Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 36


__ADS_3

Setelah memasuki area rumah sakit,Velyn bergegas menuju kamar dimana Samuel dirawat.


Namun,saat memasuki kamar tersebut.Velyn justru tak melihat keberadaan Samuel diatas ranjangnya.Velyn pun sedikit bingung dengan keberadaan Samuel yang tidak ada.


Velyn langsung keluar dari kamar tersebut,dan tanpa sengaja melihat seorang perawat yang berjalan melaluinya.


"Suster,maaf saya menganggu waktu anda." ujar Velyn saat memanggil sang perawat.


Sang perawat sesaat pun berhenti dan menoleh ke arah Velyn.


"Iya tidak apa-apa nona.Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang perawat.


"Anu..Pasien yang ada dikamar ini kemana ya??Kenapa saya tidak melihatnya?" tanya Velyn.


"Sudah keluar dari rumah sakit ini tadi pagi." jawab sang perawat.


Velyn seketika kaget saat tidak mengetahui jika Samuel ternyata sudah keluar dari rumah sakit.


Ia pun meninggalkan rumah sakit,dan sesaat termenung memikirkan Samuel.


Apakah dia pulang ke rumah?kenapa aku tidak tahu jika dia sudah keluar dari rumah sakit ini?Lalu bagaimana aku akan pulang kalau dia sudah di rumah? batin Velyn yang mulai khawatir.

__ADS_1


Karena sebenarnya dia memang tidak mengetahui jika ternyata Samuel sudah lebih dulu keluar dari rumah sakit tanpa diberitahukan padanya oleh pihak rumah sakit.


Velyn kini bergegas kembali ke kantor,sebelum Arsen tiba di kantor.Sebab ternyata ia sengaja pergi tanpa sepengetahuan Arsen.Karena jika Arsen mengetahuinya,jelas Velyn tidak akan bisa diam-diam pergi untuk menemui Samuel.


Saat tiba di kantor,sayangnya nasib beruntung sedang tidak berpihak padanya.


Ketika Velyn akan memasuki ruangan Arsen dengan perlahan dan mengendap.Velyn tidak menyadari jika Arsen sudah berada dibelakangnya bersama Jeremy.


"Kau sedang mencari sesuatu gadis kecil?" sahut Arsen dengan nada dingin


Sontak membuat Velyn kaget dan menoleh reflek ke arah Arsen.


Velyn hanya bisa tersenyum kaku saat Arsen sudah berdiri tepat dihadapannya dengan tatapan yang menakutkan.


Pletak..


"Akh.. Sakit." lirih Velyn sambil mengusap dahinya.


Jeremy yang melihat hanya bisa tersenyum tipis tanpa sepengetahuan mereka.


"Kenapa tuan menyentil dahi ku?Sakit." tanya Velyn masih mengusap dahinya.

__ADS_1


"Siapa yang sudah membiarkan mu keluar dari tempat ini tanpa seijinku?" tanya Arsen sengaja ingin mengingatkan Velyn.


"A..Aku hanya keluar sebentar tuan.Hanya beli makan siang." jawab Velyn terpaksa berbohong.


"Lalu dimana makanan mu?" tanya Arsen sambil menatap datar kearah Velyn.


Velyn seketika menjadi gugup dan salah tingkah.Ternyata alasan saja tidak membuat Arsen percaya begitu saja.


"Euh..Makanan nya sudah kuberikan sama pengemis." jawab Velyn kembali berbohong.


"Pengemis??"


"Iya pengemis tuan.Tadi sebelum aku tiba di kantor,aku tidak sengaja bertemu pengemis tuan.Karena aku kasihan jadi aku langsung berikan makan siang ku pada pengemis itu." jelas Velyn panjang lebar dengan sengaja mengarang cerita.


"Oh begitu.Jadi kau merasa kasihan?"


"I..Iya tuan." jawab Velyn sesaat menunduk karena tidak berani melihat wajah Arsen.


Namun..


Arsen justru tiba-tiba mengapit bibir Velyn sedikit kuat,yang bibirnya pun terlihat seperti ikan louhan.Hingga membuat Velyn kembali meringis kesakitan.

__ADS_1


"Adeuh..Adeuh.. sakit tuan,lepaskan tangan mu dari bibir ku.!" sahut Velyn langsung panik saat Arsen mengapit bibirnya.


Arsen pun melepaskan tangannya dari bibir Velyn.


__ADS_2