Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 90


__ADS_3

Velyn yang baru saja menemui Mey di cafe tempat biasa mereka bertemu,langsung berniat akan pulang ke rumah dengan dijemput oleh sang sopir pribadi Arsen.


Sebelum sampai dirumah,Velyn pun sejenak mampir terlebih dulu ke sebuah kedai makanan untuk membeli makanan kesukaannya.


Selesai membeli,Velyn pun kembali menuju mobil.Tapi,belum sempat sampai ke mobil tanpa sengaja ia pun menabrak seseorang.


Bruak..


Sontak membuat mereka saling bertabrakan.


...****************...


Menjelang malam,Arsen pun langsung diantar pulang oleh Jeremy.Sesampainya di rumah,Arsen langsung mencari keberadaan Velyn.Ia serasa begitu rindu karena seharian tidak bertemu.Tak menemukannya di kamar,Arsen pun mencari ke ruangan lain.Dan ia pun melihat Velyn yang sedang berada di dapur.Tanpa bicara apa pun Arsen pun langsung memeluk tubuh Velyn dari belakang.


Sontak membuat seseorang yang dipeluknya pun kaget dan langsung menoleh.


"Hei..Apa yang kau lakukan?" tegur seseorang.


Begitu juga dengan Arsen yang ikut kaget,karena ternyata orang yang dipeluknya bukanlah Velyn sang istri.


"Siapa kau?" tanya balik Arsen yang merasa tidak mengenal seseorang itu yang adalah seorang gadis muda.


"Sayang." sahut Velyn langsung datang menghampiri Arsen.Arsen pun juga langsung menoleh ke arah Velyn.


"Siapa dia?" tanya Arsen pada Velyn yang merasa penasaran.


"Oh,dia Kekey sepupu jauh ku." jawab Velyn memberitahu.


"Sepupu?" tanya Arsen yang bingung,karena tidak tahu kalau ternyata Velyn memiliki seorang sepupu jauh.


"Iya,dia baru datang dari desa.Dan berniat ingin mencari pekerjaan.Key,kenalkan dia adalah suamiku namanya Arsen." jelas Velyn sekaligus memperkenalkan Arsen pada Kekey.


Kekey pun langsung menunjukkan senyuman sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Arsen.Arsen pun membalasnya tapi menatap dengan datar.


"Saya Kekey kak." ucap Kekey dengan nada lemah lembut.


Arsen pun tanpa menjawab dan langsung seraya meninggalkan Velyn dan Kekey.


"Aku tinggal sebentar ya." ujar Velyn langsung menyusul Arsen.


Sementara Kekey tak hentinya memandang Arsen yang sudah pergi.Ia seakan langsung terpana melihat ketampanan Arsen untuk pertama kalinya ia lihat.


Kekey adalah seorang gadis perawan yang usianya masih 19tahun.Ia sengaja datang ke ke kota karena sulitnya mencari pekerjaan di desa.Terlebih melihat kondisi ekonomi keluarganya yang sedang kesulitan.Membuat Kekey tidak sanggup untuk menjalani hidup yang begitu menyedihkan untuknya.


Melihat ketampanan Arsen,Kekey langsung bersemangat dan mulai merencanakan sesuatu untuk dirinya nanti.


Velyn mengikuti Arsen yang menuju ke kamarnya.


"Sayang,kenapa tadi sikap mu datar?" tanya Velyn yang merasa sikap Arsen tak suka dengan Kekey.


"Tidak apa-apa.Apakah sepupu mu akan menginap disini?" jawab Arsen dan berbalik tanya.


"Iya,sebenarnya ini baru ingin ku bicarakan pada mu.Apakah boleh jika Kekey tinggal bersama kita untuk sementara waktu?Sampai dia punya pekerjaan?" tanya Velyn sesaat.


"Apa??Tinggal disini?Apa kau yakin?" tanya Arsen kaget.

__ADS_1


"Iya,karena sebenarnya aku merasa tidak enak menolak permohonan ibunya.Ibunya dulu sangat baik padaku,sewaktu aku kecil dia selalu datang dan mengajak ku jalan-jalan.Jadi rasanya tidak enak jika aku menolak ibunya yang meminta tolong padaku." jelas Velyn panjang lebar.


"Tapi apakah harus tinggal di rumah kita?Karena sejujurnya aku tidak suka ada orang asing di rumah ku.Sekali pun itu saudara." jawab Arsen dengan tegas.


"Jadi kamu tidak mengijinkannya?"


"Tidak,lebih baik carikan saja dia tempat tinggal yang lain.Akan sangat tidak bagus jika ada pihak lain hadir diantara keluarga kita." jelas Arsen yang langsung menolak permintaan Velyn.


Seketika membuat Velyn memasang wajah kecewa. "Ya sudah,nanti aku akan bilang padanya untuk mencari tempat tinggal yang lain." ujar Velyn.


"Maaf,dalam hal ini bukan aku tidak peduli dengan pihak saudara mu.Tapi aku tidak mau jika hubungan rumah tangga kita akan terganggu dengan adanya pihak luar.Sebagai kepala rumah tangga dan sekaligus suami mu,aku harus melindungi pernikahan kita.Apa kau mengerti?" ucap Arsen memberi pengertian pada Velyn.


Velyn pun langsung mengangguk paham sambil tersenyum tipis. "Iya,baik lah aku mengerti." jawab Velyn langsung memeluk Arsen dengan erat.


Arsen pun langsung membalasnya sambil mengecup pucuk rambut Velyn dengan lembut.


...****************...


Saat Jeremy baru saja tiba di unit apartemennya,Jeremy langsung menatap heran.Saat melihat sang gadis tengah duduk sambil menunduk dan memegangi perutnya.


"Kau kenapa?" tanya Jeremy saat menghampiri sang gadis asing tersebut.


Gadis asing itu pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap Jeremy.


"Pe..Perut saya sakit." jawab gadis asing itu.


"Sakit?Sakit kenapa??" tanya Jeremy penasaran.


"Sudah hampir 2 hari saya belum makan apa pun." jawab gadis itu dengan polosnya.


Seketika membuat Jeremy langsung menepuk dahinya.


Bodohnya aku,kenapa bisa-bisa aku tidak ingat jika gadis ini belum makan.Bahkan aku tidak ingat juga kalau dia masih tinggal di rumah ku. Batin Jeremy yang sesaat menyalahkan dirinya.


"Kenapa kau tidak bilang?Kenapa tidak kau cari saja makanan di kulkas ku?Ada banyak stok makanan disitu." ujar Jeremy memberitahu.


Gadis itu pun langsung menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Maaf,saya tidak berani berbuat lancang seperti itu tanpa ijin." jawab gadis asing itu apa adanya.


Sesaat membuat Jeremy langsung salut dengan jawaban sang gadis.Yang tahu bersikap sopan dan tidak seenaknya di rumah orang.


"Baik lah,sebenarnya memang ini salah ku.Karena aku tidak tahu jika kau masih di rumah ku.Tunggu lah,aku akan membuatkan sesuatu untuk mu." ujar Jeremy langsung bergegas menuju dapurnya untuk menyiapkan makanan untuk gadis itu.


Cukup lama berada di dapur,Jeremy akhirnya selesai membuatkan makanan untuk gadis asing itu.


"Ini,makanlah.Aku tidak tahu ini sesuai selera mu atau tidak.Tapi setidaknya ini bisa mengenyangkan perut mu." ujar Jeremy langsung meninggalkan gadis asing itu menuju kamarnya.


Gadis asing itu hanya menatap heran dengan Jeremy.Ia tak mengira jika Jeremy akan sebaik itu padanya.Sampai harus menyiapkan makanan untuk nya.Padahal sudah jelas Jeremy tidak mengenal dirinya.Dan bahkan sudah banyak merepotkannya.


Beberapa jam kemudian,Jeremy pun keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian piyama tidur.Ia pun menghampiri gadis asing yang sudah selesai makan.Dan ternyata juga sudah mencucinya piring kotornya.


"Apa kau yang mencuci piring bekas makan mu?" tanya Jeremy.


"I..Iya tuan..Maaf,saya memakai dapur anda untuk mencuci piring." jawab gadis asing dengan perasaan takut.

__ADS_1


"Ah,tidak apa-apa.Lalu,apa kau ingin mandi dulu?" tanya Jeremy lagi.


"Tapi saya tidak memiliki pakaian yang bersih.Sebaiknya tidak usah tuan.Lebih baik saya pergi saja.Saya sudah merasa sangat malu,karena terlalu banyak menyusahkan anda." ucap gadis itu dengan kepala menunduk.


"Sebenarnya aku tidak masalah jika kau masih ingin tinggal disini.Terlebih melihat kondisi mu seperti ini.Ku pikir akan lebih baik jika kau ingin pergi,setelah kondisi mu sudah membaik."ujar Jeremy memberi saran.


"Soal pakaian,kau tidak perlu khawatir.Kebetulan aku memiliki kaos yang bisa kau pakai.Dan itu belum pernah ku pakai.Jadi lebih baik kau pergi mandi dulu saja." ujar Jeremy kembali menyarankan.


"Tapi.-"


"Kau tidak perlu memikirkan apa pun.Anggap saja ini sebagai bentuk tanggung jawabku.Karena aku juga hampir menabrak mu kemarin." jelas Jeremy meyakinkan gadis asing itu.


Gadis asing itu langsung mengangguk pelan dan menuruti saran Jeremy.


Jeremy pun mengantarkan gadis asing itu menuju toilet,agar gadis itu bisa membersihkan tubuhnya.


"Panggil aku jika kau butuh sesuatu." ujar Jeremy yang akan meninggalkan gadis asing itu.


"Terima kasih tuan untuk kebaikan anda." ucap gadis asing itu.


Jeremy pun hanya menoleh sambil tersenyum dan pergi.


...****************...


Ditengah malam,Arsen pun terbangun terpaksa terbangun karena terdengar suara panggilan masuk dari ponselnya.Arsen pun beranjak bangkit dari kasur dan keluar kamar untuk menerima panggilan teleponnya.Karena ia tidak ingin menganggu Velyn yang sudah tertidur nyenyak.


Arsen pun berjalan menuju ruang tengah sembari berbicara dengan orang yang ternyata dari rekan bisnisnya.


Dan disaat yang bersamaan,Kekey yang kebetulan belum tidur.Tanpa sengaja melihat Arsen yang tengah mengobrol melalui ponselnya seketika membuatnya ingin mengintip.


Ia pun terus memperhatikan sosok Arsen yang dianggapnya sangat tampan dan berkarisma.


Ya Tuhan..Ternyata dia pria yang sangat tampan.Dan bahkan sosok yang sangat sempurna.Selain tampan dia juga kaya,beruntung sekali Velyn mendapatkan pria seperti itu. Ujarnya dalam hati.


Cukup lama mengobrol melalui panggilan teleponnya.Arsen pun mengakhirinya dan berniat akan kembali ke kamarnya.


Namun,baru akan meninggalkan ruang tengah.Tiba-tiba saja ia pun menabrak Kekey yang rupanya Kekey sengaja melakukannya.


Seketika membuat Arsen kaget,terlebih melihat Kekey yang ternyata menabrak dirinya.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanya Arsen ingin tahu.


"Oh,maaf kak.Aku tidak bisa tidur,jadi aku berniat ingin ke dapur membuat susu.Apakah kakak mau susu hangat?" jelas Kekey dengan gaya manja seperti anak kecil yang sengaja ingin menarik perhatian Arsen.


Namun,Arsen justru menatap datar dan tidak tertarik dengan tawaran Kekey.


"Tidak.Aku ingatkan padamu.Jangan sesuka mu berkeliaran tengah malam di rumah ku.Karena disini bukan rumah mu dan disini aku yang punya aturan.Paham." tukas Arsen dengan nada tegas memberi peringatan pada Kekey.


Arsen pun langsung pergi meninggalkan Kekey begitu saja.Membuat Kekey langsung mendengus kesal dengan sikap Arsen yang begitu ketus dan sama sekali tidak tertarik dengannya.


Padahal ia sudah sengaja dengan cepat mengganti pakaiannya.Dengan memakai pakaian yang cukup sexy,dengan tanktop berwarna putih ketat dan celana pendek.Yang sengaja menunjukkan lekuk tubuhnya agar bisa menarik perhatian Arsen.Dan membuat Arsen akan tertarik padanya,terlebih ia gadis muda dan masih perawan.


Tapi sayangnya,ia harus menelan kekecewaan dan kesal karena Arsen justru tak tertarik sedikit pun padanya.Hanya tatapan sinis yang justru ditunjukkan oleh Arsen padanya.


Sial..Bagaimana bisa dia tidak tertarik sedikit pun dengan penampilanku. Gerutunya dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2