
Dengan semangatnya Velyn langsung melahap makanan yang sudah ia masak sebelumnya.
Setelah ia mengigit dan merasakan sesendok makanannya,seketika membuat Velyn mematung dan membulatkan kedua matanya.Dengan sulitnya ia pun mencoba untuk menelan makanan tersebut kedalam perutnya.
Ia pun serasa dicekik oleh rasa masakan yang ternyata membuatnya hampir sulit bernafas.Sekujur tubuhnya pun ikut merasa merinding dan bahkan berkeringat.
Makanan apa ini??Kenapa rasanya buruk sekali?Bahkan tidak bisa ditelan?Rasanya mulut ku seperti menghadapi sakaratul maut? batin Velyn sejenak sambil melirik ke arah Arsen.
Pantas saja dia menyuruhku untuk menghabiskan makanan ini,ternyata dia tahu kalau masakan ku tidak bisa dimakan.Dasar tuan licik.! sambungnya lagi.
Velyn tak mengira jika diawal masakannya yang dianggap enak ternyata sangat buruk dan tidak enak.Velyn serasa telah dijebak oleh Arsen yang menyuruh dirinya menghabiskan makanan dengan dijanjikan diantar pulang.Tapi justru kenyataannya malah sebaliknya yang justru membuat dirinya tidak akan bisa keluar dari kediaman Arsen.
Arsen yang sejak tadi memperhatikan,langsung tersenyum melihat gelagat Velyn yang menurutnya sudah bisa ditebak.
"Bagaimana nona Rakun?Apakah makanan ini benar-benar enak menurut mu??" tanya Arsen dengan sengaja sambil terus memandangi Velyn.
Velyn pun hanya bisa tersenyum palsu dan diam malu untuk mengakui masakannya.
"Jadi kau akan tetap menghabiskannya atau memilih menyerah?"tanya Arsen lagi sengaja memberi pilihan pada Velyn.
Velyn yang sudah merasa kalah malu sambil menelan ludah dengan berat.Hanya bisa menarik nafas panjang dan menggeser kan makanan tersebut dari pandangannya.
__ADS_1
"A..Aku menyerah tuan.Makanan ku tidak enak." jawab Velyn dengan menunjukkan wajah melas.
Arsen pun langsung tersenyum menyeringai dengan kemenangannya.
Ia langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Velyn sambil menatap serius.
"Artinya kau harus bermalam disini dan menemaniku.Mengerti?" ucap Arsen dengan nada yang berat.
Velyn akhirnya cuma bisa pasrah dengan perkataan Arsen.Karena ia tidak bisa lagi untuk mengelak dari pilihan yang diberikan oleh Arsen sebelumnya.
...****************...
Ethan yang baru saja pulang,langsung disambut oleh Alethea.
"Iya sayang,kenapa kau belum tidur?" jawab Ethan.
"Aku menunggu mu.Apa kamu sudah makan?" tanya Alethea.
"Tadi aku sudah makan." jawab Ethan lagi.
"Lalu kamu pergi kemana?Kenapa tidak memberitahu ku?" tanya Alethea penasaran.
__ADS_1
"Aku hanya bertemu dengan teman ku.Aku belum sempat memberitahu mu karena terlalu buru-buru.Kenapa sayang?" jelas Ethan dan bertanya balik.
"Oh begitu.Ethan bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu?" tanya Alethea mulai menunjukkan wajah yang serius.
Ethan pun sesaat melihat Alethea dengan penasaran.
"Tanya apa??Katakan saja sayang,apakah itu serius?" tanya Ethan balik.
"Apakah kamu mencintai ku?" tanya Alethea.
"Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu??"
"Jawab saja Ethan,aku ingin tahu." ucap Alethea.
"Tentu saja aku mencintai mu,jika tidak untuk apa aku menikahi mu Alethea.Kenapa pertanyaan mu seperti tiba-tiba meragukan ku?" jawab Ethan dengan jelas dan bertanya balik.
Alethea pun hanya tersenyum palsu.
"Ya sudah,aku percaya.Aku hanya ingin tahu saja.Karena selama pernikahan kita kamu sudah jarang mengatakan cinta padaku." jelas Alethea.
Ethan pun tersenyum sembari memeluk Alethea.
__ADS_1
"Jangan berpikir macam-macam,mencintai tidak selalu harus diungkapkan dari ucapan.Dari tindakan dan perhatian itu sudah menunjukkan bahwa aku tetap mencintai mu Alethea."ungkap Ethan tetap sambil memeluk Alethea.
Alethea hanya mengangguk dan membalas pelukan Ethan.Namun dihatinya justru tidak mempercayai ucapan Ethan dan meragukan perasaan Ethan padanya.