
Beberapa hari diluar kota,Ethan pun pulang ke kediamannya.Dan Alethea yang mengetahuinya langsung menyambut kepulangan Ethan.
"Kenapa kamu baru pulang?" tanya Alethea yang sesaat memasang wajah khawatir pada Ethan.
"Bukankah aku sudah beritahu kau jika aku ada pekerjaan di luar kota?"jawab Ethan mengingatkan Alethea.
"Yah,aku tahu tapi kamu sepertinya pergi lebih dari 3hari.Biasanya kamu akan mengabari ku jika masih ada pekerjaan disana." ucap Alethea mengungkitnya.
"Ah,iya aku lupa sayang.Aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku.Jadi aku tidak sempat mengabari mu lagi." jelas Ethan memberi alasan.
"Ya sudah,tidak apa-apa.Apa kamu sudah makan?"
"Sudah,bagaimana dengan mu?Kau sudah makan?Apa sudah minum obat?" tanya balik Ethan.
"Belum,aku menunggu mu tapi aku tidak tahu jika kamu ternyata sudah makan." jawab Alethea memasang wajah kecewa.
Ethan pun sesaat menghela nafasnya. "Maaf ya sayang,kalau untuk hari ini kita tidak bisa makan malam bersama.Seharusnya kau juga tidak harus menunggu ku.Karena setiap situasi kita tidak pernah tahu,akan tepat waktu atau tidak.Terlebih dengan kondisimu yang masih seperti ini.Apa kau mengerti?" ucap Ethan mengingatkan Alethea.
"Iya aku mengerti,aku hanya ingin makan bersama mu saja.Tapi untuk hari ini tidak apa-apa." jawab Alethea.
"Bagus,kau memang istri yang sangat pengertian.Aku akan mandi dulu." ucap Ethan yang sesaat mengecup dahi Alethea dan langsung meninggalkan Alethea menuju kamarnya.
Sementara Alethea hanya memandang sendu dengan perasaan yang sebenarnya kecewa.
Sebenarnya apa yang sedang kau sembunyikan dari ku Ethan?Kenapa kau harus bersandiwara seperti ini. batin Alethea sejenak.
...****************...
Karena Arsen tidak masuk kantor,Velyn pun langsung disuruh pulang oleh Jeremy.Dan itu atas perintah Arsen tanpa sepengetahuan Velyn.
Tiba dirumah,Velyn pun langsung membuka pintu rumahnya.Dan baru akan melangkah masuk,tiba-tiba seseorang datang memanggilnya.
"Hei,Velyn." sapa Mario yang ternyata datang berkunjung.
__ADS_1
Velyn pun langsung menoleh ke arah Mario dengan reaksi terkejut.
"Kak Mario." seru Velyn.
"Maaf aku datang mengganggu waktu mu." ujar Mario.
"Ah tidak apa-apa kak.Kenapa kakak tidak memberitahu ku jika mau datang?" ujar Velyn sembari bertanya.
"Kejutan.." jawab nya sambil tersenyum.
"Tapi sebenarnya aku datang karena membawakan ini untuk mu." ujar Mario sembari memberikan sekotak pizza besar pada Velyn.
Velyn seketika terdiam dan teringat akan Arsen.Karena sebelumnya Arsen pernah membawakan pizza besar dan memintanya untuk menemani Arsen makan bersama.
"Ke..Kenapa kakak membawakan ini untuk ku?Apa kakak ingin aku menemani kakak makan?" tanya Velyn berpura-pura bingung.
"Ah tidak,ini ku belikan hanya untuk mu. Sebenarnya aku hanya ingin mengantarnya bukan untuk meminta mu menemani ku makan bersama.Karena aku harus pergi,ada urusan mendadak." jelas Mario.
"Tidak apa-apa.Aku senang melakukannya.Aku harus pergi sekarang,sampai jumpa." ucap Mario langsung berpamitan dan pergi.
Velyn pun sesaat melirik ke arah kotak pizza tersebut dan memandang kepergian Mario.
"Kenapa mereka bisa memiliki selera yang sama?" tanya Velyn pada dirinya sendiri dengan perasaan yang bingung.
Dan ia pun kembali teringat akan Arsen.
"Bagaimana dengan si tuan itu?Kenapa tuan Jeremy bilang keadaannya membutuhkan ku??Pasti dia cuma asal bicara.Dan si tuan itu kurasa akan baik-baik saja." Celotehnya bicara sendiri sembari menutup pintu.
Velyn tidak mengetahui jika Arsen ternyata sudah memperhatikan dirinya dari kejauhan.Bahkan sebelum kedatangan Mario,dan hal itu membuat Arsen dengan jelas mengetahui kedatangan Mario ke rumah Velyn.Terlebih saat Velyn menerima pizza tersebut dari Mario.
...****************...
Malamnya..
__ADS_1
Alethea memperhatikan Ethan yang tengah sibuk didepan laptopnya.Seperti orang yang tengah sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya.
Alethea pun mengarahkan kursi rodanya ke arah Ethan dengan menghampirinya.
"Sudah jam segini kamu masih sibuk?" tanya Alethea yang penasaran sembari melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam.
Ethan pun langsung menoleh ke arah Alethea.
"Iya sayang,ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan.Karena lusa,aku harus keluar kota lagi." jawab Ethan memberitahu.
"Kamu mau keluar kota lagi?Apakah pekerjaan itu begitu penting?" tanya Alethea yang merasa heran.
"Tentu sayang,jika tidak bagaimana kita mendapatkan penghasilan."
"Tapi,kamu baru beberapa hari kembali dari luar kota.Kenapa harus pergi lagi?" tanya Alethea yang merasa aneh dengan pernyataan Ethan.
Ethan pun seketika menghentikan pekerjaannya dan menoleh kembali ke arah Alethea.
"Dengar sayang,ini semua tuntutan pekerjaan ku.Jika aku harus diperintahkan menyelesaikan semua pekerjaan ini diluar kota,artinya aku harus siap kapan saja untuk keluar kota.Jadi seharusnya kau mengerti dengan posisi ku." jelas Ethan dengan nada sedikit kesal.
"Tapi akhir-akhir kamu terlalu sering keluar kota.Bahkan sejak kita pindah,kamu jadi jarang di rumah." protes Alethea secara tidak langsung.
"Hei..Kenapa kau jadi cerewet seperti ini?Biasanya kau tidak pernah protes dengan pekerjaanku." pekik Ethan mulai kesal.
"Karena pekerjaan mu memang tidak biasanya.Bagaimana aku bisa punya anak,jika kamu jadi jarang dirumah.Kita sudah lama menikah,apa kamu belum sadar jika kita masih belum memiliki anak sampai saat ini.Aku merasa kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari ku.!" protes Alethea lagi yang berbalik kesal dan bahkan mengungkit tentang kehamilannya.
"Cukup Alethea.!!Kenapa kau selalu membahas itu,masalah kita belum memiliki anak,itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan ku.Bukankah dokter sudah pernah bilang bahwa kita memang belum waktunya untuk memiliki anak,dan meminta kita untuk bersabar sambil berusaha.Ada apa dengan mu??Jangan mengungkit kenapa kita belum memiliki anak dengan protes tentang pekerjaan ku.!Kau seketika membuat mood ku hilang." sentak Ethan yang tanpa sadar meluapkan emosinya pada Alethea dan langsung pergi begitu saja.
Alethea pun hanya memandang kesal dengan sikap Ethan.Yang menurutnya mulai menunjukkan perubahan.Terlebih setelah mengetahui apa yang sudah ia tutupi selama ini.Walau pun dia belum mengetahui kebenaranya.Kenapa Ethan menyembunyikan rahasianya selama ini.
Kini Alethea hanya berharap,Arsen secepatnya mencari tahu dan membongkar apa yang selama ini masih Ethan tutupi darinya.Bahkan ia mulai mencurigai kenapa dirinya masih belum memiliki anak.Padahal sang dokter menganggap jika dirinya dalam keadaan sehat dia subur.Begitu juga dengan Ethan sendiri.
Namun,selama beberapa tahun pernikahan mereka masih belum juga dikarunia anak yang sudah lama Alethea inginkan.
__ADS_1