Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 98


__ADS_3

25 tahun kemudian..


Kini Arsen dan Velyn memiliki seorang putra dan putri yang tampan dan juga cantik.


Mereka bernama Shane dan Velita.


Ketika Arsen dan Velyn tengah menikmati sarapan pagi.Shane pun keluar kamar dan menghampiri kedua orang tuannya.


"Pagi pa,ma." sapa Shane sembari menarik kursi makan dan akan ikut sarapan bersama.


"Pagi sayang." sahut Velyn ibunya.


Sementara Arsen lebih memilih melirik tanpa menjawab.


"Ayo,kita sarapan bersama nak." ujar Velyn mengajak Shane untuk sarapan bersama.


"Tentu ma." jawab Shane langsung mulai menikmati sarapan paginya.

__ADS_1


"Kapan kau akan mulai belajar bisnis papa mu?Kau tahu kan,usia papa mu sudah tidak muda lagi." sahut Arsen yang langsung menyinggung bisnisnya.


Shane pun langsung menghela nafas panjang. "Kenapa papa masih terus membahas itu?Bukankah aku sudah pernah bilang,aku belum siap untuk belajar berbisnis pa." jawab Shane yang menolak membahas bisnis Arsen.


"Karena sudah jelas kau yang akan meneruskan perusahaan papa nantinya.Kalau tidak dari sekarang,mau sampai kapan lagi kau akan menundanya?Sudah cukup kau terus bermain-main dengan teman mu yang tidak jelas.Pikirkan untuk masa depan mu,bukan hanya perusahaan saja yang akan menjadi tuntutan hidup mu,tapi juga menikah.2 hal itu sudah seharusnya kau pikirkan dari sekarang." kata Arsen mengingatkan dan menasehati Shane panjang lebar.


Shane sesaat meletakan pisau dan garpunya,sembari kembali menghela nafas panjang.


"Tapi pa,aku masih ingin menikmati masa muda ku.Aku belum siap untuk memikirkan itu semua.Dan aku punya pilihan sendiri untuk masa depan ku.Bukan harus mengikuti semua tuntutan mu." jawab Shane sembari bangkit dari tempat duduknya.


Membuat Arsen langsung menoleh tajam ke arah Shane. "Apa kata mu??" sentak Arsen mulai kesal.


"Tapi nak.-" sahut Velyn yang mencoba menahan Shane.


Tapi Shane sudah pergi begitu saja dan tidak peduli dengan kedua orang tuanya.Arsen pun hanya memandang kesal tanpa ikut menahan Shane untuk bicara padanya.


"Pa,jangan terlalu keras padanya.Shane bukan anak yang mudah menurut begitu saja.Kita harus pelan-pelan membicarakan hal ini padanya." ujar Velyn menasehati Velyn.

__ADS_1


Arsen hanya mendengus dan tak ingin meluapkan kekesalannya pada Velyn.Sebab ia tahu jika Velyn pastinya akan terus membela Shane.Bagaimana tidak jika Shane selalu dimanja oleh Velyn.


...****************...


Ditempat lain,terlihat seorang gadis bernama Zia yang tengah bersiap-siap akan mulai berjualan.Ia hidup bersama seorang adik bernama Zevana yang masih bersekolah SMA kelas 3.


Zia hidup hanya berdua dengan Zevana.Sang ibu telah meninggal dunia,sementara sang ayah pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja tanpa rasa tanggung jawab.


Untuk memenuhi kebutuhan mereka,Zia berjualan bakso dengan gerobak keliling.Setiap harinya Zia selalu berkeliling kemana pun untuk menjajakan bakso dagangannya.


Zia juga tak pernah putus asa,walaupun baksonya terkadang tidak laku sedikit pun.Demi juga membiayai pendidikan Zevana,Zia terus berusaha banting tulang untuk mencari uang agar bisa memenuhi semua kebutuhan hidup mereka.


Sebelum Zia akan berangkat berjualan,Zevana pun datang menghampirinya.


"Kak,aku minta uang." ujar Zevana sambil menadahkan tangannya.


"Uang apa?Bukankah belum waktunya kamu minta uang jajan mingguan?" tanya Zia teringat.

__ADS_1


"Bukan uang jajan,tapi uang untuk ikut ujian bulan depan.Minggu ini aku harus melunasinya." jawab Zevana menjelaskan.


"Memangnya berapa jumlahnya?" tanya Zia ingin tahu dulu.


__ADS_2