
Velyn begitu senang saat Mario ternyata datang dan membeli 100pcs dimsum yang ia jual.Setelah seharian begitu sabarnya menunggu pembeli yang tak kunjung datang.Akhirnya dagangannya pun laku seketika saat Mario membelinya.
"Terima kasih kak,karena sudah beli banyak dimsum ku." ujar Velyn sambil tersenyum lebar.
"Sama-sama.Tapi kenapa kau tidak bilang jika sekarang sudah berjualan makanan ini?Aku sungguh tidak tahu jika sekarang kau berjualan." tanya Mario yang penasaran.
"Ah,iya aku memang mendadak ingin berjualan kak.Sebenarnya sudah sejak dulu tapi karena modal ku belum cukup aku masih merencanakannya dulu.Dan karena sudah cukup,aku baru memberanikan diri untuk berjualan." jelas Velyn panjang lebar.
"Lalu,bagaimana dengan tawaran ku waktu itu?" tanya Mario kembali membahas sebelumnya yang pernah ia tawarkan pada Velyn.
"Emm..Soal itu aku masih belum berani menjawab nya kak.Aku masih belum bisa mengambil keputusan.Karena kembali aku berpikir bahwa sepertinya aku hanya akan menyusahkan mu nantinya kak." jawab Velyn.
"Kenapa kau harus berpikir begitu?Jika kau menyusahkan ku tidak mungkin aku menawarkan ini untuk mu." kata Mario merasa heran dengan pemikiran Velyn.
"Yah,aku menghargai kebaikan mu kak.Tapi sepertinya aku belum siap.Biarkan aku mencoba lagi untuk mandiri sendiri.Jika aku memang gagal lagi dan ingin menyerah aku pasti akan memberitahu mu."
"Kau janji?"
"Iya aku janji kak." jawab Velyn sambil tersenyum.
"Baik lah,aku mengerti dengan keputusan mu.Beritahu aku kapan pun jika kau sudah siap.Karena aku tidak akan membiarkan mu jatuh sendiri begitu saja.Mengerti?"
Velyn langsung mengangguk sambil tersenyum.
Cukup lama mengobrol,Mario pun akhirnya memilih berpamitan pulang.Tak berapa lama Mario pergi,Mey pun datang menemui Velyn.Yang sudah lama tidak bertemu dengannya.
"Hei Velyn." sapa Mey pada Velyn sambil melambaikan tangannya.
Velyn seketika kaget sambil berseru. "Meyyy..!!" seru Velyn langsung memeluk erat sang sahabat.
Karena tidak lama bertemu,Velyn pun tanpa pikir panjang langsung meluapkan rasa rindunya pada Mey.
"Aku juga Vel.." balas Mey memeluk Velyn.
__ADS_1
Setelah saling berpelukan,sesaat Mey pun melirik ke arah dagangan milik Velyn.
"Jadi sekarang kau beneran jualan Vel?" tanya Mey memastikan.
Velyn mengangguk sambil tersenyum.
"Kenapa?Bukankah kau bilang kau bekerja disebuah kantor besar sebagai asisten pribadi tuan Presdir?Kenapa jadi memilih jualan?" tanya Mey yang kaget dan heran saat mengetahui Velyn sekarang memilih jualan.
"Aku sudah berhenti."
"Hah?Kenapa?Apa ada masalah?"
"Tidak,hanya saja gaji ku terlalu besar jika bekerja disana.Haha." jawab Velyn sambil bergurau.
Mey pun langsung memasang wajah yang datar. "Tidak lucu Vel..Katakan apa yang sebenarnya terjadi?" ujar Mey yang merasa tidak lucu dengan gurauan Velyn.Sebab Mey tahu jika Velyn tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
Velyn pun sesaat memandang Mey sambil menarik nafas panjang.Pada akhirnya Velyn menceritakan semuanya pada Mey.Karena ia pun memang tidak bisa menyimpan masalahnya seorang diri.Terlebih Samuel sudah tidak tinggal bersama lagi.Tidak akan ada satu pun orang yang akan memahami perasaannya saat ini.Hanya Mey satu-satunya teman yang sangat mengerti dengan keadaan nya saat ini.
"Begitu lah,membela diri pun percuma jika dia pasti lebih percaya kakaknya." ujar Velyn.
"Ya sudah Vel,jangan berkecil hati jangan patah semangat.Masa depan mu masih panjang,kau tidak harus bekerja disana.Nanti akan ada jalannya dimana kau pasti akan sukses.Tetap semangat ya." ucap Mey langsung memberi dukungan pada Velyn.
Velyn pun langsung mengangguk tersenyum,karena merasa sudah dihibur oleh Mey sang sahabat.
"Oya aku hampir lupa,ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu." ujar Mey langsung mengalihkan pembicaraannya.
"Soal apa?" tanya Velyn penasaran.
...****************...
Setibanya di suatu tempat,Alethea begitu bingung saat mobil Arsen berhenti tepat di sebuah hotel mewah.Sebelum Arsen mengajak nya turun,sesaat Alethea pun menoleh ke arah Arsen.
"Kenapa kita kesini?Apa kau akan menghadiri acara?Atau ingin bertemu dengan orang lain?" tanya Alethea yang penasaran.
__ADS_1
"Ikut saja,nanti kau juga akan tahu." jawab Arsen langsung turun dari mobilnya dan membantu Alethea yang juga turun dari mobil.
Alethea pun tak bertanya lagi dan mengikuti apa pun yang diarahkan Arsen.
Arsen membawa Alethea memasuki hotel tersebut dan menuju sebuah tempat.Dimana tempat tersebut sedang dipakai untuk acara ulang tahun seorang anak.
Sebelum memasuki tempat tersebut,Alethea sempat memandang penasaran dengan papan nama seorang anak dan beserta foto yang begitu lucu dan imut.
Alethea pun menoleh ke arah Arsen. "Kau membawa ku kesini,apa untuk menghadiri sebuah acara ulang tahun?Apa acara ini milik teman mu?" tanya Alethea semakin bingung.
"Bukan,kita tunggu saja disini.Begitu acara itu selesai kita baru akan memasuki tempat itu." jawab Arsen dengan nada yang begitu serius.
"Oh baik lah." jawab Alethea kembali menuruti arahan Arsen.
Sejam berlalu,acara ditempat itu pun akhirnya selesai dan para tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan tempat tersebut.
Arsen pun mengarahkan kursi roda Alethea ke arah tepat di pintu masuk tempat tersebut.
Dan terlihat dua orang yang sedang menggendong seorang putri kecil.Yang tengah berbahagia saat acara tersebut telah selesai.
Namun,tidak dengan Alethea yang begitu tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.Seketika membuat Alethea langsung syok dan bak seperti tersambar petir.Kala melihat pria yang selama ini sudah ia cintai sebagai sosok suami.Ternyata sedang berbahagia dengan wanita lain dan bahkan bersama seorang anak kecil yang bisa tebak adalah anaknya.
"Ethan..!!!" teriak Alethea memanggil Ethan dari kejauhan.
Sontak membuat Ethan langsung terkejut dan menoleh ke arah asal suara yang tidak asing didengarnya.Begitu juga dengan wanita yang saat ini berada disampingnya.
Sementara Arsen pun hanya memandang tenang dan tidak begitu syok.Sebab ternyata dia sudah mengetahui rahasia yang sudah lama ia tutupi selama ini.
"A..Alethea.-" seru Ethan dengan nada yang terbata-bata karena panik.
Arsen pun menggiring kursi roda Alethea untuk menghampiri Ethan dan sang wanita yang ternyata adalah istri sahnya.
Ethan pun seketika panik dan kebingungan,kala tidak mengetahui jika Alethea akan datang menemuinya tanpa diduga.Bahkan ia sudah menutupi rahasianya dengan sangat rapi.Dengan alasan seperti biasa dia akan keluar kota.
__ADS_1