
Ditempat lain..
Terlihat Samuel baru tiba di suatu tempat yang sangat jauh dari perkotaan.Tempat yang baru pertama kalinya ia datangi.Tempat itu sangat jauh dari fasilitas dan hiru pikuknya ibukota.
Samuel pun menempati sebuah rumah yang sangat kecil dan sempit.Bahkan jauh dari kata yang layak untuk dihuni.Saat memandangi rumah tersebut,Samuel pun menarik nafas panjangnya.
Ia masih tidak percaya jika ia akan berakhir disebuah tempat yang tidak pernah ia bayangkan.Terlebih ia hidupnya kini berada dalam genggaman seseorang yang jika ia menentangnya.,akan berakhir dipenjara.
Samuel pun memasuki rumah tersebut dan menutupnya.Tapi,belum lama ia menutup pintu tersebut.Tiba-tiba terdengar suara pintu berbunyi.
Tok..Tok..
Sesaat Samuel sedikit heran ketika seseorang mengetuk pintu rumahnya dari luar.Karena tidak tahu siapa yang datang dan mengetuk pintu rumahnya.Sebab ia belum mengenal siapa pun di lingkungannya yang sekarang.
Merasa penasaran,Samuel langsung membukakan pintu tersebut dan terlihat beberapa orang dengan berseragam berdiri tepat dihadapan Samuel.
"Selamat malam,maaf kedatangan kami menganggu anda.Apakah anda bapak bernama Samuel?" ucap dari salah satu mereka.
...****************...
Tiba dirumah,Arsen langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.Ia begitu lelah dengan pekerjaan yang menemaninya hari ini.
Dan disaat ia baru akan memejamkan mata untuk beristirahat.Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu yang seketika membuat matanya terbuka.
__ADS_1
Arsen pun langsung beranjak bangkit dan berjalan ke arah pintu untuk membukakannya.
"Maaf tuan,ada wanita yang ingin bertemu dengan tuan." ujar Jeremy memberitahu pada Arsen.
"Siapa?" tanya Arsen.
"Seorang wanita bernama Ivana tuan." jawab Jeremy.
"Usir dia dan jangan biarkan dia datang lagi." tukas Arsen memerintahkan Jeremy.
"Baik tuan." ucap Jeremy mengangguk dan langsung meninggalkan Arsen.
Jeremy pun langsung menemui Ivana yang sedang duduk menunggu kedatangan Arsen.Ia begitu percaya diri jika Arsen akan menemui dirinya.
"Dimana dia?Kenapa jadi kau yang datang?" tanya Ivana penasaran.
"Maaf nona,tuan Arsen menyuruh anda untuk pergi dan melarang anda untuk tidak datang lagi kesini." jawab Jeremy memberitahu Ivana.
Yang seketika membuat Ivana langsung beranjak bangkit dari duduknya dan melihat Jeremy dengan tajam. "Memangnya kenapa dia tidak mau menemui ku dulu?Aku sengaja datang kesini untuk menemuinya.!" sentak Ivana dengan kesal.
"Maaf,ini perintah tuan Arsen.Saya tidak bisa menentangnya nona.Silakan anda pergi dari tempat ini." ucap Jeremy yang tetap menyuruh Arsen pergi.
Sesaat Ivana pun menoleh ke atas,tepatnya lantai 2 dimana kamar Arsen berada.
__ADS_1
"Arsen.!!Kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini.!Aku pasti akan datang lagi kesini untuk menemui mu.!" teriak Ivana dengan nada yang cukup tinggi.
Namun,Arsen sama sekali tidak mendengar dan memperdulikan semua teriakan Ivana.
Akhirnya Ivana pun meninggalkan kediaman Arsen dengan perasaan yang marah dan kecewa.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Terlihat Samuel tengah duduk murung dengan kepala menunduk disebuah tempat yang dingin dan lembab.Dan hanya ada beberapa orang yang menemaninya yang sama sekali tidak ia kenal.Sejak beberapa orang pria yang mendatangi dirinya kemarin,membuat Samuel kini berada disebuah lapas.Dimana tempat untuk orang yang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Ia tak mengerti kenapa ia sampai berakhir dipenjara.Sebab Arsen sebelumnya sudah menjamin jika dirinya akan lolos dari perbuatannya jika ia menjauh dari kehidupan Velyn.
Namun ternyata,Samuel seakan telah dijebak oleh Arsen tanpa ia ketahui.
Dan sekarang tidak ada yang bisa ia perbuat setelah dirinya akan mempertanggung jawabkan perbuatannya dipenjara.
Disaat ia tengah tertunduk murung,seorang petugas lapas menemuinya dan meminta Samuel untuk keluar.Ia diminta untuk menemui seseorang yang ingin menemui dirinya.
Saat ditemui,Samuel seketika menatap tajam ke arah seseorang yang sudah membuat dirinya terjebak dalam permainannya.
"Bajingan.!Mau apa lagi kau menemui ku?Apa kau masih belum puas sudah membuat ku ditempat ini.!" sentak Samuel yang langsung melampiaskan amarahnya pada Arsen.
__ADS_1