
Saat jam kerja telah usai,Velyn pun bersiap-siap akan pulang.Sebelum akan pulang,terdengar suara panggilan masuk dari ponselnya.
Velyn langsung menerima panggilan tersebut yang ternyata adalah Arsen.
"Halo." sahutnya.
"Aku akan menjemputnya,kau tunggu lah didepan kantor.Jangan pergi kemana pun." ujar Arsen langsung menutup panggilannya.
Velyn hanya bisa menggelengkan kepalanya."Orang ini selalu saja seenaknya." ujarnya bicara sendiri.
Setelah menerima panggilan,Velyn langsung bergegas meninggalkan kantor.Ia pun berjalan menuju keluar area kantor.Dan menunggu Arsen di pinggir jalan yang akan menjemputnya.
Alethea yang sedang dalam perjalanan,tanpa sengaja melihat Velyn tengah berdiri menunggu sambil memainkan ponselnya.
"Tolong berhenti dulu pak." sahut Alethea menyuruh sang sopir pribadi untuk menghentikan laju mobilnya.
Sang sopir pun langsung menurutinya dan memberhentikan laju mobilnya.Sesaat Alethea memperhatikan Velyn dari jarak jauh.
Dan tak berapa lama sebuah mobil hitam pun berhenti tepat di sebrang saja.Mobil itu tidak lain adalah mobil Arsen sendiri.
Sesaat Arsen menghubungi Velyn kembali.
"Aku sudah sampai tapi mobil ku berada di sebrang jalan.Kau tunggu disitu,aku akan berjalan ke tempat mu." ujar Arsen saat menghubungi Velyn.
"Tidak usah tuan,biar aku saja yang ke situ.Anda tunggu saja di mobil." jawab Velyn menolak Arsen untuk menjemputnya.Karena ia tidak mau merepotkan Arsen.
"Apa kau yakin?" tanya Arsen memastikan lagi.
"Iya tuan,aku juga bukan gadis manja." jawab Velyn langsung menutup panggilannya.
Mau tidak mau Arsen pun menuruti kemauan Velyn dan menunggunya dari dalam mobil.
Velyn pun langsung berjalan menuju ke arah mobil Arsen yang berada di sebrang jalan.
Sedangkan Alethea seakan langsung menemukan rencana jahat untuk mencelakai Velyn.
"Jalankan mobilnya pak dan tabrak gadis yang akan menyebrangi jalan itu." ujar Alethea memberi perintah pada sang sopir.
__ADS_1
"Tapi nona,kenapa harus menabrak gadis itu??Ini akan jadi masalah." jawab sang sopir yang justru menolak perintah Alethea.Karena tidak mau terlibat masalah,terlebih yang akan berurusan dengan pihak polisi.
"Sudah lakukan saja.!!Jangan membantah perintah ku pak.!" sentak Alethea dengan nada tinggi dan tetap memaksa sang sopir untuk melaju kan mobilnya ke arah Velyn.
Sang sopir akhirnya dengan berat hati menuruti perintah Alethea daripada ia akan kehilangan pekerjaan.Sang sopir langsung melajukan mobilnya secara kencang ke arah Velyn.
Velyn yang akan menyebrangi jalan,tak menyadari jika mobil Alethea sedang melaju kencang ke arah nya.Saat ia akan menoleh dan belum sempat akan menghindar.
Bruak...
Terdengar suara mobil yang menabrakkan tubuh Velyn hingga membuatnya terlempar dengan jarak yang cukup jauh.
Dan mobil Alethea pun dengan cepat langsung melaju pergi meninggalkan keadaan Velyn yang sudah tertabrak dan tak berdaya.
Arsen yang baru menyadari akan suara benturan keras,membuatnya langsung keluar dan seketika mematung.Kala melihat gadis yang dicintainya kini tergeletak tak berdaya dengan kondisi tubuh dan kepala yang berlumuran darah.
"Velyn..!!!" teriak Arsen histeris.
...****************...
Rumah sakit..
Ia begitu bodoh dan menyalahkan dirinya.Karena tidak bisa melindungi Velyn dari bahaya.Tak mengetahui jika Velyn akan mengalami insiden kecelakaan yang begitu tragis.Ia pun tidak akan bisa memaafkan dirinya yang sudah gagal menjaga gadis yang amat sangat dicintainya.
Jeremy yang baru datang,langsung menghampiri Arsen.Yang tengah duduk dilantai dengan kepala menunduk.
"Tuan." panggil Jeremy dengan nada prihatin.
Arsen hanya menoleh sesaat dan kembali menundukkan kepalanya.
"Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa nona Velyn." ucap Jeremy turut bersedih.
"Bodohnya aku karena tidak bisa melindunginya.Sekarang dia harus merasakan rasa sakit yang tidak bisa ku lihat.Kenapa itu harus terjadi padanya??Kenapa aku bisa gagal menjaganya.." ungkap Arsen yang menyalahkan dirinya.
"Tuan harus sabar,saya yakin nona Velyn dapat melewati ini semua.Nona Velyn adalah gadis yang kuat." ucap Jeremy mencoba menguatkan dan memberi semangat pada Arsen.
"Yah,apa pun akan ku lakukan untuknya,meski nyawa harus taruhannya."
__ADS_1
"Yang terpenting kita bantu doa saja tuan,Tuan jangan menyalahkan diri karena ini bukan kesalahan tuan." ucap Jeremy.
"Iya..Cari tahu siapa yang sudah melakukan ini pada Velyn.Cari sampai ketemu dan bawa dia ke hadapan ku sebelum aku membuatnya membusuk di penjara." tukas Arsen memberi perintah pada Jeremy.
"Baik tuan,saya mengerti." jawab Jeremy langsung mengangguk menuruti perintah Arsen.
Tak berapa lama,sang dokter yang menangani Velyn pun keluar.Arsen dengan cepat bangkit dan menghampiri sang dokter.
"Bagaimana dok?" tanya Arsen dengan perasaan yang tidak sabar.
Sang dokter pun sesaat menarik nafas panjang sambil menatap Arsen.
"Kondisinya cukup memperihatinkan,karena kondisinya cukup parah dan banyak mengeluarkan darah.Pasien saat ini membutuhkan transfusi darah.Yang kebetulan di rumah sakit kami sulit untuk mendapatkan golongan darah yang seperti pasien miliki." jelas sang dokter.
"Memangnya golongan darah apa yang dia butuhkan dok?" tanya Arsen penasaran.
"Golongan darah AB,yang memang sedikit langka orang memilikinya.Itu sebabnya di rumah sakit kami sulit memiliki stok dengan golongan darah AB." jelas sang dokter lagi.
"Jika pasien tidak segera mendapatkan transfusi darah itu,kemungkinan terburuknya nyawa pasien tidak bisa diselamatkan." timpal sang dokter.
Seketika membuat Arsen langsung lemas,karena ia menyadari jika dirinya tidak memiliki golongan darah yang sama dengan Velyn.Sesaat Arsen pun menoleh kearah Jeremy.
"Bagaimana dengan mu?Apakah kau memiliki golongan darah yang sama?" tanya Arsen pada Jeremy.
Jeremy pun langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Maaf tuan,golongan darah saya O jadi tidak sama." jawab Jeremy.
Arsen langsung menarik nafas panjangnya.
"Dokter,lakukan apa pun untuk dia.Berapa pun aku akan membayar rumah sakit ini.Asal kalian harus selamatkan wanita ku.!!" sentak Arsen yang mulai tak bisa mengendalikan emosinya.
Jeremy pun langsung mencoba menenangkan Arsen yang takut akan melampiaskan amarahnya pada sang dokter.
"Tuan,tenang lah.Pasti ada jalan keluarnya untuk nona Velyn." ucap Jeremy.
"Bagaimana bisa aku tenang,jika Velyn sedang berjuang sendiri untuk bisa hidup?Sementara aku tidak bisa berbuat apa pun untuknya.!!" jawab Arsen masih tidak bisa mengendalikan amarahnya.
Ia seakan tidak terima jika dirinya tidak bisa berbuat apa pun untuk menyelamatkan nyawa Velyn.Ia pun merasa tidak berguna untuk orang yang dicintainya.
__ADS_1
"Saya tahu tuan,tapi tuan harus tetap tenang.Dokter juga akan berusaha melakukan sebisa mereka." tukas Jeremy yang tetap berusaha menenangkan Arsen.
Namun,disela mereka saling berdebat tiba-tiba saja.