
Setibanya dirumah,Velyn pun langsung dikejutkan dengan melihat sekeranjang kecil bunga cantik
Velyn pun seketika bingung dan kaget.Karena bunga tersebut tiba-tiba berada didepan rumahnya.Yang sebelumnya tidak ada saat ia berangkat pergi bekerja.
Bahkan di keranjang bunga tersebut tidak meninggalkan nama pengirim nya.Jelas semakin membuat Velyn bingung dan penasaran
"Siapa yang sudah menaruh keranjang bunga ini?Sepertinya aku tidak memesan bunga ini." ujarnya bicara sendiri.
Velyn pun langsung memperhatikan situasi lingkungan rumahnya yang terlihat sudah sepi dan tidak ada orang satu pun.Karena hari yang sudah malam,membuat lingkungannya sangat sepi.
Akhirnya Velyn pun membawa masuk bunga tersebut ke dalam rumahnya.Dan seseorang pun telah mengawasi dan memperhatikan Velyn hingga masuk kedalam rumah.
Seseorang itu tidak lain adalah Arsen sendiri.Lagi-lagi ia hanya bisa mengawasi Velyn dari kejauhan.Dan tidak bisa menemuinya secara langsung.Karena permintaan Velyn tidak ingin dia mengusik hidupnya lagi.
Arsen pun tak bisa melepaskan Velyn begitu saja.Rasa cintanya yang begitu dalam,terasa sulit untuk melepaskannya.Arsen hanya bisa melindunginya dengan cara yang tidak diketahui oleh Velyn.Dan baginya tidak masalah,asal ia dapat terus melihat setiap keadaan Velyn.Terlebih melindunginya dari sasaran Alethea.
...****************...
Velyn kembali seperti biasa melakukan aktifitasnya mengerjakan seluruh pekerjaan sebagai cleaning servis.
Disaat ia masih tengah serius dan fokus pada pekerjaannya yang sedang mengepel lantai.Claudia pun datang dan berencana ingin membalas Velyn.Yang karena Velyn,ia harus ditegur oleh sang CEO yaitu Lewis.
Ia pun berjalan dengan santainya sambil membawa segelas kopi panas.Dan tanpa diduga Claudia dengan dengan menyiram kopi panas tersebut ke arah tangan Velyn.Hingga membuat Velyn terkejut dan panik.Kala merasakan sakitnya terkena kopi panas tersebut.
"Akh..Panas,panas.." rintih Velyn mencoba mengibas tangannya yang kepanasan.
Dea yang kebetulan juga sedang membersihkan kaca,seketika dengan cepat menghampiri Velyn yang sedang panik.
"Velyn,kau kenapa?" tanya Dea yang ikut panik.
Sementara Claudia justru hanya memandang puas sambil tersenyum sinis.
Dea sesaat menoleh ke arah Claudia.
__ADS_1
"Nona,apa yang terjadi pada teman saya?" tanya Dea pada Claudia.Yang beranggapan Claudia mungkin melihat apa yang terjadi pada Velyn.
"Kau tanya padaku?Kenapa tidak kau tanyakan saja pada teman mu yang sombong ini?Ini akibatnya jika berurusan dengan ku." ujar Claudia dengan santainya dan tidak merasa bersalah.
Dea pun hanya merasa bingung dengan ucapan Claudia.Sedangkan Velyn hanya menatap tajam kearah Claudia.
"Rendahan sekali cara mu nona?Bukankah aku sudah minta maaf dan punya etika baik untuk mengganti pakaian mu yang baru." sahut Velyn langsung menyinggung Claudia.
"Kau kira minta maaf saja cukup?Karena kau,aku sampai harus ditegur sama CEO.Dasar gadis kampungan." tukasnya langsung pergi dengan gaya sombongnya.
Velyn hanya bisa mendengus kesal dan tak ingin menantang Claudia.Ia lebih baik mengalah karena memang tidak mau menanggapi orang yang berlagak arogan.Sebab biar bagaimana pun ia pastinya akan dianggap salah.
"Ayo Velyn,kita obati dulu luka mu.Tangan mu langsung memerah." ujar Dea mengajak Velyn untuk mengobati luka ditangannya.
"Tidak apa-apa.Nanti saja,aku akan selesaikan ini dulu." jawab Velyn yang menolak.
"Tapi tangan mu bisa melepuh Vel,jika kau tidak segera obati." ujar Dea yang mengkhawatirkan keadaan tangan Velyn.
"Tidak akan,ini hanya air panas bukan minyak.Jadi tidak akan melepuh.Kau lanjutkan saja tugas mu.Jangan karena ku,kau akan dimarahi." ujar Velyn yang tetap menolak dan menyuruh Dea untuk mengkhawatirkan keadaannya.
"Oh,begitu.Pantas saja." ujar Velyn singkat.
"Ya sudah,aku kembali menyelesaikan tugas ku dulu.Jangan lupa untuk cepat diobati Vel." ujar Dea mengingatkan kembali pada Velyn dan langsung meninggalkan nya.
"Iya,tenang saja." jawab Velyn mengangguk.
Selesai melakukan tugasnya,Velyn pun diperintahkan oleh sang kepala bagian untuk membuatkan kopi.
"Jangan lupa antarkan ke ruangan CEO kita.Kopinya juga jangan terlalu manis.Tuan kita tidak suka kopi yang terlalu manis." ucap kepala bagian mengingatkan Velyn.
"Baik Bu." jawab Velyn langsung mengangguk mengerti.
Velyn pun bergegas membuatkan segelas kopi untuk Lewis sang CEO.Setelah membuatnya ia pun langsung mengantarkannya ke ruangan Lewis.Yang terlebih dulu ia mengetuk pintu ruangannya.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Masuk." sahut Lewis dari dalam ruang kerjanya.
Velyn pun membuka pintu tersebut dan memasuki ruang kerja Lewis.Dengan pelan ia pun membawakan nampan yang berisikan segelas kopi panas yang akan ia suguhkan pada Lewis.
Lewis yang tadinya tengah bicara melalui panggilan teleponnya.Seketika langsung mengakhirinya,karena tanpa sengaja ia melihat pergelangan tangan Velyn yang dalam keadaan sudah memerah.Saat Velyn tengah meletakkan gelas kopi tersebut diatas mejanya.
"Hei..Kenapa dengan tangan mu?" tanya Lewis.
Velyn pun langsung menutupi tangannya yang merah.Ia tak mengira karena kopi yang disiramkan oleh Claudia benar-benar membuat tangannya langsung memerah.
"Ah,tidak apa-apa tuan.Cuma luka kecil saja."jawab Velyn.
"Luka kecil?" tanya Lewis yang justru merasa heran.Ia pun langsung bangkit dan menghampiri Velyn.Sesaat ia menarik pelan tangan Velyn dan memperhatikan tangannya yang masih memerah.
"Ini seperti kena air panas?Siapa yang melakukannya?"
"Tidak ada tuan,saya yang sedikit ceroboh tadi." ujar Velyn yang tidak mau menceritakannya yang sebenarnya.Atas apa yang dilakukan Claudia padanya.Ia pun juga tidak mau dianggap tukang mengadu.Dan memanfaatkan situasi.
Lewis pun sesaat mengambil kotak obat yang disimpan khusus dalam lacinya.
"Sini,biar aku obati tangan mu." ujar Lewis yang dengan cepat mengobati luka merah ditangan Velyn.
"Ja..Jangan tuan.Ini tidak sopan jika saya meminta tuan mengobatinya." ujar Velyn yang justru menolak kebaikan Lewis.
"Siapa peduli?" tanya Lewis yang justru memaksa ingin mengobati luka merah ditangan Velyn.
Velyn pun tak bisa berbuat apa pun.Dan akhirnya membiarkan Lewi mengobati tangannya.Walau sebenarnya ia merasa tidak enak.Karena Lewis yang seorang CEO tinggi mau mengobati lukanya yang hanya sebagai cleaning servis
Dan disaat Lewis tengah mengobati,tiba-tiba saja seseorang memasuki ruangan Lewis tanpa mengetuknya lebih dulu.
Seseorang itu pun begitu seketika kaget,saat melihat Velyn yang sedang diobati oleh Lewis.Sedangkan Lewis hanya mendengus kesal saat seseorang itu langsung masuk tanpa mengetuk pintunya terlebih dulu.
...****************...
__ADS_1
Visual Arsen ya readers..☺️