
Disaat dirinya merasa tidak bisa tidur karena tidak tenang Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang berbunyi dari luar.Velyn pun langsung beranjak bangun dan berjalan ke arah pintu.Sesaat ia pun mengintip dari balik kain jendela,dengan niat ingin tahu siapa yang datang.
Hah??Tuan Arsen?Mau apa lagi dia malam-malam datang kesini?Apa dia tidak bisa membedakan jam kerja dengan jam istirahat? gumamnya sejenak.
Tok..Tok..
Pintu itu pun terus terdengar,sebab Velyn belum juga membuka pintu tersebut.
Velyn hanya bisa menghela nafas dan terpaksa membukakan pintu tersebut.
Ia pun langsung menatap datar saat Arsen sudah berdiri tepat dihadapannya.
"Maaf aku menganggu waktu mu gadis kecil." ujarnya.
Sesaat Velyn pun melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 11 malam.
"Kalau tuan sudah tahu menganggu,kenapa tuan masih datang?" tanya Velyn yang secara tidak langsung menyindir Arsen.
__ADS_1
"Kau tidak suka aku datang kesini?" tanya Arsen.
"Bukan tidak suka,tapi apa anda tidak lihat jam?Ini sudah hampir tengah malam tuan.Apa anda segabut itu sampai harus ke rumah ku jam segini?" sindir Velyn lagi.
"Gabut?Aku tidak paham.Aku kesini bukan cuma untuk menganggu waktu mu.Tapi aku butuh kau untuk menemani ku makan pizza." ujar Arsen yang dengan santainya memasuki rumah Velyn sembari membawa sebuah kotak yang berisikan pizza.
Velyn hanya bisa menghela nafas melihat sikap Arsen yang selalu maunya sendiri.
Kalau tidak ingat kau bos ku,mungkin aku pasti sudah akan menendang mu tuan. batin Velyn dalam hatinya.
"Kau kenapa tidak makan?Apa kau tidak suka pizza?" tanya Arsen sesaat melirik ke arah Velyn.
"Sebenarnya aku masih kenyang tuan.Apa lagi melihat anda sangat lahap makannya.Aku jadi semakin kenyang." jawab Velyn yang belum mau memakan pizza tersebut.
"Tenang saja,setelah aku menghabiskan pizza ini aku akan segera pulang.Kau jangan khawatir aku akan menginap disini." ucap Arsen memberitahu Velyn.
"Jadi makan lah sebelum dingin.Dan hargai makanan yang sudah ku beli untuk mu." timpalnya sembari menyuapkan pizza tersebut ke arah mulut Velyn.
__ADS_1
Sesaat Velyn pun merasa haru melihat tindakan Arsen yang mau menyuapi pizza tersebut ke mulutnya.Layaknya seorang kekasih yang menunjukkan rasa perhatiannya.Velyn pun langsung membuka mulut dan menerima suapan pizza tersebut.
"Bagaimana?Enak bukan?" tanya Arsen meminta pendapat tentang rasa pizza tersebut.
Velyn pun mengangguk sambil tersenyum. "Tuan,bolehkah aku bertanya sesuatu pada anda?" tanya Velyn.
"Soal apa?Tanyakan saja." tanya Arsen sambil tetap menikmati pizza tersebut.
"Bagaimana jika sebelumnya kita tidak pernah saling bertemu dan mengenal?" tanya Velyn dengan nada serius.
Sesaat Arsen pun melirik dan berhenti makan. "Apa maksud pertanyaan mu?Kenapa tiba-tiba kau bertanya begitu?" tanya Arsen balik yang juga serius.
"Ah,tidak aku cuma ingin tahu saja." ujar Velyn.
"Apa ada suatu yang menganggu pikiran mu?Apa kau merasa keberatan karena kita sudah saling bertemu dan mengenal?" tanya Arsen yang kini merasa curiga dengan pertanyaan Velyn.
"Tidak begitu tuan,aku cuma ingin tahu bagaimana hidup anda jika sebelumnya kita tidak saling bertemu dan mengenal."
__ADS_1