Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 85


__ADS_3

"Apakah sebaiknya kita tidak usah menikah saja?" ujar Velyn dengan nada melas.


"Hei,kenapa kau bicara seperti?Ada apa dengan mu?" tanya Arsen langsung bingung.


"Entah lah,aku merasa hubungan kita mungkin sulit untuk bersatu.Karena aku sudah tahu siapa orang yang sudah menabrak ku sebelumnya.Dan jujur aku tidak percaya dengan semua ini." jelas Velyn panjang lebar.


Sesaat Arsen pun menarik nafas panjangnya. "Velyn,maaf kalau aku tidak menceritakan hal ini dari mu.Bukan aku ingin menutupinya dari mu.Aku hanya tidak ingin kau merasa tidak tenang jika mengetahuinya.Tapi jika kau memang sudah mengetahuinya.Ku minta jangan terlalu dipikirkan." jelas Arsen meyakinkan Velyn.


"Memangnya kenapa?" tanya Velyn bingung.


"Karena dia sudah mendapatkan ganjaran yang sesuai perbuatannya." jawab Arsen.


"Maksud kamu?" tanya Velyn ingin tahu.


...****************...


Arsen membawa Velyn ke suatu tempat yang ingin Velyn kunjungi.Tak mengira jika ternyata Velyn ingin menemui Alethea yang kini sudah mendekam dalam penjara.Sedangkan sang sopir tidak dilibatkan karena Arsen tahu jika yang dilakukan sang sopir adalah murni perintah dari Alethea.


Saat tiba di lapas dan menunggu kedatangan Alethea.Beberapa saat Alethea pun datang dengan ditemani seorang petugas yang akan mendorong kan kursi rodanya untuk menemui Velyn dan Arsen.


Alethea tampak dengan wajah murung dengan kepala menunduk.Ia begitu terlihat seperti orang yang tak ada semangat untuk hidup.Bagaimama tidak jika ia harus menghabiskan masa hidupnya di penjara dengan waktu yang cukup lama.Akibat perbuatannya yang sudah mencelakai Velyn hampir merenggang nyawa.


Alethea semakin terpuruk karena karena ulahnya,ia juga tak bisa melakukan terapi untuk penyembuhan kakinya.Bahkan Arsen juga telah membekukan seluruh keuangan Alethea.Rasa amarah yang tak terima pada Arsen,harus membuatnya harus kehilangan segalanya.


Saat mengetahui Velyn dan Arsen,Alethea seketika kaget dan memandang dengan wajah yang tidak begitu senang menerima kedatangan mereka.


"Apa lagi mau mu?Dan kenapa kau membawa gadis parasit ini?Bukankah seharusnya dia sudah mati?" tanya Alethea dengan nada yang begitu dingin.

__ADS_1


Arsen pun hanya bisa tersenyum miring.Smeentara Velyn justru hanya menatap prihatin dengan kondisi Alethea yang sangat memprihatinkan baginya.


"Kau salah jika rencana busuk mu bisa membuat mu bisa lolos dari tempat ini Alethea.Kau bisa lihat kan,siapa yang posisinya saat ini menyedihkan?Siapa yang sekarang lebih bahagia?Jadi jangan bertanya kenapa Velyn masih hidup." sahut Arsen yang secara tidak langsung menyudutkan posisi Alethea saat ini.


Alethea pun langsung memalingkan wajahnya dari Arsen.


"Aku turut prihatin dengan keadaan mu saat ini nona Alethea.Walau pun aku tahu anda yang sudah mencelakai ku.Kuharap anda mendapatkan pelajaran dari semua perbuatan mu nona." ucap Velyn dengan bersikap tenang tanpa harus meluapkan rasa amarahnya dan tidak terimanya karena perbuatan Alethea.


Namun,bukannya menyesali perbuatannya.Alethea justru langsung melirik tajam ke arah Velyn.


"Aku tidak butuh nasehat mu gadis parasit.!Jangan pikir hidup kalian akan tenang hanya karena aku berada disini.!!Suatu saat aku pasti akan membalas kalian.!" pekik Alethea dengan nada lantang.


"Sudah Velyn,sebaiknya kita pergi saja.Tidak ada gunanya kau bicara padanya.Pikirannya bukan lagi seperti manusia.Biarkan saja apa yang dikatakannya,karena sampai kapan pun nasibnya tetap akan menyedihkan." ujar Arsen yang ingin mengajak Velyn pulang.


Velyn menuruti perkataan Arsen dan segera bangkit dari tempat duduknya.Sebelum akan meninggalkan Alethea,sesaat Velyn pun menoleh kearahnya.


Alethea pun tak dapat berkata apa pun.Kata-kata Velyn pun seketika membuatnya tersadar.Tak sedikit pun Velyn melampiaskan amarahnya dengan kata-kata kasar.Justru Velyn tetap berkata sopan dan lembut,seakan dia memang memaafkan seluruh perbuatannya.


Alethea kini hanya bisa menangis tersedu,menyadari dan menyesali seluruh perbuatannya selama ini.Karena perbuatannya,ia memang telah hilang segalanya.Kehilangan Arsen sebagai anggota keluarga satu-satunya,kehilangan kebahagiaan hidupnya.Gagalnya pernikahan yang selama ini sudah ia jalani dengan tulus.Dan sekarang ia hanya bisa meratapi nasibnya dibalik dinginnya jeruji besi untuk waktu yang cukup lama.


Diperjalanan,Velyn tampak diam sambil memandangi pemandangan dari jendela mobil Arsen.Arsen yang melihat langsung mengusap pundak Velyn dengan lembut.


"Sudah jangan pikirkan,aku yakin dia pasti sudah menyadari semua kesalahannya." ucap Arsen menyinggung Alethea.


Velyn hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


...****************...

__ADS_1


Beberapa Minggu kemudian..


Menjelang pernikahan,Velyn tampak begitu gugup.Kala sebentar lagi ia akan diresmikan dalam ikatan janji suci pernikahan.


Velyn begitu cantik saat mengenakan sebuah gaun pernikahan yang begitu anggun dan mewah.Gaun yang ternyata telah dipilihkan khusus oleh Arsen dari designer yang cukup terkenal.


Mey dan Dea sang sahabat,yang menjadi bridesmaid atau biasa disebut penggiring pengantin,ikut merasa bahagia.Melihat Velyn yang sebentar lagi akan dipersunting oleh pria yang sangat mencintai dirinya.Terlebih pria seperti Arsen adalah orang yang begitu terpandang dan disegani di kota tersebut.


Mey dan Dea pun menghampiri Velyn yang sedang berdiri didepan cermin.Karena tanpa hentinya ia memandangi penampilannya saat ini yang terlihat begitu berbeda.Seakan orang yang ada di cermin seperti bukan dirinya.


Mey pun langsung menepuk bahu Velyn dengan pelan. "Sudah jangan dilihatin terus,kau memang sudah sangat cantik Vel.Bahkan terlihat luar biasa hari ini." puji Mey dengan penampilan cantik Velyn.


"Benar,penampilan mu benar-benar mirip princess dalam dongeng.Ah,aku jadi iri..Jadi ingin menikah juga seperti mu Vel..Haha." gurau Dea yang merasa iri dengan kebahagiaan Velyn.


Velyn pun hanya bisa tersenyum. "Kalau begitu,persiapkan diri mu untuk mendapatkan bunga ku.Siapa tahu,tahun depan kau akan menyusul ku Dea." ujar Velyn.


"Yah,benar itu.Tapi jangan lupakan aku.Aku juga ingin menikah.Hehe." sahut Mey sambil bercanda.


"Iya,ku doakan semoga tahun depan kalian mendapatkan pilihan jodoh yang terbaik yang bisa membahagiakan kalian." ucap Velyn mendoakan kedua sahabatnya.


"Amin." jawab Dea dan Mey secara bersamaan.


"Aku masih tidak percaya jika ternyata jodoh mu adalah si tuan itu.Tapi ku harap dia benar-benar membuat mu bahagia Vel.Jangan sampai dia membuat mu sedih lagi." ucap Mey yang langsung menyinggung Arsen.Karena yang ia tahu,Arsen sempat membuat Velyn dalam masalah dan hampir membuatnya putus asa.


"Iya Mey..Ku harap dia pilihan yang terbaik ku.Terima selama ini kau paling mengerti perasaan ku Mey." jawab Velyn yang sesaat memeluk Mey.


"Hei,jangan lupakan aku juga Aku kan juga sahabat kalian." sahut Dea yang tak ingin ketinggalan untuk berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2