
"Baik lah,aku akan mengantar mu pulang tuan." jawab Zia menyanggupi permintaan Shane.
Shane pun langsung tersenyum senang.
"Apa aku juga boleh ikut mengantar mu tuan?" sahut Zevana langsung menyela.
Membuat Shane dan Zia langsung menoleh.
Belum sempat akan menjawab,Shane pun langsung menjawab.
"Jangan." ujar Shane melarang Zevana ikut.
Zia kembali menatap heran,begitu juga dengan Zevana.
"Kenapa??Kenapa aku tidak boleh ikut mengantar mu tuan?" tanya Zevana dengan nada manja.
"Karena lebih baik kakak mu saja.Ayo." jawab Shane langsung mengajak Zia untuk diantarkan pulang.
Zevana pun hanya memandang kesal dengan penolakan Shane yang tak mengijinkan dirinya ingin juga mengantarkan ia pulang ke rumah.Sebab ia juga merasa penasaran dimana dan bagaimana keadaan kediaman Shane.
Diperjalanan,Zia pun hanya diam sambil memandangi pemandangan luar dari jendela mobil taxi.Sesekali Shane pun memperhatikan Zia sejak tadi hanya diam saja.
"Apa kau hanya tinggal berdua dengan adik mu?" tanya Shane membuka topik obrolan.
Zia pun langsung menoleh dan menatap heran. "Bagaimana anda tahu?" tanya Zia penasaran.
"Euh..Itu aku cuma menebak." jawab Shane yang ternyata cuma asal bertanya.
"Yah,kami cuma hidup berdua." jawab Zia dengan jujur.
"Dimana kedua orang tua mu?" tanya Shane yang jadi ingin tahu.
"Apakah anda sekarang jadi orang yang ingin tahu privasi hidup orang lain?"tanya Zia menyindir Shane.
Seketika membuat Shane pun tersenyum malu. "Maaf,kalau aku lancang bertanya seperti itu.Tapi,mulai sekarang apakah kita bisa jadi teman?" tanya Shane mengalihkan pembicaraannya.
"Teman?" tanya Zia memastikan.
"Ya,itu pun kalau kau merasa tidak keberatan." ujar Shane.
__ADS_1
"Sepertinya jangan."
"Kenapa?" tanya Shane penasaran.
"Karena kita bagaikan langit dan bumi.Anda di langit dan aku di bumi.Yang secara nyata tidak akan mungkin orang seperti anda mau berteman dengan aku yang orang miskin." jelas Zia yang merasa sadar diri.
Membuat Shane pun langsung terdiam.
"Kalau begitu,aku minta maaf atas sikap ku sebelumnya." ungkap Shane.
Langsung membuat Zia terkejut. "Hah?" seru Zia.
"Pasti menurut mu sangat aneh.Karena secara aku tiba-tiba mengatakan maaf padamu.Sebab aku baru menyadari kesalahan ku sebelumnya." ungkap Shane panjang lebar.
"Apa karena aku menolong anda?" tanya Zia mengungkitnya.
"Mungkin,sebab dari itu aku baru sadar semua yang ku lakukan padamu sudah sangat berlebihan." jawab Shane sambil mengangguk.
Zia pun langsung menghela nafas panjangnya. "Tapi sepertinya aku tetap bisa berteman dengan mu tuan.Anda hanya akan dipermalukan jika berteman dengan orang yang berbeda kalangan dengan ku." ujar Zia yang merasa rendah diri dan tidak pantas untuk menerima pertemanan dengan Shane.Dan ia pun tak ingin percaya begitu saja dengan permintaan maaf dari Shane.
Dia takut jika Shane hanya asal bicara dan tak serius ingin minta maaf dengannya.Dan memanfaatkan dirinya dengan dijebak oleh kebohongannya.
*
*
Shane pun langsung turun dari mobil taxi,sementara Zia justru memilih tetap berada didalam mobil taxi.
"Kenapa kau tidak ikut turun?" tanya Shane.
"Aku hanya mengantarkan anda sampai rumah,jadi tidak perlu turun.Aku akan langsung pulang.Dan semoga anda cepat sembuh." ucap Zia yang menolak untuk turun dari mobil taxi.
Tapi Shane justru memaksa Zia untuk turun dan menarik tangannya memasuki kediamannya.
"Hei..Anda mau apa??Kenapa anda memaksa ku untuk turun juga?" tanya Zia yang kaget dengan tindakan Shane.
"Bagaimana bisa kau cuma mengantar ku saja.Aku perlu mengenalkan mu pada keluarga ku." ujar Shane sambil tetap menarik tangan Zia menuju pintu rumahnya.
"Tapi aku tidak mau..Lepaskan aku tuan.!" ujar Zia yang berontak minta dilepaskan.Tapi Shane justru tak memperdulikan dengan perintah Zia.
__ADS_1
Saat memasuki kediamannya,Shane langsung disambut oleh Velyn sang ibu.
"Shane,kamu sudah pulang.Kenapa dengan wajah dan tubuh mu?Kenapa penuh luka?" tanya Velyn langsung panik saat melihat kondisi Shane yang penuh luka dan ditutupi oleh perban.
"Aku tidak apa-apa ma." jawab Shane.
"Lalu siapa gadis ini??" tanya Velyn langsung tertuju ke arah Zia yang berdiri dibelakang Shane sambil menundukkan kepalanya.
Velyn pun justru melihat Zia dengan tersenyum ramah.
"Oh,dia adalah Zia.Dia teman ku ma." jawab Shane memperkenalkan Zia pada Velyn ibunya.
"Se..selamat malam nyonya,maaf saya menganggu waktu anda."ucap Zia dengan sopan dan takut.
"Selamat malam gadis manis.Ayo ikut Tante,kita duduk diruang tengah saja.Bibi tolong buatkan teh untuk tamu kita ya " ujar Velyn langsung menyambut Zia dengan senang dan merangkul Zia mengajaknya ke ruang tengah.Zia mau tak mau pun menuruti ajakan Velyn.Karena merasa tidak enak jika menolak keramahan Velyn begitu saja.
Sedangkan Shane justru diabaikan begitu saja tanpa merasa diperhatikan lagi dengan kondisinya.
Dan disaat bersamaan Arsen pun keluar dari kamar dan menghampiri Shane dengan tatapan yang dingin.Membuat Shane langsung tertunduk kaku dan tidak berani menatap Arsen.
"Hanya beberapa jam kau keluar,kondisi mu sudah babak belur??Apa sekarang kau ingin jadi preman?atau kau menjadi korban preman?" tanya Arsen menyindir kondisi Shane.
Shane pun memilih bungkam dan tak ingin lagi menjawab apa pun yang dikatakan Arsen ayahnya.
"Siapa gadis itu?Apa dia pacar mu?" tanya Arsen ingin tahu.
"Hanya teman yang sudah menolong ku pa." jawab Shane.
"Kalau kau menyukainya dan ingin kami merestuinya.Turuti apa yang papa ingin kan.Selebihnya kau bebas memilih siapa pun yang akan menjadi pilihan mu." ujar Arsen mengingatkan Shane.
Shane lebih memilih mengangguk dan kali ini menuruti apa yang diinginkan sang ayah.Entah kenapa sejak Zia menolong dirinya,Shane pun perlahan ingin berubah dan mengalah dari apa yang dia tidak inginkan sebelumnya.
Sementara Velyn tampak begitu senang menyambut kedatangan Zia yang sebenarnya masih asing untuknya.Tapi melihat penampilan Zia yang terlihat sederhana,ia justru langsung merasa suka dengan Zia.Mengingatman dirinya yang dulunya juga penampilannya sangat sederhana.
"Berapa usia mu nak?" tanya Velyn ingin tahu.
"Usia saya baru 20tahun nyonya." jawab Velyn dengan nada kaku.
"Oh ternyata kamu masih sangat muda.Bagaimana kamu mengenal Shane?Padahal saya tidak tahu jika Shane memiliki teman seorang gadis." ujar Velyn penasaran.
__ADS_1
"I..Itu hanya secara tidak sengaja nyonya.Dan tuan Shane baru mengenal saya hari ini." ujar Zia memberitahu Velyn.