
Jeremy pun tiba-tiba merasa terbangun karena merasa haus.Ia pun langsung keluar kamar untuk mengambil air di dapurnya.
Dan setelah meneguk minumannya,tanpa sengaja ia pun melihat gadis asing itu yang tengah tertidur di ruang tv.Ia pun baru menyadari jika ia tak mengijinkan gadis asing itu memakai kamarnya yang 1 lagi.
Jeremy langsung menghampiri gadis asing itu dan mencoba untuk membangunkannya.
"Hei..Bangun lah." sahut Jeremy membangunkan gadis asing dengan menyenggol lengannya.
Gadis asing itu seketika terbangun dan menatap Jeremy.
"A..ada apa??Apakah saya harus pergi sekarang?" tanya gadis asing itu dengan perasaan yang panik.
"Bukan,aku membangunkan mu karena sebaiknya kau pindah saja ke kamar itu.Kau akan tambah sakit jika terlalu lama tidur di sofa ini." ujar Jeremy memberitahu.
"Ti..Tidak apa-apa tuan.Saya lebih baik disini saja,disini saya juga sudah merasa nyaman." jawab gadis asing itu menolak kebaikan Jeremy.Karena ia merasa tidak enak hati sudah banyak merepotkan Jeremy.
"Apa kau yakin?" tanya Jeremy memastikan lagi.
Gadis asing itu pun langsung mengangguk pelan.
"Ya sudah,kalau itu mau mu.Maaf aku jadi membangunkan mu." ujar Jeremy yang tak memaksa gadis asing itu.
"Tidak apa-apa." jawab gadis asing.
Jeremy pun meninggalkan gadis asing itu dan menuju kamarnya.Dan gadis asing itu pun kembali tidur.
...****************...
Esok harinya..
Ketika Arsen dan Velyn tengah sarapan bersama,Kekey pun datang menghampiri mereka dengan penampilan yang sudah rapi.
"Selamat pagi." sapa Kekey dengan nada yang ramah sambil tersenyum.
Arsen dan Velyn pun langsung menoleh ke arah Kekey.
"Oh,kamu sudah bangun Key,ayo kita sarapan dulu." sahut Velyn mengajak Kekey untuk sarapan bersama.
Kekey pun mengangguk dan langsung menarik kursi untuk duduk.Ia sengaja duduk tepat di hadapan Arsen.Karena ia ingin terus memperhatikan Arsen dan menarik perhatian Arsen untuk melihat dirinya yang menurutnya sudah sangat cantik.
Dan hal itu membuat Arsen langsung menghentikan sarapannya dan menatap datar ke arah Kekey.
"Aku akan berangkat sekarang." ujar Arsen pada Velyn.
"Eh,tapi kenapa buru-buru?Kamu baru memakannya sedikit?" tanya Velyn yang merasa heran karena Arsen memang tidak biasanya sarapan sedikit.
"Entah kenapa nafsu sarapan ku seketika hilang.Nanti siang Jeremy akan menjemput mu,kau datang lah ke kantor ku." jelas Arsen dengan nada ketus dan langsung berangkat.
"Iya,baik lah..Hati-hati sayang." jawab Velyn mengangguk sembari bangkit dari kursinya dan mengantar Arsen menuju pintu depan.
Arsen pun seperti biasa mengecup dahi Velyn dengan lembut dan mesra
__ADS_1
Membuat Kekey yang melihat langsung menatap sinis.Seakan ia merasa iri melihat kemesraan mereka berdua.
Setelah Arsen berangkat,Velyn pun kembali ke meja makan dan menemui Kekey.
"Kak,apakah kau bisa bantu aku masuk kerja di kantor suami mu?" tanya Kekey yang tiba-tiba sengaja membujuk Velyn.
"Hah?bekerja di kantor suami ku?" tanya Velyn yang kaget.
"Iya kak,suami mu 'kan pemilik perusahaan.Pasti tidak masalah 'kan jika aku bekerja di perusahaannya?" ujar Kekey.
"Tapi Key,tidak mudah bekerja di perusahaannya.Walau pun kau ada hubungan saudara dengan ku,mesti harus melewati proses seleksi.Mendapatkan posisi di kantornya setidaknya harus ada gelar kelulusan perguruan tinggi.Kalau kau ingin bekerja disana,minimal kau hanya akan mendapatkan posisi lebih rendah.Setidaknya sebagai office girl." jelas Velyn panjang lebar.
"Masa harus seperti itu?Ayo lah kak.Bantu aku bujuk suami mu.Aku pasti akan bekerja dengan giat dan jujur.Akan sangat memalukan jika aku bekerja di kantor suami mu hanya sebagai office girl." ujar Kekey yang terus membujuk Velyn.
"Maaf Key,hal ini harus ku bicarakan dulu padanya.Aku tidak bisa mengambil keputusan hanya secara sepihak." jawab Velyn.
"Oh baik lah.Ku harap suami mu bisa membantu ku.Karena sepertinya mencari pekerjaan disini masih sulit." tukas Kekey dengan mengeluh.
"Aku mengerti,yang penting kau tidak menyerah Key.Dan ada 1 hal lagi yang ku sampaikan padamu." ujar Velyn.
Kekey pun langsung menatap penasaran.
"Soal apa?" tanya Kekey.
"Sepertinya kau tidak bisa tinggal bersama kami.Walau pun hanya untuk sementara waktu." jawab Velyn.
"Memangnya kenapa?Apa dia merasa risih?Karena melihat gadis kampung seperti ku tinggal bersama kalian?" tanya Kekey menebak.
"Lalu aku harus tinggal dimana kak?Aku kan belu mengenal kota ini.Uang ku juga tidak akan cukup jika menyewa sebuah rumah.Pasti biayanya sangat mahal dan tidak akan terjangkau oleh ku."keluh Kekey panjang lebar.
"Soal itu kau tidak perlu khawatir.Aku akan membantu mu untuk menyewa sebuah kost-kostan yang nyaman untuk mu.Dan untuk biaya kau juga tidak perlu khawatir,aku akan membantu mu." jelas Velyn yang akan membantu Kekey.
"Oh,baik lah.Kau atur saja kak,aku akan ikuti." jawab Kekey dengan nada datar dan malas.Karena ia pun tak bisa lagi menolak apa pun yang dikatakan Velyn.Sebab ia memang sadar,jika dia perlu banyak menolak.Nasibnya pada akhirnya hanya akan berakhir miris dengan pulang kembali ke kampung halamannya.Tanpa ada hasil selama ia mencari pekerjaan di kota.
Kekey pun kembali ke kamar dengan perasaan kesal sambil mendengus.
"Sial..Kenapa jadi begini?Kenapa mereka jadi ingin mengusir ku?Apakah ini karena perintah dari pria itu??Menyebalkan.!!" umpatnya dengan kesal karena merasa tidak terima dengan keputusan Velyn.
"Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja.Bagaimana pun caranya,aku harus berusaha menaklukan pria kaya itu.Walau pun harus menghancurkan pernikahan mereka,aku tidak akan peduli." ujarnya dengan tatapan yang sangat sinis.
Kekey pun mulai dirasuki oleh pikiran licik yang ingin menghancurkan pernikahan Velyn dan Arsen.Hatinga busuknya pun mulai timbul dan serakah yang ingin menguasai apa pun yang dimiliki Velyn.
Seakan hidupnya tidak adil jika hanya Velyn saja yang merasa beruntung,memiliki pria kaya yang bisa membuat hidupnya lebih terjamin.
...****************...
Jeremy yang akan bersiap-siap ke kantor Arsen,lebih dulu menemui gadis asing itu. Terlihat gadis asing itu pun sudah bersiap-siap.
"Kau mau pergi kemana?" tanya Jeremy ingin tahu.
"Ah,iya..Sepertinya sudah saatnya saya berpamitan pada anda tuan.Kareba kondisi saya sudah cukup membaik,lebih saya berpamitan untuk pergi." jawab gadis itu.
__ADS_1
"Apa kau yakin sudah lebih baik?" tanya Jeremy memastikan lagi.
Gadis itu tersenyum tipis sambil mengangguk. "Iya tuan." jawab gadis itu.
"Baik lah,aku akan mengantar mu.Ayo." ujar Jeremy yang berniat ingin mengantar gadis itu pulang.
"Tapi sebaiknya tidak usah tuan,saya akan pulang sendiri saja.Saya tidak mau merepotkan anda lagi." ujar gadis itu kembali menolak kebaikan Jeremy.
"Bukankah aku sudah bilang,kalau aku tidak merasa direpotkan.Jadi tolong jangan menolak kebaikan ku.Ayo." jawab Jeremy yang memaksa ingin mengantar gadis itu.
"I..Iya tuan." jawab gadis itu langsung mengangguk dan menuruti ajakan Jeremy.
Diperjalanan,gadis asing itu lebih banyak diam sambil memandangi luar jendela.Jeremy pun sesaat melirik ke arah gadis itu sambil tetap fokus mengemudi.
"Boleh kutahu siapa nama mu?Sepertinya kau belum memberitahu siapa nama mu." tanya Jeremy yang ingin tahu nama gadis asing itu.
"Oh,nama ku Lilla." jawab gadis asing itu bernama Lilla.
"Oh,nama yang bagus." ujar Jeremy memuji nama Lilla.
Lilla hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Dan apakah aku boleh tahu,kenapa dengan luka di sekujur tubuh mu?Apakah ada seseorang yang melakukan kekerasan padamu?" tanya Jeremy langsung menyinggung luka di tubuh Lilla.
Lilla pun langsung menutupi luka yang terlihat ditangannya dengan tangannya yang 1 lagi.Seakan ia merasa malu dengan luka yang terlihat oleh Jeremy.
"Tidak..Maaf saya tidak bisa menceritakannya pada anda tuan." jawab Lilla yang justru enggan untuk menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.
"Oh,baik lah aku paham.Maaf bukan maksud ku ingin tahu masalah mu.Aku hanya tidak sengaja mendengar saat kau mengigau. kemarin."
"Mengigau?" tanya Lilla bingung.
"Yah,kau menyinggung ayah tiri mu sambil memohon dan menangis.Ku pikir masalah mu ada kaitannya dengan dia?" jelas Jeremy.
Lilla memilih diam dan menunduk.Dan Jeremy pun tak bertanya lagi karena ia langsung mengerti jika Lilla tak ingin dirinya tahu dengan masalahnya.
Jeremy pun akhirnya mengantarkan Lilla sampai tujuan yang diarahkan Lilla.Sebuah gang kecil yang tak bisa membuat mobilnya untuk bisa mengantar langsung Lilla ke rumahnya.
"Terima kasih untuk semua kebaikan anda tuan.Maaf saya tidak bisa membalas kebaikan anda saat ini,tapi jika ada kesempatan saya pasti akan membalas kebaikan anda." ucap Lilla sebelum turun dari mobil Jeremy.
"Jangan sungkan,aku lah yang seharusnya minta maaf karena hampir menabrak mu kemarin.Dan jaga diri mu baik-baik." balas Jeremy sambil tersenyum.
Lilla pun berpamitan dan langsung turun dari mobil meninggalkan Jeremy.Sesaat Jeremy pun memandang Lilla yang berjalan seorang diri memasuki gang kecil tersebut.Setelah menjauh ia pun langsung melajukan mobilnya dan pergi.
Lilla yang tiba di rumah,langsung disambut oleh pria paruh baya dengan postur tubuh besar dan bertato.Pria itu tidak lain adalah sang ayah tiri yang menikahi ibu Lilla.Pria itu pun langsung memasang wajah sangat dan tatapan tajam kala melihat Lilla yang baru saja pulang.Setelah 2 hari tidak pulang tanpa kabar.
Lilla pun tak berani sedikit pun menatap sang ayah tiri karena merasa ketakutan.
Namun,belum sempat ia memasuki rumahnya sang ayah tiri langsung menghampiri Lilla.
Dan..
__ADS_1