
"Maaf,apakah bisa kau tidak terus bertemu dengan ku?" tanya Zia langsung mengalihkan pembicaraannya.Dan dengan nada yang serius
Membuat Shane pun langsung kaget dengan ucapan Zia.
"Kenapa kau bicara begitu?Apa kau membenci ku?" tanya Shane ingin tahu.dan bingung.
Zia pun langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan."Bukan,aku cuma tidak ingin kau terlalu sering bertemu dengan ku.Jadi tolong mulai hari ini kita jangan terlalu sering bertemu." jelas Zia panjang lebar.
"Zia..Sebenarnya aku sudah tahu apa yang terjadi padamu.Tapi ku minta tolong jangan khawatir kan apa pun.Aku akan membereskan semuanya.Bahkan aku akan membuat dia berlutut dihadapan mu untuk minta maaf." ujar Shane meyakinkan Zia.
"Jangan..Justru aku tidak mau melibatkan mu.Anggap saja ini memang kesalahan ku,karena aku tidak tahu dirinya berani dekat dengan orang seperti mu.Siapa pun yang melihat pasti tidak akan terima.Jadi aku tidak mau memperpanjang masalah ini.Ku mohon." ujar Zia panjang lebar.
Shane pun langsung mendengus dengan kecewa.Karena Zia seakan meragukan dirinya yang berniat ingin membela dan memberi hukuman pada Gretta yang sudah ia ketahui dari Fandi.
Back :
Setelah mendengar semua obrolan Gretta,Fandi pun mencari keberadaan Shane yang ternyata sudah berada didalam kelas.
Ia pun bergegas menghampirinya dan duduk dihadapan Shane.
"Aku punya berita penting." ujar Fandi.
"Soal apa?" tanya Shane sambil memainkan ponselnya.
"Kau tahu,Gretta sudah melakukan hal gila pada gadis mu itu."ujar Fandi memberitahu Shane.
"Maksud mu?" tanya Shane langsung penasaran dengan ucapan Fandi.
"Perempuan gila itu sudah membully gadis itu.Yang tanpa sengaja ku dengar,Gretta menendang perut gadis itu berulang kali." jelas Fandi panjang lebar.
"Apa?Beraninya perempuan sialan itu menyentuh Zia??!" seru Shane langsung kaget dan meradang.
"Yah,tapi aku tidak tahu itu benar yang dikatakannya atau tidak.Lebih baik kau lihat dulu saja keadaan gadis itu."ujar Fandi menyarankan Shane.
Tanpa berkata apa pun,Shane langsung bangkit seraya pergi dan meninggalkan Fandi begitu saja.
Dan disaat bersamaan lah,Shane melihat Zia sudah dalam keadaan pingsan.
*
__ADS_1
*
Disela obrolan mereka,Farel pun memasuki kamar perawatan dimana Zia saat ini dirawat.Seketika membuat Zia dan Shane pun langsung menoleh.
"Maaf aku menganggu kalian." ujar Farel.
"Tidak apa-apa kak,kakak sama sekali tidak menganggu." ujar Zia langsung mempersilahkan Farel masuk.
Farel pun menghampiri Zia. "Bagaimana dengan kondisi mu?Apakah sudah lebih baik?"tanya Farel ingin tahu.
"Yah,aku sudah lebih baik kak.Terima kasih kakak sudah merepotkan kakak,karena aku harus jatuh pingsan." ungkap Zia yang merasa bersalah.
"Hal itu kau tidak perlu pikirkan.Hang terpenting jika terjadi sesuatu padamu,kau harus cepat memberitahu ku.Aku adalah orang yang pastinya akan bertanggung jawab penuh untuk mu.Karena kau bekerja padaku." ujar Farel panjang lebar dan ternyata juga mengkhawatirkan keadaan Zia.
Sementara Shane hanya bisa mendengar apa yang sudah mereka bicarakan.Zia yang menyadari langsung menoleh ke arah Shane.
"Sebaiknya kau pulang saja.Terima kasih karena kau juga sudah menolong ku." ucap Zia yang secara tidak langsung menyuruh Shane untuk pergi.
Shane pun langsung menarik nafas panjang dan segera bangkit dari tempat duduknya.Sebelum pergi ia pun menatap Zia dengan penuh kecewa
Ia tak menyangka jika Zia akan bersikap seolah tidak memperdulikan dirinya yang sudah menolong dirinya.Dan secara tidak langsung mengusir dirinya yang dianggapnya tidak ingin diganggu.
"Apa aku boleh bertanya?" tanya Farel.
"Iya,silakan kak." jawab Zia mengangguk.
"Apakah pria itu ada hubungan dengan mu?" tanya Farel.
"Tidak,kami hanya bertemu secara tidak sengaja." jawab Zia memberitahu.
"Lalu,kenapa sepertinya dia sedang mengejar mu??Bahkan dia begitu panik saat melihat mu jatuh pingsan." ujar Farel menceritakan Shane saat menolong Zia sebelumnya.
"Aku juga tidak tahu kak.Yang jelas aku tidak ingin selalu bertemu dengannya.Aku tidak mau menimbulkan masalah yang tidak pernah aku ingin kan." jelas Zia.
"Apa kau punya masalah dengannya?"
"Tidak juga." jawab Zia singkat.
"Oh begitu..Maaf kalau pertanyaan ku sudah lancang.Aku hanya sedikit mengkhawatirkan keadaan mu." ungkap Farel.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kak.Tapi,ada satu hal yang ingin ku sampaikan pada kakak."
"Tentang apa?" tanya Farel langsung penasaran.
...****************...
Keesokan harinya..
Ketika Gretta sedang berkumpul dengan teman-temannya di kantin sambil menikmati minuman yang dia beli.Tiba-tiba saja seseorang datang dan langsung merebut minuman yang ada di tangan Gretta.Dan tanpa basa basi lagi,seseorang itu langsung menyiramkan minuman tersebut ke arah wajah Gretta.
Byuarr..
Sontak membuat Gretta kaget dan langsung bangkit dari tempat duduknya dengan reaksi yang panik.
"Shane..Apa yang kau lakuka?Apa kau sudah gila.!!" sentak Gretta pada Shane yang ternyata sengaja menemui Gretta.
Brak..
Shane langsung menggebrak meja dengan cukup kuat.Membuat Gretta Kemabli terkejut,bahkan para siswa yang berada di kantin pun ikut terkejut dan memandangi apa yang sudah dilakukan Shane pada Gretta.
"Kau lah sebenarnya perempuan gila.!!Kau tidak melihat kau sebagai wanita,mungkin saat ini juga aku sudah menghabisi mu perempuan sialan.!!" bentak Shane dengan nada tinggi dan melampiaskan seluruh amarahnya pada Gretta.
"Memangnya apa salah ku??Kenapa kau tiba-tiba melampiaskan emosi mu padaku??" tanya Gretta bingung dan tidak mengerti.
"Jangan berpura-pura jadi orang yang bodoh perempuan ja*ang.!!Segera kau keluar dari kampus ini,atau aku akan membeberkan semua kelakuan mu yang sudah kau lakukan pada gadis itu.!!" ungkap Shane langsung menyinggung apa yang terjadi pada Zia karena ulahnya.
"Bagaimana kalau aku menolak?Kau tidak punya hak mengusir ku dari kampus ini.!!Dan gadis itu,memang pantas mendapatkan apa yang sudah seharusnya dia dapatkan.Karena dia gadis yang tidak tahu diri yang berani mendekati mu.!!" jawab Gretta dengan nada yang lantang dan menolak dengan ancaman Shane.
Shane pun langsung membalikkan meja tersebut yang ada dihadapan Gretta dan teman-temannya.
Seketika membuat mereka kembali terkejut dan bahkan memilih meninggalkan Gretta sendirian karena merasa takut melihat kemarahan Shane.
Tapi Gretta justru tidak merasa takut dan menantang Shane dengan tatapan tajam.
"Kalau kau menolak untuk keluar dari sini,akan ku pastikan kau akan berakhir dipenjara.Jangan pikir kau bisa lolos begitu saja perempuan sialan.!!" pekik Shane masih melampiaskan emosinya.
"Silahkan saja,aku tidak takut.Justru kau yang akan menyesal karena sudah memihak gadis sialan itu.!!" jawab Gretta yang terus menantang Shane.
Shane pun menunjuk kearah Gretta dan berjalan mundur seraya akan pergi.Sebab dia tahu yang dihadapinya seorang wanita.Yang dia tidak mau melampiaskan amarahnya dengan bertindak kasar.Terlebih posisinya sekarang berada didalam kampus.
__ADS_1