Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 61


__ADS_3

Arsen pun kembali ke ruangannya dan melihat Alethea sang kakak yang masih menunggunya.Sebelum menghampirinya,Arsen pun menghela nafas panjangnya.


"Maaf membuat mu menunggu kak." sahut Arsen menghampiri Alethea.


"Tidak apa-apa Arsen.Justru aku lah yang minta maaf karena sudah membuat keributan di kantor mu."ujar Alethea dengan sikap pura-pura nya.


"Lalu ada apa kau datang kemari?" tanya Arsen langsung mengalihkan pembicaraan.


"Aku ingin secepatnya kau mencari tahu kebenaran dari Ethan.Ethan semakin menunjukkan sikap yang tidak biasanya.Bahkan dia berani membentak ku dengan nada tinggi.Hanya karena aku membahas ingin memiliki anak." kata Alethea yang mengadu semua tentang permasalahannya dengan Ethan.


"Iya aku mengerti.Dalam waktu dekat aku pasti akan membereskan semuanya.Rahasia suami mu segera akan ku bongkar." jawab Arsen mengiyakan permintaan Alethea.


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?Kemana dia?Aku sungguh merasa tidak enak karena sudah mempersulit dia." ucap Alethea yang kembali ingin tahu tentang Velyn.


"Jangan dibahas,sebaiknya kau pulang saja dan berisitirahat.Jangan pikirkan apa pun." jawab Arsen menolak membicarakan Velyn pada Alethea.


"Baik lah aku mengerti,aku pulang dulu " ucap Alethea menuruti perkataan Arsen.Walaupun sebenarnya dia sedikit kecewa karena Arsen tidak mau memberitahu nasib Velyn selanjutnya.


Namun,saat Alethea akan meninggalkan kantor Arsen.Ia justru secara tidak sengaja melihat Velyn tengah berjalan sembari membawa 1 dus yang berisikan sebagian barang-barangnya.Hal itu langsung membuat Alethea tersenyum sinis.Seakan dia bisa menebak jika Velyn telah dipecat oleh Arsen.Karena ternyata lebih mempercayai semua ucapannya.


Kuharap gadis itu tidak lagi muncul di kehidupan Arsen.Karena dia hanya akan menjadi benalu dalam hidup Arsen. gumamnya sejenak dalam hati.


Sementara Arsen,sesaat merasa penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada Velyn dan Alethea sebelumnya.Karena melihat Velyn yang begitu kerasnya jika bukan dirinya lah yang bertindak kasar pada Alethea.Terlebih melihat sorot mata Velyn yang tidak bisa di bohongi.


Arsen pun seketika teringat akan kamera pengawas dalam ruangannya.Dnegan rasa penasaran,Arsen pun langsung membuka laptopnya dan berniat ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Velyn dan Alethea.


Beberapa saat,Arsen pun langsung menarik nafas dengan perasaan yang penuh penyesalan.Bagaimana tidak,jika apa yang dikatakan Alethea semuanya ternyata fitnah.Dan yang dikatakan Velyn adalah kebenaranya.Arsen pun langsung merasa begitu menyesal karena tidak memberi Velyn kesempatan untuk membuktikan jika dirinya tidak salah.Dan justru mengkaitkan Mario dalam masalahnya dengan Alethea.


...****************...


Seminggu kemudian..

__ADS_1


Arsen dan Velyn sudah hampir seminggu tidak saling bertemu dan bahkan berkomunikasi.Velyn pun mulai menyibukkan. dirinya dengan mencari pekerjaan.Namun sayangnya sudah beberapa tempat ia masih belum menemukan pekerjaan yang mau menerima dirinya.


Dan disela mencari pekerjaan,Velyn pun mencoba mencari rezeki dengan berjualan dim sum.Yang kebetulan dim sum adalah makanan favoritnya.Dengan modal dan tempat seadanya,Velyn bertekad ingin mencoba bekerja keras dengan berjualan.


"Dim sum nyonya,tuan.Silakan mampir..Dijamin enak dengan kualitas dim sum yang terbaik..Mari mampir,kakak,tuan,nona.." sahut Velyn memanggil para orang-orang yang berlalu lalang disekitar tempat ia berjualan.


Seharian ia berdiri dan terus memanggil,sayangnya masih belum ada 1 pun pelanggan yang datang untuk membeli dimsumnya.


Velyn pun hampir putus asa dan menyerah,tapi ia sadar jika ia menyerah begitu saja.Ia tidak akan bisa melanjutkan hidupnya untuk kedepannya.Terlebih ia tidak bisa bergantung hidup dengan siapa pun.


"Aku beli dimsum nya 100pcs ya." sahut seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri outlet berjualannya.


Seketika membuat Velyn kaget dan tercengang.


...****************...


Ethan terlihat sedang mengemasi beberapa pakaian ke dalam kopernya.Alethea yang melihat pun langsung menghampirinya.


Ethan pun menoleh sambil tersenyum. "Iya sayang,hari ini aku harus keluar kota lagi." jawab Ethan sambil tetap mengemasi bajunya ke dalam koper.


"Berapa hari?" tanya Alethea.


"Mungkin semingguan."


"Selama itu?Biasa ku hanya pergi 2-3hari." tanya Alethea yang kaget karena merasa heran.


"Ini perintah dari atasan,jadi aku tidak bisa menolak Alethea." tukas Ethan.


"Lalu apa aku tetap tidak boleh ikut?"


"Tidak sayang,Karena pekerjaan ku di lapangan.Aku akan merasa tidak tenang jika aku mengajak mu dan membiarkan mu hanya menghabiskan waktu di hotel.Jadi ku harap kau bisa mengerti dan tidak berpikir macam-macam." ujar Ethan meminta pengertian pada Alethea.

__ADS_1


"Tapi apa benar ini memang urusan pekerjaan?"tanya Alethea memastikan lagi.


Sesaat Ethan pun berhenti dan menoleh ke arah Alethea. "Kenapa kau harus bertanya seperti itu?Apa kau mencurigai ku lagi?"


"Aku hanya merasa aneh dengan sikap mu akhir-akhir ini.Kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari ku Ethan.Please,janganmenutupi apa pun dari ku Ethan." ucap Alethea mengutarakan perasaan khawatirnya pada Ethan.


"Sudah cukup Alethea.!!Mau sampai kapan kau terus berpikir buruk tentang ku?Aku melakukan ini juga untuk kebutuhan rumah tangga kita.Kalau kau tidak mau aku terus keluar kota,baik aku akan berhenti bekerja.Seterusnya kau berpikir bagaimana caranya kau menutupi semua kebutuhan rumah tangga kita.Kenapa kau masih saja protes setiap apa yang ku lakukan?Kau seperti nya tidak pernah bersyukur.Aku muak melihat sikap mu yang terus seperti ini.!" sentak Ethan yang langsung meluapkan amarahnya pada Alethea.Dan ia pun langsung pergi meninggalkan Alethea.


"Ethan.!!Ethan..!!Aku belum selesai bicara padamu.!" panggil Alethea yang belum puas untuk meluapkan rasa protesnya pada Ethan.


Namun,Ethan tetap memilih pergi dan bahkan membawa koper yang sudah ia kemas tadi sebelumnya.


Alethea pun merasa kesal dengan sikap Ethan.Dan hanya bisa memukul kursi rodanya berulang kali.


"Bodoh,bodoh..!!Kenapa dalam situasi seperti ini aku justru tidak bisa berbuat apa-apa..!!Kenapa aku masih saja tidak bisa berjalan.!!" teriak Alethea melampiaskan amarahnya.


Dan disela ia masih melampiaskan amarahnya,tiba-tiba saja terdengar suara ponselnya berbunyi.Sesaat Alethea pun melihat panggilan masuk yang tertulis nama Arsen.


Alethea pun segera menerima panggilan masuk dari Arsen.


"Halo." sahut Alethea.


"Segera siap-siap.Sopir ku akan menjemputmu." ujar Arsen.


"Kau mau mengajak ku kemana?" tanya Alethea lebih dulu.


"Ikuti saja kata-kata ku.Nanti kau juga akan tahu kak." jawab Arsen langsung menutup panggilannya.


Alethea pun hanya bisa dirundung kebingungan dengan perkataan Arsen.Karena ia begitu penasaran dengan ajakan Arsen yang entah akan membawa dirinya kemana.


Alethea pun langsung bergegas untuk bersiap-siap,sebelum sopir Arsen datang menjemputnya.

__ADS_1


__ADS_2