Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 99


__ADS_3

"Total semua 500rb kak." jawab Zevana memberitahu.


Seketika membuat Zia langsung tersentak mendengar nominal jumlah yang disebutkan oleh Zevana.


"Hah??500rb??Kenapa kamu baru bilang sekarang Zevana?Kamu 'kan tahu jumlah uang itu tidak sedikit.Kakak harus menabung dulu untuk mengumpulkannya." ujar Zia yang langsung kaget.


"Itu karena aku lupa.Jadi kapan aku akan membayarnya kak?" ujar Zevana beralasan dan bertanya.


"Nanti kakak akan pikirkan lagi,kalau untuk sekarang mungkin kakak belum ada uang segitu." jawab Zia menjelaskan.


"Tapi kepastiannya kapan?Dalam Minggu ini aku harus melunasi semua kak." tukas Zevana mulai memaksa.


"Iya kakak mengerti.Makanya kakak akan memikirkannya lagi." jawab Zia.


Zevana pun akhirnya berangkat ke sekolah dengan perasaan kecewa dan terpaksa.Sebab Zia sebagai kakak tidak bisa memberikannya uang untuk melunasi uang ujian yang akan ia ikuti minggu depan.


Dan Zia pun berangkat berkeliling untuk berjualan.


*


*


Shane mengendarai mobilnya dengan sedikit kencang.Hatinya begitu kesal karena setiap pagi Arsen sang ayah selalu membahas dirinya untuk bergabung ke perusahaannya.Sedangkan dirinya masih ingin melanjutkan kuliah sambil menikmati masa mudanya bersama teman-temannya.


Karena tuntutannya itu,membuat hubungan Shane dan Arsen tak begitu dekat.Baginya Arsen terlalu memaksa dirinya untuk belajar tentang bisnis.Sementara dirinya belum begitu minat untuk terjun ke dunia bisnis.Dan ia pun memiliki pilihan lain selain terjun ke dunia bisnis.


Sejak itu membuat Shane serasa tidak betah jika selalu bertemu sang ayah,yang pada akhirnya harus berdebat.


Dengan perasaan kesal,Shane terus melajukan kemudi mobilnya dengan begitu kencang.


Zia yang tengah mendorong gerobak baksonya,terus berjalan sambil terus berteriak memanggil orang-orang sekitar untuk membeli baksonya.


"Bakso..Bakso..Mari beli ibu,bapak..Baksonya enak,dijamin ketagihan..Mari beli baksonya paman,bibi." teriak Zia yang terus memanggil.


Karena begitu serius memanggil sambil mendorong gerobaknya.Zia pun tak menyadari jika sebuah mobil sedang melaju kencang ke arahnya.


Mobil itu pun juga tak menyadari jika didepannya sedang terlihat Zia yang tengah mendorong gerobaknya.


Dan dengan cepat mobil langsung mencoba membanting stir untuk menghindari akan menabrak gerobak Zia.


Namun sayangnya mobil tidak dapat menghindar dan langsung menabrak gerobak bakso milik Zia.


Bruakk..


"Argghhh.." teriak Zia yang meringis kesakitan karena harus terkena siraman kuah bakso yang mengenai dirinya.


Gerobaknya pun terbanting jatuh dengan cukup keras.Dan membuat isi dagangan Zia hancur berhamburan tak bersisa.


Pemilik mobil tersebut langsung menghentikan laju mobilnya dan menatap panik.Mobil itu pun tidak lain adalah adalah milik Shane sendiri.


Dengan cepat Shane keluar dan melihat situasi yang memprihatinkan.Zia yang kondisinya cukup terluka dan gerobak bakso yang sudah hancur berantakan.

__ADS_1


"Apa kau sengaja menabrakkan diri?Agar kau bisa minta ganti rugi?"tanya Shane yang justru langsung menuduh Zia.Karena ia beranggapan apa yang terjadi sudah lah menjadi umum untuk mengambil kesempatan dengan memanfaatkan situasi.


Zia yang mendengar langsung menatap heran dan mencoba untuk bangkit.


"Maaf,apa maksud kata-kata anda??Apa yang anda lihat ini semua nya sengaja?" tanya balik Zia.


"Aku tidak tahu,makanya aku bertanya.Karena menurut ku ini sudah sering terjadi." ujar Shane yang justru merasa tidak bersalah.


Beberapa warga yang melihat kejadian itu pun,langsung menghampiri Zia dan membantu membereskan barang dagangan Zia.Termasuk gerobak bakso Zia yang sudah hancur.


"Hei tuan.!Anda pikir saya gila harus mencelakai diri dengan sengaja menabrakkan diri?Bagaimana dengan dagangan saya kalau semuanya sudah hancur seperti ini?" protes Zia yang merasa tidak terima dengan tuduhan Shane.


"Hei..Anak muda,kau sudah menabrak gadis ini.Seharusnya kau bertanggung jawab,bukan menuduhnya sengaja melakukannya." sahut salah satu warga yang membela Zia.


"Tapi aku juga tidak sengaja,dia saja yang berjalan terlalu ditengah jalan.Padahal sudah tahu kalau jalan ini untuk berkendaraan." ujar Shane membela dirinya.


"Jadi kau akan bertanggung jawab atau tidak?Apa kau tidak kasihan sudah membuat rugi daganganya?" tanya warga tersebut.


"Benar,atau lebih baik diselesaikan saja di kantor polisi.Sepertinya anak muda ini ingin sengaja lari dari tanggung jawabnya." sahut salah satu warga yang lain.


Shane pun langsung mendengus dan mengusap wajahnya secara kasar.


Ia pun langsung mengeluarkan jumlah uang dari dalam dompetnya.


"Ini,uang untuk ganti rugi mu.Kurasa jumlah itu cukup untuk menggantikan semua kerugian mu.Sudah kuduga pada akhirnya orang seperti mu pasti akan melakukan hal murahan seperti ini." ujar Shane langsung melemparkan uang tersebut ke arah wajah Zia.


Yang seketika uang tersebut berhamburan jatuh ke arah wajahnya.Sedangkan Shane memilih untuk pergi begitu saja tanpa beritikad baik meminta maaf pada Zia.Atau pun menyesali perbuatannya.


Zia pun mengumpulkan uang yang berhamburan dan dibantu oleh warga yang membantunya.


Ia pun terpaksa pulang dengan kondisi dagangan yang sudah rusak dan hancur.Dan bahkan kondisi luka ditangannya karena tersiram air rebusan dari kuah bakso.


Setibanya di rumah,bibi Loly yang adalah tetangga nya sendiri langsung panik saat melihat Zia pulang dengan kondisi memprihatinkan.


"Zia,kenapa dengan tangan mu nak?Ada apa?Apa yang terjadi dengan gerobak mu?" tanya bibi Loly.


"Tidak apa-apa Bu.Aku baru saja mengalami insiden kecil.Jadi aku tidak bisa berdagang hari ini."jelas Zia.


"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?Siapa yang sudah melakukan ini pada dagangan mu?Dan tangan mu kenapa bisa terluka?" tanya bibi Loly yang tak puas dengan jawaban Zia sembari membantu Zia untuk mengobati lukanya.


Zia pun menarik nafas panjangnya dan menceritakan yang sebenarnya pada bibi Loly.


Bibi Loly sudah lama mengenal Zia sejak ia masih kecil.Ia tak memiliki anak tapi ia sangat menyukai anak.Itu sebabnya bibi Loly sudah menganggap Zia dan Zevana seperti anak sendiri.Pernah sekali bibi Loly ingin Zia dan Zevana tinggal bersamanya.


Tapi Zia menolak karena tidak ingin menyusahkan bibi Loly.Ia justru ingin berusaha sendiri menghidupi sang adik tanpa menyusahkan siapa pun.Dengan begitu membuatnya juga bisa hidup belajar mandiri tanpa bantuan siapa pun.


Mendengar semua cerita Zia,bibi Loly hanya bisa merasa prihatin sambil mengusap punggung Zia.


"Kamu harus yang sabar ya Zia.Anggap ini sebagai cobaan.Dan akan ada hikmahnya dibalik ini semua.Jangan merasa putus asa." ucap bibi Loly menasehati Zia sambil memberi dukungan pada Zia.


Zia pun tersenyum sambil mengangguk. "Iya bi,aku mengerti.Aku selalu menerima cobaan ini dengan sabar.Tuhan juga tidak akan menguji ku diluar batas kemampuan ku." jawab Zia mengerti akan nasehat bibi Loly.

__ADS_1


"Kamu memang anak yang mandiri.Jadi,setelah ini bagaimana kamu akan berjualan lagi?Apakah si penabrak itu memberi uang ganti rugi?" tanya bibi Loly ingin tahu.


"Aku tidak tahu bi.Sebenarnya dia memberiku uang ganti rugi.Tapi sepertinya aku tidak bisa menerima uang itu." jawab Zia.


"Memangnya kenapa nak?" tanya bibi Loly penasaran.


"Karena cara dia memberiku uang itu,sangat tidak pantas dan bahkan menghina harga diri ku.Seolah aku sudah sengaja melakukan ini semua agar bisa memanfaatkan uangnya." jelas Zia.


"Ya Tuhan..Tega sekali orang itu.Bagaimana bisa dia menilai mu seperti itu?Memang orang kaya selalu berbuat seenaknya.Jadi mau kamu apakan uang itu?Jangan diterima jika dia sudah menghina mu Zia."ujar bibi Loly .


"Mungkin akan ku simpan dulu bi.Jika aku bertemu dia lagi,akan ku kembalikan uang itu." jawab Zia.


"Yah kembalikan saja uang itu.Pertahankan harga diri jika kita diperlakukan secara tidak pantas.Terlebih kita harus menerima penghinaan.Untuk dagangan mu,kamu tenang saja bibi pasti akan membantu mu." ujar bibi Loly mendukung Zia.


Zia hanya tersenyum.


...****************...


Shane yang tiba di kampus,langsung berjalan ke arah kelas dan menghempaskan tubuhnya ke kursi sambil menarik nafas panjang.


Dan memasang wajah kesal dan tak bersemangat.


Fandi yang melihat langsung menghampirinya.


"Ada apa bro?Sepertinya kau sedang kesal?" tanya Fandi sang sahabat dekatnya.


Shane pun hanya melirik ke arah Fandi.


"Ya,pagi-pagi aku sudah dibuat kesal oleh beberapa orang." jawab Shane datar.


"Ada apa?Siapa yang sudah membuat mu kesal?Apakah soal papa mu lagi?" tanya Fandi menebak.


"Yah..Orang pertama memang dia,dan orang ke 2 adalah gadis penjual bakso yang berusaha menipu ku." jawab Shane.


"Woaah..Ada pelaku baru ini..Haha,siapa gadis itu?Kenapa kau bisa bertemu dengan gadis penjual bakso?" tanya Fandi langsung bersemangat ingin tahu.


"Dia sengaja menabrakkan dagangannya agar dia bisa memanfaatkan ku untuk mengganti kerugiannya." jelas Shane dengan perasaan kesal.


"Oya??Memangnya masih ada orang yang seperti itu?" tanya Fandi yang merasa heran.


"Banyak dan itu sudah umum terjadi.Orang-orang seperti mereka pasti akan memanfaatkan orang seperti kita dengan uang." ujar Shane langsung memandang rendah tentang orang yang miskin.


"Tapi tidak semuanya bro..Ada beberapa dari mereka yang jujur.Yang enggan memanfaatkan orang seperti mu dengan uang." ujar Fandi yang menepis penilaian Shane.


Shane pun langsung menatap datar ke arah Fandi.


"Kau tahu apa?Kau sama saja." pekiknya langsung kesal.


"Tapi 'kan memang seperti itu umumnya.Jangan menilai semua orang sama,terlebih orang yang berada dibawah kita.Ada dari mereka yang justru lebih mempertahankan harga diri daripada direndahkan harga dirinya hanya dengan uang."


"Tapi gadis itu justru sudah menerima uang ku.Apa kau masih ingin bilang jika orang miskin itu tidak butuh uang?Apa masih mempertahankan harga dirinya,padahal mereka masih butuh uang?"

__ADS_1


Seketika membuat Fandi terdiam.


__ADS_2