Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 108


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Zia seperti biasa melakukan pekerjaannya di kedai Farel.Ia begitu bersemangat dan sangat rajin.Karena mulai terbiasa melakukan setiap apa pun yang diperintahkan oleh Farel.Farel pun tampak begitu puas dengan pekerjaan Zia.Yang memang begitu cekatan dan tak pernah membuat kesalahan sedikit pun.


Disaat Zia tengah sibuk,tiba-tiba Shane pun datang bersama Fandi.


"Hei ."sapa Shane pada Zia sambil tersenyum.


Membuat Fandi pun langsung kaget,melihat sikap Shane yang tiba-tiba bersikap ramah pada Zia.Sebab Shane ternyata belum bercerita apa pun pada Fandi.Jika dia sudah berdamai dengan Zia.


Kenapa dengan dia??Apa aku tidak salah lihat? Gumam Fandi dalam hatinya.


Zia pun langsung menoleh. "Oh,hai." jawab Zia dengan nada yang biasa.


"Apa kau sibuk?" tanya Shane ingin tahu.


"Yah,aku sibuk karena aku sedang bekerja." jawab Zia.


"Oh begitu,tapi kalau aku mengajak mu untuk nonton apa kau bersedia?" tanya Shane ingin mengajak Zia.


"Hah??nonton?" tanya Zia kaget.


"Iya,aku berencana ingin mengajak mu nonton.Bagaimana?" tanya Shane lagi.


Fandi pun kembali kaget dengan ajakan Shane pada Zia.Sementara Farel hanya bisa memandangi mereka berdua dari kejauhan.


"Maaf,tapi aku tidak bisa.Ini masih jam kerja ku." jawab Zia langsung menolak ajakan Shane.


"Oh,soal itu kau tidak usah pikirkan.Serahkan semua padaku." ujar Shane langsung meninggalkan Zia dan berniat akan menemui Farel yang sedang berada dibelakang.


Zia dan Fandi pun hanya memandang bingung.


Dan tak berapa lama,ia pun kembali menemui Zia.


"Semua sudah ku bereskan.Ayo." ujar Shane langsung menarik tangan Zia untuk pergi.


"Ta..Tapi,aku harus ijin dulu pada bos ku." ujar Zia mencoba menahan dirinya.

__ADS_1


"Soal itu kau tenang saja,aku sudah bilang padanya.Jadi kau tidak perlu lagi ijin padanya." ujar Shane yang tetap menarik tangan Zia dan langsung pergi.


Farel pun tidak bisa menahan Zia untuk pergi.Karena Shane sudah membayar seluruh dagangannya.Dan bisa membuat Zia ijin pulang lebih awal.


Shane pun mengajak Zia menuju parkiran mobil.Dan Fandi hanya mengikutinya dari belakang.


Dan secara tidak sengaja Gretta pun melihat kebersamaan mereka dari kejauhan.


"Gretta,bukankah itu Shane??Tapi kenapa dia bersama gadis kedai itu?" sahut salah satu teman Gretta.


"Entah lah,aku juga tidak tahu." jawab Gretta langsung kesal.


"Wah,sepertinya gadis itu semakin berani mendekati Shane.Apa kau akan tinggal diam begitu saja Gret?"ujar temannya yang sengaja menghasut pikiran Gretta.


Gretta pun hanya diam dan memandang tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.Seakan dia sedang menahan amarahnya.Melihat Shane menggandeng tangan Zia.Terlebih ia merasa kesal pada Zia.Yang dalam waktu singkat mudah sekali berada didekat Shane.Dibandingkan dirinya yang sulit dan selalu menerima penolakkan tegas dari Shane.


Sesampainya di mobil,sebelum Shane memasuki mobil.Shane pun menoleh kearah Fandi.


"Kau jangan ikut." ujar Shane melarang Fandi untuk tidak ikut.


"Kenapa?" tanya Fandi heran.


Fandi pun langsung mendengus dengan tatapan datar.


"Sudah punya mainan baru,kau langsung membuang ku?Bocah sialan." gerutu Fandi sambil mengumpat dan pergi.


Sementara Shane hanya tersenyum lebar melihat Fandi yang menuruti perkataannya.


*


*


Setibanya di bioskop,Shane pun langsung menggandeng tangan Zia untuk memasuki ruangan teater.Zia pun sesaat tercengang melihat tindakan Shane yang tiba-tiba menggandeng tangannya.Seakan Shane menggandeng tangannya layaknya seorang kekasih.


Sementara Shane tampak begitu senang bisa mengajak Zia nonton bersamanya.Seperti tidak pernah direncanakan,tapi ia begitu bahagia karena Zia menerima ajakannya.


...****************...

__ADS_1


Selesai nonton,Shane pun mengajaknya makan malam dan mengantarkan Zia pulang ke rumah.Setelah Shane meninggalkan rumah Zia,Zia pun langsung disambut oleh Zevana dengan tatapan ketus sambil melipatkan kedua tangannya.Bagaimana tidak,ia merasa iri melihat Shane bisa mengantarkan Zia pulang sampai ke rumah.


"Jam segini kau baru pulang kak?" tanya Zevana.


"Iya..Apa kamu sudah makan?" jawab Zia dan bertanya.


"Tidak perlu tanyakan soal itu.Kenapa pria itu bisa mengantar mu pulang?Apakah hubungan kalian sudah semakin dekat?" tanya Zevana seakan sedang mengintrogasi Zia sang kakak.


"Tidak..Dia hanya mengajak ku nonton saja." jawab Zia.


"Apa dia mengajak mu nonton,tanpa kau mengajak ku?" tanya Zevana kaget.


"Maaf Zevana,dia tiba-tiba mengajak ku.Jadi ini bukan direncanakan." jelas Zia.


"Tapi tetap saja aku tidak terima.!Kenapa kau mudah sekali dekat dengan pria itu?Sementara aku yang ingin berusaha mendekatinya tidak semudah itu." protes Zevana yang tidak terima dan marah.


"Kenapa kau harus marah Zeva??Kan aku sudah bilang,ini tidak direncanakan.Jadi aku tidak tahu dia tiba-tiba mengajak ku pergi.Dan aku tidak berniat untuk mendekatinya.Tapi dia sendiri yang justru mendekati ku." jelas Zia panjang lebar.


"Kalau begitu kau harus bantu aku untuk bisa dekat dengannya kak.!!Aku sangat suka pria itu,apa lagi dia pria tampan dan kaya.Kapan lagi aku bisa berpacaran dengan pria seperti dia " ujar Zevana yang terlalu berambisi.


Zia langsung menatap heran dan aneh dengan niat Zevana.


"Maaf Zeva..Aku tidak bisa melakukan itu.Jika kau menyukai pria itu dekati secara baik-baik.Jika dia menyukai mu dia juga pasti akan mendekati mu.Dan niat lah dengan niat yang baik,jangan niat buruk hanya karena kedudukan yang dia miliki." ucap Zia menasehati Zevana sang adik.


"Kau tidak perlu menasehati ku kak.Aku tahu apa yang terbaik untuk ku.Kalau kau tidak mau membantuku,tidak apa-apa.Aku akan melakukannya sendiri sebelum kau mendapatkannya." ucap Zevana memberi peringatan dengan tegas dan langsung pergi.


Zia pun seketika menarik nafas panjangnya.Melihat sikap Zevana yang semakin berlebihan.Tak terpikirkan jika Zevana akan berniat bersaing dengannya.Yang padahal Zia tak pernah ingin berniat mendekati atau pun memiliki Shane sebagai seorang kekasih.Sebab dia sadar jika dirinya bukan lah siapa-siapa.


...****************...


Keesokan harinya..


Ketika Zia baru saja sampai di kampus Shane dan akan menuju kantin.Tiba-tiba saja ia dihadang oleh beberapa siswi yang menghalangi jalannya.Dan mereka pun menatap sinis ke arah Zia.


Zia pun hanya memandang bingung dengan siswi yang ternyata sempat mendatangi nya dan berniat akan mencari masalah dengannya.


"Kalian mau apa?" tanya Zia sambil menatap cemas.

__ADS_1


Salah satu siswi itu pun masih tersenyum sinis kearah Zia dan tatapannya berubah menjadi tajam.


__ADS_2