Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 77


__ADS_3

Arsen langsung menatap bingung,kala melihat seseorang yang ternyata tak asing datang ke rumah Velyn.


"Bukankah anda tuan Lewis." seru Arsen yang langsung mengenali Lewis sebagai putra pemilik perusahaan dimana Velyn saat ini bekerja ditempatnya.


Lewis pun justru sebaliknya yang tak mengenali Arsen. "Maaf,anda siapa?" ujar Lewis yang bingung.


Merasa mendengar suara Lewis,Velyn pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri kedua pria yang sedang saling bertatap muka.


"Hah??Tuan CEO." seru Velyn yang kaget melihat kedatangan Lewis.


Lewis pun langsung menoleh ke arah Velyn,begitu juga dengan Arsen.


"Hai,nona Velyn." sapa Lewis langsung tersenyum kearahnya.


"Ke..Kenapa tuan bisa kesini?Darimana anda tahu alamat rumah saya?" tanya Velyn yang seketika bingung dan heran.


"Ceritanya panjang,aku kesini karena khawatir mendengar kau masuk rumah sakit kemarin.Dan maaf,aku baru sempat menjenguk mu."jelas Lewis panjang lebar.


"Oh,iya tidak apa-apa tuan.Justru ini suatu kehormatan untuk saya,karena tuan mau jauh-jauh datang ke rumah saya yang kecil ini." ujar Velyn langsung menunjukan senyuman lebar saat Lewis datang untuk menjenguknya.


Namun,Arsen justru menatap datar ke arah Velyn.Seolah ia tidak suka dengan sikap Velyn yang menurutnya terlihat berlebihan.


"Lalu,kalau aku boleh tahu siapa pria ini?Sepertinya dia mengenalku?"tanya Lewis pada Velyn dan tidak bertanya langsung pada Arsen.


Sebelum Velyn akan menjawab,Arsen langsung merangkul pundak Velyn kedalam dekapannya.


"Aku adalah calon tunangannya sekaligus calon suaminya.Dan namaku adalah Arsenio yang sebelumnya asisten ku sempat menemui mu untuk membuat janji pertemuan kita Minggu depan tuan Lewis." ungkap Arsen dengan cepat menjawabnya dan mengungkapkan hubungannya dengan Velyn.Sekaligus menjelaskan janji yang akan mempertemukan mereka Minggu depan untuk hubungan bisnis.


Seketika membuat Lewis pun langsung teringat pada Jeremy.Yang memang sempat menyebutkan nama Arsen untuk membuat janji bertemu.


"Ah begitu,ya aku baru ingat.Senang bertemu dengan mu tuan Arsen.Aku tidak mengira jika kita bisa bertemu lebih cepat dan secara kebetulan disini." ujar Lewis meyambut perkenalannya dengan senang hati.Dan sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Arsen.


Arsen pun membalasnya sambil tersenyum.


"Karena sepertinya aku menganggu waktu kalian,lebih baik aku pulang saja." ujar Lewis yang akan berpamitan pulang.

__ADS_1


"Kenapa cepat sekali tuan?Tuan bahkan belum masuk dan aku juga belum menyuguhkan minuman untuk anda."sahut Velyn merasa tidak enak jika Lewis akan langsung pulang.


Arsen pun langsung menoleh dengan mata mendelik ke arah Velyn.Seolah ia tidak mau jika Velyn mempersilahkan Lewis untuk bertamu di rumahnya.Karena ia merasa keberatan dan kedatangan Lewis hanya dianggap penganggu.


"Tapi aku merasa tidak enak jika menganggu waktu kalian nona Velyn." ujar Lewis.


"Tidak apa-apa tuan.'Kan tadi saya sudah bilang ini suatu kehormatan buat saya,karena tuan sudah repot-repot datang untuk menjenguk ku.Ayo,silahkan masuk tuan.Kebetulan kami juga baru akan mulai makan malam.Sekalian saja kalau begitu." jawab Velyn yang merasa tidak keberatan mempersilahkan Lewis untuk masuk dan makan malam bersama.


"Kalau begitu aku terima ajakan mu.Maaf merepotkan mu." jawab Lewis tersenyum dan langsung memasuki rumah Velyn.


Velyn pun mengikuti Lewis dari belakang.Tapi,Arsen justru sesaat menahan tangan Velyn dan menatap ketus pada Velyn.


"Apa?" tanya Velyn dengan polosnya.


"Kenapa kau biarkan dia masuk?Bahkan kau mengajaknya makan bersama kita?Apa kau sengaja?" tanya Arsen mencurigai Velyn.


"Dia adalah atasan ku tuan,tidak ada salahnya jika aku mengajaknya makan bersama kita.Lagi pula hargai orang yang sudah berniat baik menjenguk kita.Jangan bersikap sombong." jelas Velyn meninggalkan Arsen sendirian.


Arsen pun langsung mengernyitkan alisnya keatas. "Jadi maksud dia aku sombong begitu?" tanyanya pada diri sendiri.


Velyn langsung mengajak Lewis menuju meja makan dan membantu menghidangkan makanan untuk Lewis.Arsen hanya bisa menatap datar ke arah Velyn.Karena Velyn lebih mengutamakan melayani Lewis dibanding dirinya sebagai tunangannya.


"Wah,terima kasih untuk hidangan makan malamnya Velyn.Aku sangat terkesan dengan sambutan mu.Seharusnya kau tidak perlu repot-repot melakukan ini." ucap Lewis yang merasa terkesan.


"Tapi sebenarnya kau merepotkan."sahut Arsen dengan nada pelan.


Membuat Velyn yang mendengar langsung menyenggol kaki Arsen.Membuat Arsen langsung menoleh ke arah Velyn.


"Saya tidak merasa repot tuan.Lagi pula ini hanya hidangan junkfood.Saya harap tuan bisa menikmatinya." jawab Velyn sambil tersenyum.


Arsen pun menatap datar ke arah Velyn.


Apa dia pikir makanan ini makanan kaki lima?Gampang sekali dia mengatakan hanya junkfood. Gerutunya dalam hati.


Setelah menikmati makan malam,sesaat Lewis memandang Arsen yang sejak tadi bicara apa pun padanya.

__ADS_1


"Tuan Arsen,mengenai pertemuan kita Minggu depan.Apakah ini berkaitan dengan kerja sama dalam bisnis perusahaan?" tanya Lewis membuka topik obrolan.


"Yah,jika kau bersedia bekerja sama dengan perusahaan ku."jawab Arsen dengan datar.


"Ah,baik lah.Kalau begitu Minggu depan aku akan mengatur jadwal ku lagi untuk kita bertemu lagi.Kuharap ini menjadi awalan yang bagus untuk bisnis kita."ujar Lewis.


"Yah." jawab Arsen singkat.


"Dan nona Velyn." ucap Lewis yang kina melihat Velyn.


Velyn pun langsung menoleh ke arah Lewis.


"Mengenai kejadian yang menimpa mu,aku minta maaf.Aku mewakili staff ku yang sudah bertindak keterlaluan pada mu." ungkap Lewis dengan meminta maaf.


"Ah,tidak apa-apa tuan.Saya mengerti.Yang terpenting saya sudah baik-baik saja."jawab Velyn.


"Tapi,aku sungguh menyayangkan atas kejadian ini.Aku sungguh tidak tahu jika yang melakukan itu adalah Claudia lagi.Tapi,kau tenang saja.Aku sudah memecatnya kemarin.Setelah mengetahui dia pelakunya,aku tidak bisa mempertahankan dia lagi untuk bekerja di perusahaan ku." ungkap Lewis menyinggung Claudia.


Velyn pun sesaat kaget saat mengetahui jika Claudia ternyata sudah dipecat.Dan sebenarnya ia pun tahu jika yang sudah membuatnya terkunci pastilah Claudia.Hanya saja dia tidak mau membesar-besarkan masalah.Karena ia juga tidak mau mempersulit posisi Claudia.


Tapi siapa sangka jika Lewis sebagai sang atasan akan bertindak tegas dengan memecat Claudia secepat itu.


"Tapi,saya rasa tuan tidak harus memecat nona Claudia.Saya memaklumin dan memaafkan Jika memang itu ulah nona Claudia tuan." ujar Velyn yang justru merasa prihatin.


"Tidak bisa,aku tidak bisa mempertahankan staff yang selalu bertindak seolah lebih berkuasa hanya karena kedudukannya lebih tinggi.Justru dengan begitu ku harap dia bisa sadar dan menyesali dalam bersikap."ujar Lewis.


"Oh,iya saya mengerti maksud tuan.Tapi terima kasih karena tuan sudah membela saya." ucap Velyn sambil tersenyum.


Arsen hanya bisa mendengar dan menyimak obrolan mereka,tanpa ingin menyela dulu.Dan Arsen semakin menatap datar ke arah Velyn.


Kenapa gadis ini mudah sekali menunjukkan senyumannya pada pria itu.Apa dia sama sekali tidak memandang ku?? Protes Arsen dalam hatinya yang mulai kesal.


Karena Velyn terlihat begitu nyaman dan senang saat mengobrol dengan Lewis.Dibandingkan dengan dirinya yang selalu bicara datar.


...****************...

__ADS_1


Visual Velyn



__ADS_2