Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 79


__ADS_3

Siangnya..


Arsen tak mengira jika Alethea akan datang menemuinya.Sikapnya pun kini hanya datar dan tak menunjukkan rasa senang saat Alethea datang.


"Mau apa lagi kau menemui ku?Bukankah aku sudah mengingatkan mu untuk jangan pernah lagi datang dan menemui ku." ucap Arsen dengan tegas.


Alethea pun hanya memandang sinis pada Arsen. "Heuh,kau pikir aku kesini sengaja ingin menemui mu??Aku justru ingin mengatakan sesuatu yang penting pada mu." jawab Alethea dengan nada ketus.


Arsen hanya menatap dingin kearah Alethea tanpa menjawab.


"Kedatanganku kesini,aku ingin kau merubah wasiat ayah.Kau harus memberikan 70% aset kekayaan mereka untuk ku.Dan sisanya untuk mu." ungkap Alethea dengan nada yang serius.


Mendengar ucapan Alethea,Arsen langsung tersenyum sinis.Dan ia pun berusaha menahan tawanya,karena menganggap Alethea tengah bicara sesuatu yang dianggapnya lelucon.


"Jadi kau kesini hanya untuk menuntut warisan?Lucu sekali kau ini Alethea.Ku kira dengan memutuskan hubungan darah padamu,akan membuat mu sadar.Tapi ternyata otak mu semakin rusak." ucap Arsen langsung melontarkan kata-kata pedas pada Alethea.


Seketika membuat Alethea menatap tajam. "Aku tidak punya waktu untuk mendengar semua omong kosong mu Arsen.!!Lakukan saja apa yang ku minta,setelah ini aku tidak akan pernah melihat mu lagi.!" pekik Alethea dengan tegas.


"Dan kau kira aku akan dengan senang hati menuruti keinginan mu?Apa kau pikir kata-kata mu semua itu masuk akal??Lebih baik kau pulang saja,ikuti saja terapi untuk kaki mu.Daripada kau hanya sibuk mengurusi warisan yang sampai kapan pun tidak akan aku ubah.Mengerti." jawab Arsen langsung menolak tegas.


"Brengsek kau Arsen.!!Jangan coba mempermainkan ku.!!Dalam wasiat itu aku juga berhak menerima kekayaan orang tua kita.!!Terlebih aku adalah kakak tertua,sudah jelas aku yang seharusnya lebih banyak menerima kekayaan mereka.!" hardik Alethea yang seketika meradang saat Arsen menolak permintaannya.


"Kau lah yang seharusnya jangan coba mempermainkan ku Alethea.Apa kau pikir aku ini bodoh,dengan mudah menuruti permintaan mu yang tamak itu.Seharusnya kau sadar,hidup mu selama ini sudah cukup menikmati kekayaan orang tua kita.Dan sekarang kau begitu serakahnya ingin mengambil semua yang mereka miliki.Tanpa sedikit pun kau berjasa pada mereka."


"Kau sungguh wanita yang tamak,bahkan kau sangat tidak tahu diri.!!Dalam kondisi seperti ini kau masih saja bersikap serakah.Lebih enyahlah dari hadapan ku.!!Aku benar-benar muak melihat mu.!" sentak Arsen yang langsung meninggikan suaranya.Karena ia seketika meradang mendengar setiap perkataan Alethea yang sangat memaksa.


"Aku tidak akan pergi dari sini Sampai kau menuruti kemauan ku !!Segera ubah wasiat itu atau aku akan membuat mu menyesal.!" tukas Alethea langsung mengancam pada Arsen.

__ADS_1


"Bermimpi lah terus Alethea.Kau tidak akan bisa mendapatkan apa pun dariku,bahkan kau tidak akan bisa melawanku.Sadar lah pada kondisi mu yang tidak bisa berbuat apa pun.Karena sebenarnya kau sangat menyedihkan." ucap Arsen langsung menyinggung keadaan Alethea yang kini masih lumpuh.


Alethea pun semakin menatap tajam dan penuh kebencian pada Arsen.Ia tak mengira jika Arsen akan mengatakan hal kejam pada kondisinya.Dan benar-benar tidak mendengarkan apa pun yang ia minta.


"Baik lah,kau tunggu saja.Kau pasti akan menyesalinya Arsen." tukas Alethea memberi peringatan dan langsung mengarahkan kursi rodanya yang akan meninggalkan ruangan Arsen.


Arsen yang melihat Alethea sudah pergi,hanya bisa menarik nafas panjang.


...****************...


Velyn dan Dea kini sedang makan siang bersama di kantin karyawan.


Velyn ternyata memaksakan diri untuk langsung masuk kerja.Karena ia merasa tidak enak hati dengan Lewis.Yang sudah merepotkan diri untuk menjenguk dirinya.Ia pun tidak berpikir untuk mengundurkan diri.Walaupun Arsen memaksa dirinya harus berhenti dari pekerjaannya.


"Alethea,aku senang melihat mu sudah sehat lagi.Aku merasa prihatin saat mendengar kau masuk rumah sakit." ujar Dea langsung memasang wajah sedih.


"Tapi maaf aku tidak sempat menjenguk mu di rumah sakit." ungkap Dea yang merasa tidak enak hati.


"Soal itu kau tidak perlu pikirkan.Aku justru tidak mau merepotkan mu." ujar Velyn.


"Kapan-kapan apakah aku boleh main ke rumah mu?"


"Tentu saja,dengan senang hati.Lain kali aku juga akan mengajak sahabat ku Mey dan akan mengenalkan dia padamu." ujar Velyn.


"Asik." seru Dea kegirangan.


Disela obrolan mereka sambil menikmati makan siang Tiba-tiba saja 2 orang wanita datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Oh,jadi perempuan CS ini yang sudah membuat Claudia dipecat??" sahut seorang wanita yang menatap sinis ke arah Velyn.


Membuat Velyn dan Dea hanya memandang heran.


"Tidak sangka ya,dia masih punya muka untuk muncul lagi di kantor ini dan bahkan menikmati makan siang tanpa rasa bersalah." sindir wanita itu pada Velyn dengan sinis.


Velyn pun langsung mengernyitkan pandangannya.


"Iya,tidak tahu malu.Sudah membuat Claudia dipecat dia masih berani datang dan bekerja disini.Apa dia tidak sadar kalau Claudia dipecat karena ulah nya." sindir teman wanita itu dengan nada yang sama.


Velyn langsung menunjukkan senyuman pada kedua wanita itu.


"Maaf nona..Apakah maksud dari kata-kata kalian ingin menyalahkan ku?" tanya Velyn dengan nada santai.


"Menurut mu?Apa kau lihat kami sedang membela mu?" tanya balik wanita itu masih dengan sinis.


"Sepertinya kalian menuduh tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.Sebaiknya kalian cari tahu dulu,siapa yang sebenarnya salah dan siapa yang tidak salah.Jangan asal bicara dan memfitnah seseorang tanpa bukti.Karena fitnah itu lebih kejam dari sebuah pembunuhan.Akan merasa malu jika kalian menuduh dan memfitnah orang yang sebenarnya tidak bersalah." jawab Velyn membalas mereka dengan sindiran balik.


Kedua wanita itu pun hanya menatap tajam ke arah Velyn.


"Kau berani bilang seperti itu karena CEO membela mu,bukan?Kau lah seharusnya merasa malu,karena berlindung dibalik CEO.Dan membuat staff disini kehilangan pekerjaan karena kau pasti meminta perlindungan dari CEO.Memalukan." sindir wanita itu dan langsung mengajak temannya pergi.


Velyn pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membiarkan kedua itu pergi.Dea yang melihat langsung mencoba menenangkan Velyn.


"Sudah jangan dengarkan mereka.Nona Claudia dipecat memang karena bersalah.Mereka itu termasuk teman nona Claudia.Jadi kau jangan terlalu dengarkan apa pun yang mereka katakan.Mereka hanya sirik." ucap Dea menenangkan Velyn.


Velyn pun hanya tersenyum sambil mengangguk. "Iya aku mengerti." jawab Velyn.

__ADS_1


__ADS_2