Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 109


__ADS_3

"Bawa dia ."sahut salah satu dari mereka dan membawa paksa Zia untuk ke suatu tempat.


Zia pun mencoba untuk kabur,tapi kedua siswi itu langsung mencengkram kedua lengan Zia dengan kuat.


"Jangan coba teriak atau kau akan menyesal." ancam siswi itu.


Zia pun terpaksa menuruti perintah mereka yang akan membawa dirinya entah kemana.


Setibanya di suatu tempat yang sepi,mereka pun masih menahan Zia sembari menunggu kedatangan seseorang.


Zia pun terlihat bingung,kenapa mereka membawa dirinya ke tempat yang sepi.


"Kenapa kalian membawaku kesini?Apa mau kalian sebenarnya?" tanya Zia ingin tahu.


"Sudah kau diam saja,jangan banyak tanya.!" sentak salah satu dari mereka.


Tak berapa lama seseorang yang mereka tunggu pun datang.Yang tidak lain adalah Gretta sendiri yang berjalan ke arah Zia sambil melipatkan kedua tangannya.


Gretta pun memandang Zia dengan begitu sinis.Bahkan ia sempat memperhatikan penampilan Zia dari atas hingga ke bawah.


"Gadis kumuh,bagaimana bisa Shane begitu betah didekat mu?Bau mu saja sudah seperti sampah.!" tukas Gretta yang langsung menghina penampilan Zia.


Zia hanya mengernyitkan pandangannya.


"Dengar ya gadis kumuh.!!Jika kau masih betah untuk hidup,lebih baik segera kau enyah dari kampus ini.Karena jika kau masih berani memunculkan wajah mu di kampus ini,aku tidak akan segan-segan menyingkirkan hidup mu.Mengerti??" ucap Gretta memberi peringatan dan ancaman pada Zia.Sambil mengapit kedua pipi Zia secara kasar.


"Atas dasar apa kau melarang ku disini?Aku disini cuma untuk bekerja.Kau tidak bisa mengusir ku." jawab Zia dengan berani.


"Aku tidak akan mengusir jika kau tidak berada di dekat Shane.Karena Shane adalah milik ku.!!Dan tidak akan kubiarkan perempuan mana pun yang berani mendekatinya.Termasuk kau sendiri gadis kumuh.!" sentak Gretta dengan kesal.


"Tapi aku tidak pernah berniat mendekatinya.Kalau kau merasa tidak terima,kenapa kau tidak katakan saja pada orangnya langsung.Supaya dia menjauh dari ku.!" jawab Zia masih dengan berani nya menantang Gretta.


Mendengar ucapan Zia,Gretta pun langsung meradang dan secara reflek ia pun menendang perut Zia hingga terjatuh.Karena kedua teman Gretta dengan sengaja melepaskan tangan Zia.


Buk..


"Akh.." lirih Zia kesakitan sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


Gretta pun mendekati Zia dan kembali menendang perut Zia beberapa kali.Sampau Zia mencoba untuk melindungi perutnya dengan kedua tangannya.


"Tolong hentikan..!Sakit sekali.!!" rintih Zia meminta Gretta untuk berhenti menendang perutnya.


Gretta pun langsung berhenti dan berjongkok tepat dihadapan Zia sambil mengapit kedua pipinya lagi sambil menatap tajam.


"Kau tahu,aku paling tidak suka dengan orang yang berlagak menantang ku.Padahal sudah jelas kau begitu lemah,tapi berani sekali kau mencoba menantang ku." ujar Gretta sambil menatap tajam.


"Ini peringatan terakhir mu.Kalau kau masih saja mengabaikan peringatan ku.Bukan cuma kau saja yang akan ku singkirkan.Tapi adik mu juga bisa ku singkirkan.Paham.!!" pekik Gretta langsung menghempaskan wajah Zia secara kasar.


Gretta dan teman-temannya pun langsung pergi meninggalkan Zia begitu saja.Tidak peduli dengan kondisi nya yang meringis kesakitan.


Dengan menahan rasa sakit,Zia pun berjalan dengan tertatih sambil tetap memegangi perutnya.Ia tak mengira jika tendangan yang dilakukan Gretta sangat lah kasar dan kuat.Hingga ia harus meringis kesakitan.


Setiba di kedai Farel,Farel yang sudah lebih dulu tiba.Langsung heran melihat Zia yang jalan tertatih.Terlebih raut wajahnya yang seperti sedang menahan rasa sakit.


"Zia,kau kenapa??Kau baik-baik saja?" tanya Farel penasaran.


Zia pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa kak." jawab Zia terpaksa berbohong.


"Apa kau yakin?Tapi kenapa kau memegangi perut mu?" tanya Farel yang justru mengkhawatirkan Zia.Sebab terlihat dari wajahnya yang sedikit kesakitan.


Gretta pun mengajak teman-temannya untuk menuju ke kelas.Gretta dan teman-temannya tampak begitu senang setelah memberi pelajaran keras pada Zia.


"Gretta,aku tidak mengira jika kau akan senekat itu pada gadis kumuh itu." ujar temannya.


"Benar,kau begitu emosinya menendang perut gadis itu sampai dia memohon pada mu." sahut temannya yang juga berkomentar.


"Biarkan saja,dia pantas mendapatkannya,karena sudah berani menentang ku.Dia pikir dia bisa melawan ku.Heuh." jawab Gretta dengan nada sinis.


"Tapi bagaimana jika dia mengadu pada Shane?Apa kau tidak takut kalau dia mengadu?" tanya temannya sedikit merasa ragu.


"Heuh..Dia tidak akan berani..Kalau dia sampai berani,aku akan benar-benar menyingkirkan hidupnya." ujar Gretta dengan penuh yakin.


Namun,Gretta tak mengira jika Fandi mendengar semua obrolannya dari jarak beberapa meter saja.Fandi pun langsung tersenyum miring.


"Berita bagus ini." ujarnya langsung pergi.

__ADS_1


*


*


Menjelang tengah hari..


Zia terlihat semakin tidak kuat menahan rasa sakit diperutnya.Karena semakin ia menahannya semakin pula rasa sakit yang dirasakannya.


Sampai akhirnya ia pun jatuh pingsan ketika ia baru akan memberikan pesanan pada sang pembeli.


Hal itu seketika membuat Farel kaget dan langsung menghampiri Zia.


"Zia..!!" teriak Farel saat menghampiri Zia yang sudah tidak sadarkan diri.


...****************...


Rumah Sakit..


Beberapa jam berlalu,akhirnya Zia pun membuka matanya dan mencoba untuk bangun.


Shane yang ternyata sejak tadi menunggu Zia sadar langsung menghampirinya.


"Zia,akhirnya kau sadar juga." sahut Shane yang seketika mencemaskannya.


Zia pun menoleh ke arah Shane."Ini dimana?" tanya Zia ingin tahu.


"Rumah sakit..Kau tiba-tiba pingsan,dan aku cepat membawa mu kesini." jelas Shane.


"Lalu bagaimana dengan kak Farel??Apa dia tahu?" tanya Zia mengingat Farel.


"Yah,dia orang pertama yang melihat mu pingsan.Aku secara kebetulan datang dan langsung membawa mu kesini." jelas Shane lagi.


"Oh.." ujar Zia singkat.


"Apa yang kau rasakan saat ini?Apa perut mu masih sakit?" tanya Shane penasaran.


"Sedikit." jawab Zia singkat dengan nada lemah.

__ADS_1


"Untuk saat ini kau harus dirawat.Aku tidak mengerti kenapa kau diam saja,menahan rasa sakit yang sudah jelas kondisi perut mu sudah memar parah." ujar Shane merasa heran.


Zia pun hanya diam dan tak ingin menceritakan yang sebenarnya pada Shane.Karena dia tidak mau melibatkan Shane dalam masalahnya.Walau pun dia tahu,jika masalah terjadi berkaitan dengan Shane.Yang Gretta berpikir jika dirinya akan merebut Shane darinya.Karena terlihat Gretta tidak ingin jika dirinya berdekatan dengan Shane.


__ADS_2