
"Apa yang ingin kau bicarakan pada ku kak?" tanya Arsen sembari duduk menghadap Alethea sang kakak.
Sesaat Alethea pun menarik nafas panjangnya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.Ia pun memberikan sesuatu barang itu pada Arsen.Membuat Arsen langsung menatap heran.
"Apa ini?" tanya Arsen bingung dan penasaran.
"Ini barang-barang yang pernah ku pakai sebelumnya saat kecelakaan itu terjadi pada ku Arsen.Bisakah kau membantu ku?Saat ini aku bingung,apakah ini nyata atau hanya mimpi.Jika penyebab kecelakaan yang terjadi pada ku ternyata adalah Ethan sendiri." jelas Alethea panjang lebar dan memohonnya.
Arsen pun langsung mengernyitkan alisnya ke atas.
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Arsen memastikan lebih dulu.
__ADS_1
"Karena barang-barang ini ada padanya.Aku menemukannya secara tidak sengaja di kamar gudang.Aku sempat meragukannya tapi semua barang ini milik ku Arsen.Aku tidak tahu kenapa barang ini ada padanya." jawab Alethea kembali menjelaskannya lagi.
Arsen pun memperhatikan semua barang milik Alethea dan seketika raut wajahnya pun berubah menjadi tajam.
"Baik lah,aku akan menyelidiki ini semua.Kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.Tetap lah bersikap seperti biasa padanya." ujar Arsen menyarankan pada Alethea.
Alethea pun langsung mengangguk paham dan menuruti saran Arsen.
"Terima kasih Arsen,maaf jika kedatangan ku kali ini jadi menyusahkan mu.Karena di keluarga kita cuma kau satu-satu yang ada di pihak ku." ucap Alethea.
"Jangan,itu justru akan membuat Ethan curiga padaku.Karena saat ini dia masih menganggap jika aku belum ingin bertemu dengan mu." jawab Alethea menolak saran Arsen.
__ADS_1
"Oke,aku mengerti." ucap Arsen.
"Dan,kenapa gadis itu masih bersama mu?Bahkan dia bekerja padamu?Ada apa dengan Zora??Katanya kau memecat dia?" tanya Alethea langsung mengalihkan pembicaraan.
"Karena dia gadisku,jadi sampai kapan pun dia akan tetap bersama ku.Dan untuk Zora,kurasa kau tidak perlu mengetahuinya.Karena itu hanya masalah antara kami berdua.Lebih baik kau fokus saja pada diri mu kak." jawab Arsen yang enggan menceritakannya tentang Zora pada Alethea.
"Baik lah,tapi sejujurnya aku kurang menyukai gadis itu Arsen.Aku takut dia cuma memanfaatkan posisi mu di kantor ini.Jaman sekarang tidak ada yang gadis polos dan jujur." ucap Alethea menasehati Arsen.
"Tapi semua perkataan mu justru berbalik.Dia tidak seperti yang kau pikirkan.Tolong untuk tidak berpikir buruk tentang dia.Jika dia menjadi pilihan ku artinya dia lebih baik untuk ku." jawab Arsen dengan tegas.
"Ya sudah,maaf jika aku terlalu ikut campur urusan pribadi mu Arsen.Aku hanya mengkhawatirkan mu.Tapi akan ada baiknya kau jangan terlalu percaya padanya." ucap Alethea kembali mencoba menasehati Arsen.
__ADS_1
Arsen pun lebih memilih diam dan tidak menanggapi ucapan Alethea.Sebab ia tidak mau melanjutkan obrolan yang pada akhirnya akan membuatnya kesal dan marah.
Sementara Velyn,tanpa sengaja justru mendengar semua obrolan Arsen dan Alethea yang masih berdiri diluar ruangan Arsen.Ia hanya bisa tertunduk lesu.Karena Alethea seakan menganggap dirinya seperti parasit yang akan memanfaatkan posisi Arsen.