
Setelah pertemuan mereka,Velyn dan Shane pun berpamitan pulang.Sebelum pulang Velyn lebih dulu memeluk Zia dengan hangat.Zia langsung menerimanya dengan perasaan bahagia.Sebab,dia sudah lama tidak merasakan pelukan hangat dari seorang ibu.Dan pelukan Velyn dapat ia rasakan seperti memeluk mendiang ibu kandungnya.
"Tante pulang dulu ya,Jangan lupa banyak istirahat." ujar Velyn sebelum pamit pulang.
"Iya Tante..Terima kasih Tante sudah berkenan untuk bertamu ke rumah saya." ujar Zia dengan tersenyum.
Velyn pun membalasnya dengan tersenyum sambil mengusap rambut Zia.Velyn pun meninggalkan kediaman Zia.Sedangkan Shane sebelum mengikuti sang ibu,ia lebih dulu menatap Zia.
"Terima kasih karena kau sudah menerima kedatangan kami.Maaf kalau kamu menganggu waktu istirahat mu." ungkap Shane.
"Tidak apa-apa tuan.Justru aku merasa senang dan terhormat karena ibu anda mau datang ke rumah ku." ujar Zia.
"Kuharap,kau tidak terlalu lama berpikir untuk memberikan jawabannya.Dan jawaban mu sesuai yang ku harapkan.Karena aku benar-benar serius dengan niat ku." ungkap Shane lagi.
Zia mengangguk mengerti akan ucapan Shane.Shane akhirnya seraya pergi meninggalkan kediaman Zia.
Setelah Shane dan Velyn pergi,Zia langsung menutup pintunya dan ingin beristirahat.
Namun,baru melangkah menuju kamarnya.Terdengar suara ketukan pintu berbunyi.
Tok..Tok.
Zia pun sesaat berpikir sambil menebak.
Apakah mereka kembali lagi?? Batin Zia sesaat bingung.
Zia pun langsung membuka pintu rumahnya dan melihat siapakah yang datang.
Dan saat pintu terbuka,seseorang pun langsung mendorong tubuh Zia dengan cukup keras dan kasar.
Membuat Zia langsung kaget.Terlebih melihat seseorang yang mendorongnya ternyata Velita sang adik Shane.
"Ka..Kamu.-" seru Zia saat melihat Velita dengan tatapan yang begitu tajam.
Plak..
Velita langsung menampar wajah Zia dengan cukup keras.
__ADS_1
Membuat Zia kembali terkejut atas tindakan Velita.
"Ke..Kenapa kamu menampar ku?" tanya Zia yang bingung sambil memegangi pipinya.
"Kau tanya kenapa aku menampar mu?Itu karena kau manusia sampah yang tidak tahu diri.!!" bentak Velita dengan nada tinggi.
Zia seketika syok saat Velita membentak dirinya,yang bahkan menghina dirinya.
Disaat mobil Shane sudah melaju ditengah jalan,sesaat Velyn meminta Shane menghentikan mobilnya.
"Tunggu Shane.Tolong hentikan dulu mobilnya." ujar Velyn menyuruh Shane menghentikan mobilnya.
"Kenapa ma?" tanya Shane penasaran saat menghentikan laju mobilnya.
"Sepertinya kita harus kembali ke rumah Zia." ujar Velyn.
"Memangnya ada barang mama yang tertinggal?" tanya Shane.
"Bukan,tapi mama lupa memberikan hadiah ini untuknya." ujar Velyn menunjukkan sebuah kotak pada Shane.
"Kenapa tadi mama tidak berikan langsung pada Zia??" tanya Shane.
"Oke." jawab Shane langsung memutar balik mobilnya dan kembali ke arah rumah Zia.
"Memangnya apa salah ku??Aku tidak pernah menganggu mu." tanya Zia pada Velita.
"Kau tanya lagi apa salah ku?Manusia parasit seperti mu memang tidak tahu diri dan tidak tahu malu.Harusnya kau sadar,kau tidak pantas bersama kakak ku.!!Tapi kenapa kakak ku masih saja mengejar manusia sampah seperti mu.!" sentak Velita yang terus melampiaskan amarahnya pada Zia.
Hati Zia pun kembali merasa hancur dan sakit,setiap mendengar kata-kata tajam dan menghina dari mulut Velita.Ia pun berusaha menahan kesabarannya,karena mengingat Velita adalah adik Shane.
"Maaf,kamu sepertinya salah paham.Aku tidak pernah bermaksud untuk mendekati kakak mu."
"Aku tahu,makanya kau dengan tidak tahu malunya berada didekat kakak ku, karena kakak ku terus mengejar mu,'kan?Kau pikir kau pantas bisa masuk dalam keluarga kami yang kaya.!!" hardik Velita yang terus melampiaskan amarahnya pada Zia.
"Bukan,bukan seperti ini.Aku justru merasa sadar jika aku memang tidak pantas untuk kakak mu." ucap Zia yang berusaha menjelaskannya pada Velita.
Tapi Velita justru kembali menampar wajah Zia dan menarik rambut Zia.
__ADS_1
"Dengar gadis sampah.!!Ini peringatan terakhir mu.Segera menjauh dari kehidupan keluarga kami,terutama kakak ku.Atau aku akan..-"
"Atau apa??" sahut seseorang yang tiba-tiba datang dan menyela ucapan Velita yang belum sempat melanjutkan kata-katanya.
Seseorang itu pun tidak lain adalah Shane dan Velyn sang ibu.Shane langsung mendorong Velita dan menolong Zia dengan melindunginya.Zia hanya tertunduk dan diam tidak berkata apa pun.
"Ma..Mama,kak Shane.-" seru Velita yang langsung panik saat melihat mereka yang tiba-tiba muncul.Terlebih melihat raut wajah Velyn dan dan Shane yang tajam kearahnya.
"Keterlaluan kamu Velita.!!Apa seperti ini kelakuan kamu selama ini.!!Mama tidak pernah mengajarkan kamu bertindak kasar.!!" sentak Velyn langsung menegur Velita atas tindakannya yang sudah berbuat kasar pada Zia.
"Aku..Aku cuma kasih dia pelajaran ma..Supaya dia sadar,kalau dia tidak pantas masuk dalam keluarga kita.Dia cuma gadis miskin,yang cuma akan memanfaatkan kekayaan kita.!" ujar Velita mencoba membela diri dan meyakinkan Velyn.
"Sudah ku bilang,kau jangan coba mencampuri urusan ku.!! Kenapa kau harus bertindak arogan.!!" sentak Shane yang langsung melampiaskan emosinya pada Velita.
"Kakak mu benar,papa juga sudah mengingatkan mu untuk jangan ikut campur.Mama benar-benar kecewa dengan sikap mu.Ayo kita pulang,keterlaluan kamu.!!" hardik Velyn yang juga melampiaskan amarahnya pada Velyn.
Velyn pun tak berani menjawab dan hanya melirik tajam ke arah Zia.Ia pun terpaksa menuruti perkataan Velyn sang ibu.Sementara Shane mencoba menenangkan Zia yang terlihat syok.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Shane langsung mengkhawatirkan keadaan Zia.
"Aku baik-baik saja." jawab Zia sambil mengangguk.
"Maaf,aku sangat minta maaf atas tindakan adik ku.Aku tidak tahu kalau dia akan melakukan sejauh ini." ungkap Shane yang merasa tidak enak atas tindakan Velita.
"Tidak apa-apa..Aku mengerti yang dia lakukan." jawab Zia dengan nada pelan.
"Tapi ku harap kau tidak mendengarkan semua perkataannya.Tolong jangan pikirkan,karena dia sama sekali tidak ada hak untuk niat ku ini.Ku minta abaikan semua yang sudah ia katakan pada ku.Walau pun aku tahu itu menyakiti hati mu." ucap Shane mencoba memberi pengertian pada Zia.
"Iya,aku mengerti."jawab Zia sambil tersenyum palsu.
"Ya sudah,kau istirahat lah.Aku akan pulang dulu.Besok aku akan datang menemui mu lagi.Ku harap kau tidak menghindari ku karena kejadian ini."
"Iya,anda tenang saja.Aku mengerti." jawab Zia mengangguk.
Setelah Shane pergi,Zia pun menarik nafas panjangnya.Ia tak mengira jika Velita sang adik Shane,akan berbuat sejauh itu padanya.Yang bahkan dengan lantangnya menghina dirinya tanpa memikirkan perasaannya.
Kini pun ia dilanda kebingungan,bagaimana ia akan mempertimbangkan niat Shane yang sudah melamarnya,sebelum ia menerimanya.
__ADS_1
Menyadari Velita yang begitu menolak dan menentang dirinya yang hanya gadis miskin dan tidak pantas untuk Shane.