
Seketika membuat Claudia pun langsung menoleh ke arah belakang.Sebab seseorang telah menahan tangannya,saat ia akan memukul wajah Velyn.
Claudia pun langsung berdiri mematung dan panik.Kala melihat seorang sosok pria yang sangat disegani di tempat ia bekerja.
"Tuan CEO." seru Claudia dengan reaksi kagetnya.
Pria itu pun hanya memasang wajah senyum dan melepaskan tangan Claudia.
"Jangan mencoreng perusahaan ku dengan ulah tidak terpuji mu nona Claudia." tegur pria itu bernama Lewis Antonio.
Pria yang menduduki sebagai seorang CEO di perusahaan yang ternama dikota tersebut.Ia dikenal pria yang baik dan ramah.Dan banyak wanita yang berusaha ingin merebut hatinya.Tapi sayang Lewis tak begitu mudah untuk didekati oleh wanita mana pun.Tidak ada yang tahu,kenapa setiap wanita yang berusaha mendekati selalu berakhir ditolak.
Claudia pun langsung tertunduk malu dan gugup.Saat mengetahui jika atasannya telah melihat tindakan arogannya.
"Ma..Maaf tuan..Saya cuma bercanda.Iya kan gadis CS?" ujar Claudia yang mencoba membela diri sembari melirik sinis ke arah Velyn.Yang berniat ingin Velyn bekerja sama padanya.Agar membuat Lewis mempercayai ucapannya yang sudah berbohong.
"Iya nona ini cuma bercanda tuan karena tuan sudah melihatnya.Permisi."jawab Velyn langsung ngeloyor pergi dan tak berniat ingin bekerja sama dengan kebohongan yang dibuat oleh Claudia.Claudia pun hanya bisa menatap tajam saat Velyn pergi.
Gadis sialan.!!Awas saja kau. Umpatnya dalam hati yang kesal.
Sementara Lewis terus memperhatikan Velyn yang pergi.Ia pun merasa heran dengan sosok Velyn yang baru pertama kali ia lihat.
Siapa gadis itu?Sepertinya aku baru melihatnya?? Gumam Lewis sesaat.
"Euh..Tuan,maaf kalau begitu saya permisi juga." ujar Claudia yang berniat ingin cepat pergi dan menghindar dari Lewis.Sebelum Lewis menegurnya dengan sanksi yang berat.
Namun,Lewis tak semudah itu membiarkan staff nya lolos begitu saja.
"Nona Claudia,lain kali aku tidak mau kau menindas siapa pun di kantor ini.Bahkan seorang CS sekali pun.Disini aku memiliki aturan yang harus saling menghargai dan menghormati setiap posisi masing-masing.Jadi kuharap kau mengerti maksud ku." ucap Lewis memberi peringatan secara halus pada Claudia.
Claudia pun langsung tertunduk malu.
"I..Iya baik tuan,saya mengerti.Maafkan atas sikap saya tadi tuan Lewis." ungkap Claudia yang menyesali perbuatannya.Dan itu pun ia lakukan hanya berpura-pura agar Lewis memaafkan nya dan membiarkan dia lolos.
"Untuk kali ini aku memaafkan mu.Jika ini terulang lagi,kau pasti sudah tahu sanksinya." tukas Lewis langsung pergi.
Claudia pun hanya bisa mengangguk dan tak berani lagi menjawab.Tapi ia pun menjadi kesal pada Velyn.Karena dirinya harus ditegur langsung oleh Lewis sang CEO.
__ADS_1
...****************...
Arsen saat ini tengah berada di Swiss untuk urusan pekerjaan.Selama sebulan ia dan Velyn sudah saling tidak pernah bertemu sekali pun.Kesibukannya hampir membuat ia akan lupa dengan sosok Velyn.Namun,entah kenapa untuk hari ini ia justru merasa teringat dan merindukan gadis yang sesaat membuat hidupnya bahagia.
Arsen sengaja tidak kembali menemui Velyn.Karena permintaan Velyn yang tidak ingin bertemu dengannya.Tapi,bukan berarti ia menghilangkan perasaannya begitu saja pada Velyn.
Sementara Jeremy pun masih setia menjadi pengawal pribadi Arsen.
"Bagaimana?Apakah dia baik-baik saja?" tanya Arsen pada Jeremy.Yang secara tidak langsung menyinggung Velyn.
"Saat ini nona Velyn bekerja sebagai cleaning servis di sebuah perusahaan besar tuan." jawab Jeremy memberitahu Arsen.
"Apa?Apakah tidak ada pekerjaan lain?Kenapa dia harus bekerja dengan posisi serendah itu?" tanya Arsen yang kaget.
"Maaf tuan,hal ini saya tidak tahu."
"Yah,setidaknya kau harus terus mengawasi dia.Jangan biarkan siapa pun yang mengganggu gadis ku.Termasuk Alethea sendiri.Kau mengerti,?" ucap Arsen mengingatkan Jeremy.
"Dan atur kepulanganku hari ini,aku merasa jenuh di negara ini." ujar Arsen lagi memerintahkan Jeremy.
Jeremy langsung mengangguk paham."Baik tuan,saya mengerti." jawab Jeremy.
...****************...
Velyn tengah bersiap-siap akan pulang.Setelah para staff sudah pulang,hanya Velyn dan beberapa orang yang masih terlihat belum pulang.
"Velyn,aku pulang duluan ya." sahut Dea teman sesama cleaning servis seperti Velyn.Sembari melambaikan tangan yang akan pulang.
Velyn pun tersenyum dan membalasnya. "Iya,hati-hati." ujar Velyn yang masih akan bersiap-siap.
Setelah selesai ia pun berjalan menuju lift untuk turun dari lantai atas.Dan tanpa diduga ia pun kembali bertemu dengan Lewis.
Velyn seketika merasa kaget dan heran.
"Euh..Maaf tuan,apa tuan tidak salah naik lift ini?" tanya Velyn mencoba mengingatkan Lewis.
"Tidak salah,memangnya kenapa?" tanya Lewis balik.
__ADS_1
"Tapi ini 'kan lift untuk karyawan cleaning servis seperti saya tuan.Kalau untuk atasan seharusnya naik lift yang khusus." jelas Velyn sambil memberitahu Lewis.Sebab dia tahu jika ternyata Lewis memang adalah seorang CEO tempat ia bekerja.
Seketika membuat Lewis tersenyum kekeh. "Memangnya ada larangan untuk orang seperti ku naik lift?"
"Yah tidak.Tapi aturannya kan memang begitu." jawab Velyn menjelaskan lagi.
"Bagi ku tidak masalah.Mau lift mana pun sama saja.Sama-sama bisa digunakan untuk naik turun bukan?"
"Iya saya rasa memang begitu." ujar Velyn dengan polosnya.
"Siapa nama mu?Sepertinya aku baru melihat mu?" tanya Lewis langsung mengalihkan pembicaraan.
"Euh..Nama saya Velyn tuan.Saya baru 2 Minggu bekerja di kantor ini." jawab Velyn memperkenalkan dirinya.
"Oh,pantas saja aku baru melihat mu.Aku ingin memberitahu mu,jika ada staff yang mencoba menindas mu.Kau harus cepat beritahu aku.Karena aku tidak suka jika staff ku menggunakan posisi mereka untuk menindas yang berada dibawah mereka.Kau mengerti?" ucap Lewis memberitahu pada Velyn.
"Oh,iya tuan.Terima kasih untuk kebaikan tuan." ucap Velyn berterima kasih sambil tersenyum.
Seketika membuat Lewis pun terpaku,kala.melihat senyuman lugu yang ditunjukan oleh Velyn.
****..Kenapa senyumannya langsung membuat perasaan ku bergetar? batinnya yang sejenak terpana melihat senyuman Velyn.
Lewis pun tak mengira jika senyuman Velyn yang untuk pertama kalinya ia lihat,bisa membuat perasaannya pun bercampur tidak karuan.Tapi,Lewis tak ingin terhanyut begitu saja.Ia khawatir jika perasaan itu hanya sesaat dan menghilang begitu saja.Karena hanya dari senyuman belum tentu membuat ia bisa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Setelah obrolan itu,pintu lift pun langsung terbuka.
"Terima kasih untuk obrolannya tuan.Selamat malam." ucap Velyn langsung meninggalkan Lewis.
Sementara Lewis masih hanya bisa berdiri lama dan memandangi kepergian Velyn.
"Gadis yang unik." pujinya yang tanpa sadar telah bicara sendiri.
...****************...
Si tampan Lewisππ
__ADS_1
Gimana readers ku??ππ