Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 106


__ADS_3

Melihat Shane sudah sadar,Zevana dengan cepat menghampiri Shane sambil tersenyum.


"Hai,tuan..Anda sudah sadar?" sapa Zevana yang langsung duduk disamping Shane.


"Kau siapa?" tanya Shane yang bingung


"Ah..Kenalkan aku Zevana,adik kak Zia.Orang sudah menolong dan membawa mu kesini." jawab Zevana langsung memperkenalkan dirinya.


Sesaat Shane pun melirik ke arah kamar Zia.


Jadi gadis itu bernama Zia. Gumamnya sesaat.


"Dan siapa nama mu tuan?Aku belum tahu siapa dirimu." tanya balik Zevana ingin tahu.


"Aku Shane..Sebaiknya tolong panggilkan kakak mu." ujar Shane menyuruh Zevana untuk memanggil Zia.Karena dia merasa risih dengan keberadaan Zevana disampingnya.


"Kenapa harus memanggil dia??Lebih baik mengobrol saja dengan ku tuan.Percuma kau bicara dengannya,dia orang yang membosankan." ujar Zevana yang langsung menjelekkan Zia.


Shane pun hanya menatap datar ke arah Zevana.


Gadis ini menyebalkan sekali. Gerutunya dalam hati.


"Tapi aku perlu bicara dengan kakak mu.Tolong." jawab Shane yang tetap ingin bicara pada Zia.

__ADS_1


Seketika membuat Zevana langsung mendengus dan bangkit dari kursinya.Dengan perasaan kesal ia pun memanggil Zia yang masih berada didalam kamar.


Dan tak berapa lama Zia pun datang menemui Shane.


"Ada apa anda memanggil ku?Apakah anda sudah selesai makan?" tanya Zia dengan nada datar.


"Sudah,terima kasih untuk makanannya.Makanan mu sangat enak." jawab Shane memuji masakan Zia.


"Oh,syukur lah..Lalu,kapan anda akan pulang?" tanya Zia lagi.


"Memangnya harus sekarang aku pulang?" tanya Shane memastikan.


"Yah,anda sudah sadar dan anda sudah bisa menggerakkan tubuh dengan makan sendiri.Itu berarti anda sudah lebih baik." ujar Zia.


"Maaf tuan,bukan aku tidak mengijinkan anda disini.Tapi tidak baik jika seorang pria lajang berada dirumah dua orang gadis yang masih perawan tanpa pengawasan orang tua.Lagi pula anda pasti punya keluarga.Anda punya ponsel dan bisa hubungi keluarga anda untuk menjemput anda." jelas Zia panjang lebar.


"Baik lah,kalau memang itu menurut mu." ujar Shane dengan sedikit kecewa.Karena sebenarnya ia masih ingin berada di rumah Zia dan ingin sedikit mengobrol dengan Zia.


Entah kenapa saat ini ia merasa ingin diperhatikan oleh Zia.Yang padahal sebelumnya ia sangat membenci Zia.Ia tak pernah merasakan diperhatikan oleh seorang gadis yang tulus menolong dirinya.


Shane mencoba mengambil ponsel dari dalam kantong celananya.Tapi sayangnya dia tidak menemukannya.Dan bahkan dompetnya pun juga hilang.


Bram Brengsek..!!Beraninya dia mengambil ponsel dan dompet ku.Umpatnya dalam hati.

__ADS_1


"Maaf,tapi sepertinya dompet dan ponsel ku hilang.Apa kau ada melihatnya?"


"Hah??Tapi dari awal aku menolong anda.Aku tidak menemukan ponsel dan dompet anda." jawab Zia.


"Berarti semua barang berharga ku telah hilang.Dan aku tidak bisa menghubungi keluarga ku." ujar Shane.


Seketika membuat Zia langsung menarik nafas panjangnya.


"Berikan nomor keluarga anda,aku akan coba menghubungi keluarga anda agar bisa menjemput anda."ujar Zia.


"Aku tidak ingat." jawab Shane singkat.


Membuat Zia langsung menatap aneh.


"Apakah anda sedang bercanda?" tanya Zia.


"Aku serius,bahkan nomor ku sendiri aku juga tidak ingat." jawab Shane apa adanya.


Zia hanya bisa menghela nafas dan tidak tahu harus berkata apa lagi dengan alasan Shane yang tak masuk akal.


"Bukankah anda bisa naik taxi sampai alamat rumah anda??" tanya Zia langsung teringat dengan taxi.


"Bisa saja,tapi aku tidak bisa pulang sendiri.Apa kau bersedia mengantarku pulang sampai ke rumah?" jawab Shane dan bertanya balik.

__ADS_1


Zia kembali menatap aneh pada Shane.


__ADS_2