Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 26


__ADS_3

Velyn akhirnya terpaksa mengangguk dengan pelan tanpa berani menatap Arsen.


Arsen pun langsung pergi meninggalkan ruangannya tanpa bicara sepatah kata pun.Velyn pun sesaat menoleh ke arah Jeremy.


"Kenapa anda harus memberitahunya??Ini pasti akan jadi masalah besar untuk nona Zora." ucap Velyn yang masih saja mengkhawatirkan posisi Zora.


"Maaf nona Velyn,sesuatu yang jahat tidak bisa anda tutupi dari tuan Arsen.Karena tuan Arsen sudah pernah menegaskan pada saya,jika tidak boleh menutupi apa pun darinya,terutama sesuatu hal yang jahat." jelas Jeremy panjang lebar.


"Tapi kan tidak tidak harus seperti itu..CK " gerutu Velyn sedikit kesal pada Jeremy.


Arsen pun bergegas menemui Zora yang berada dimeja kerjanya.Terlihat Zora tengah sibuk dengan pekerjaannya,tanpa merasa tidak terjadi apa pun yang sudah ia lakukan.


Arsen tanpa bicara apa pun langsung merampas berkas yang saat itu sedang dipegang oleh Zora dan membuangnya begitu saja.


Sontak membuat Zora terkejut dan menoleh ke arah Arsen.


"Tuan Arsen " seru Zora langsung beranjak bangkit.


"Bereskan semua barang-barang mu.Mulai saat ini aku tidak mau melihat mu dan segera pergi dari kantor ku." ucap Arsen dengan sorot mata yang tajam dan nada yang tegas.

__ADS_1


Bak seperti disambar petir,Zora pun syok saat mendengar ucapan Arsen.


"A..Apa??Tapi kenapa tuan??Apa salah saya?" tanya Zora dengan merasa tidak tahu apa-apa.


"Kau tanya apa salah mu??Apa sekarang ini kau sudah merasa hebat?Berani melukai Velyn.!!" sentak Arsen meluapkan emosinya pada Zora.


Zora pun langsung tertunduk takut dan tak berani menatap Arsen.


"Aku sudah pernah memperingati mu dengan tegas,tapi sepertinya kau sengaja ingin menentang ku.Segera angkat kaki mu dari sini,aku sudah muak melihat mu.!!" ucap Arsen menyuruh Zora untuk pergi.


Zora pun semakin panik dan mulai memasang wajah memelas.


"Berulang kali aku sudah katakan padamu,bahwa dia adalah wanita ku.Dan aku tidak akan membiarkan satu orang pun yang berani mengusiknya,termasuk diri mu.Jadi aku tidak akan segan-segan mengusir mu demi dia.!" jawab Arsen panjang lebar.


Velyn yang mengikuti Arsen dan menyaksikan amarah Arsen pada Zora.Ia pun merasa tidak enak hati,karena dirinya Zora harus menerima kemarahan yang dilampiaskan oleh Arsen.


Dan pada akhirnya Zora pun tidak lagi membela dirinya dengan melakukan protes apa pun pada Arsen.Ia lebih memilih menuruti perintah Arsen untuk pergi dari kantor sekaligus mengundurkan dirinya dari pekerjaan.


Walaupun sakit hati dan kecewa yang harus ia terima.Tapi karena perasaannya pada Arsen,ia harus menerimanya.

__ADS_1


Namun,rasa dendam yang menyelimuti hatinya saat ini karena Velyn.Membuatnya merasa tidak terima,sebab karena kehadiran Velyn.Membuat Zora harus kehilangan segalanya,termasuk untuk bisa terus berada disisi Arsen.


Setelah Zora pergi,Arsen pun kembali ke ruangannya.Dan diikuti oleh Velyn dan juga Jeremy.


Velyn terus memperhatikan Arsen dengan perasaan yang tidak tenang.Seakan ia ingin mencoba mengatakan sesuatu pada Arsen.


Jeremy yang seolah mengerti dengan gelagat tubuh Velyn.Memilih meminta ijin pada Arsen untuk keluar sebentar.


Velyn langsung merasa ada kesempatan untuk bicara pada Arsen.


"Tuan." panggil Velyn pada Arsen dengan pelan.


Arsen pun hanya melirik dingin ke arah Velyn.Membuat Velyn sedikit grogi dan takut untuk kembali bicara.


"Ada apa??Apa kau ingin mengatakan sesuatu" tanya Arsen menebak dan tetap fokus pada pekerjaan.


"Euh,iya ada sesuatu yang ingin aku katakan tuan." jawab Velyn.


"Katakan." tukasnya singkat.

__ADS_1


__ADS_2