hancur,asal aku bisa mengembalikan uang ini dan mempertahankan harga diri ku agar tidak seenaknya orang itu menginjak kita." jawab Zia yang tetap menolak memberikan uang itu pada Zevana.
"Jadi bagaimana nasib uang ujian ku?Apa kau juga rela jika aku tidak ikut ujian akhir semester karena keegoisan mu memikirkan harga diri?Kau sendiri yang bilang,apa pun akan kau lakukan demi aku bisa lulus sekolah.Dan disaat kau punya kesempatan untuk membereskannya,kau berlagak jual mahal tentang harga diri.Aku tidak paham dengan cara pikir mu.!!" hardik Zevana langsung pergi dan tak ingin lagi memaksa Zia memberikan uang tersebut padanya.
Ia merasa Zia terlalu berlebihan dan tidak memikirkan nasibnya.Padahal dia tahu keadaan kehidupannya saat ini sangat lah sulit.Tapi dia tak mau memanfaatkan situasi yang bisa menyelamatkan keadaannya yang sudah sulit.
Zia pun hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap Zevana yang tak mengerti tujuannya mempertahankan uang tersebut.Bukan hanya memikirkan harga diri yang sudah diinjak oleh Shane.Tapi melainkan Shane juga sudah meremehkan dirinya hanya karena posisinya berada dibawah.
Walaupun kehidupannya yang susah,tapi Zia tetap mempertahankan harga dirinya yang seakan tak ingin diremehkan.
__ADS_1