
Rumah sakit..
Terlihat Velyn kini terbaring di atas ranjang dalam keadaan tangan yang sedang diinfus.Dengan wajah yang pucat dan kondisinya yang lemah.Membuatnya tidak sadar jika dirinya sudah berada di rumah sakit.
Beberapa saat Velyn perlahan membuka mata dan mencoba mengangkat kepala untuk bangun.Dengan pandangan yang sedikit samar karena kondisinya masih lemah.Velyn pun menatap heran,kala ia melihat seorang pria tengah tertidur dengan posisi duduk.
Bukankah dia..
Belum sempat menebak,seseorang tiba-tiba masuk kedalam kamar dimana saat ini Velyn di rawat dan langsung menghampiri Velyn.
"Selamat pagi nona." sapa Jeremy yang ternyata menghampirinya.
"Tuan Jeremy." seru Velyn yang sedikit kaget.
Seketika membuat pria yang tertidur itu langsung terbangun dan bangkit menghampiri Velyn.
"Velyn,akhirnya kau bangun juga." sahut Arsen yang ternyata pria yang sudah menunggu Velyn semalaman hingga sadar.
Arsen begitu terkejut dan panik saat mengetahui jika semalam Velyn telah terkunci dari dalam toilet dengan keadaan pingsan.Ia pun mengetahuinya langsung dari Jeremy yang kebetulan memang sedang berada di kantor Lewis.Yang sebelumnya menemui Lewis untuk membuat janji bertemu dengan Arsen.
Back :
Tampak Claudia yang baru saja keluar dari toilet sambil tersenyum sinis.
"Rasain kau gadis tengil.Kau pikir aku akan diam saja setelah kau berulang kali membuat ku malu." ujarnya bicara sendiri.Yang rupanya dia lah dalang dari terkuncinya Velyn didalam toilet.
Dan hal itu yang dilihat langsung oleh Jeremy tanpa sengaja.Jeremy seakan memiliki insting yang kuat.Merasa akan terjadi sesuatu pada Velyn didalam toilet.
Saat Claudia sudah pergi meninggalkan kantor,Jeremy langsung memasuki toilet yang sudah dalam keadaan sepi.
Satu persatu ia mencoba membuka pintu toilet perempuan.Dan saat salah satu tidak bisa dibuka,Jeremy pun mencoba mengetuk dan memanggil nama Velyn.
"Nona Velyn..Apakah anda didalam?" sahut Jeremy mencoba memanggil.
Velyn yang sudah lemah dan masih mendengar suara.Hanya bisa mencoba untuk menjawab panggilan Jeremy.
"To..Tolong." sahut Velyn dengan nada pelan dan lemah.
Jeremy yang mendengar suara Velyn dengan cepat mendobrak pintu tersebut.
__ADS_1
Dan seketika membuat Jeremy terkejut melihat kondisi Velyn yang sudah pingsan.
...****************...
Velyn hanya melirik ke arah Arsen tanpa bicara apa pun.
Sedangkan Jeremy memilih untuk meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa aku bisa disini?" tanya Velyn pada Arsen.
"Kau masih bertanya kenapa kau disini?Apa yang ada dipikiran mu sampai kau terkunci dari luar toilet itu?" tanya balik Arsen.
"Entah lah,mungkin ada orang iseng yang sengaja melakukannya." jawab Velyn masih dengan nada lemah.
"Berhentilah dari pekerjaan itu dan kembali bekerja padaku." ucap Arsen dengan Velyn.
"Aku tidak mau." jawab Velyn.
"Kenapa?Apa karena kau masih marah padaku?" tanya Arsen langsung mengungkit yang sebelumnya.
"Tidak.Aku bahkan sudah melupakannya." jawab Velyn dengan nada cuek.
"Tidak ada..Aku harus bekerja sekarang.Jika tidak senior ku pasti akan mengamuk kalau aku tidak masuk tanpa kabar." jelas Velyn yang bergegas bangkit dan melepaskan infusnya.
Namun,baru akan berdiri ia justru terduduk lemas.Karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.
"Cukup Velyn.!!Jangan memaksakan diri seperti ini.Kau tidak tahu bagaimana paniknya aku mengetahui apa yang sudah terjadi pada mu.Tolong sedikit saja dengarkan kata-kata ku.!" sentak Arsen yang langsung menunjukkan sikap khawatirnya pada Velyn.
Velyn pun sesaat memandangi reaksi Arsen yang ternyata memang sangat mengkhawatirkan dirinya.Akhirnya Velyn pun menuruti perkataan Arsen.
Sejujurnya didalam hatinya,ia pun sangat senang bisa bertu lagi dengan Arsen.Selama ini ia berusaha untuk tidak memikirkan Arsen.Namun,beberapa saat terkadang tanpa sadar ia teringat akan Arsen.
"Iya,baik lah tuan.Kali ini aku akan mendengarkan mu."jawab Velyn kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
Sesaat Arsen pun tersenyum tipis sambil mengusap rambut Velyn dengan lembut.
"Jangan menyiksa ku seperti ini.Karena sejujurnya aku hampir gila memikirkan mu,hidupku semakin tidak tenang jika aku tidak melihat mu.Ku mohon,kembali padaku Velyn." ungkap Arsen yang langsung mengutarakan perasaannya kembali pada Velyn.
"Maaf tuan,jangan membahas tentang perasaan tuan lagi.Seharusnya tuan sudah melupakan ku.Apa lagi kita sudah lama tidak saling bertemu.Bukankah seorang pria mudah melupakan wanita yang sudah tidak penting lagi untuknya?" jelas Velyn yang tak ingin mendengar ungkapan perasaan Arsen.
__ADS_1
"Jangan salah menilai ku Velyn.Justru perasaan ku tidak akan pernah berubah.Memang kita tidak saling bertemu,tapi bukan berarti aku mudah melepaskan mu begitu saja.Perasaan ku justru semakin mendalam dengan mu." tukas Arsen yang menentang perkataan Velyn.
Velyn memilih diam dan mengalihkan pandangannya.
"Atau lebih kita menikah saja.Mungkin dengan begitu kau akan percaya dengan keseriusan ku." ungkap Arsen lagi.
Velyn pun melirik kaget kearah Arsen. "Hah??" seru Velyn.
...****************...
Jeremy kembali mendatangi ke kantor Lewis. Dengan tujuan ingin menemui Lewis sendiri.Dan secara kebetulan Lewis pun baru saja tiba di kantornya.
"Oh,Jeremy.Ada apa ingin menemui ku lagi?" tanya Lewis saat ia menyambut kedatangan Jeremy.
"Maaf tuan Lewis,jika kedatangan saya menganggu waktu sibuk anda." ujar Jeremy dengan nada yang begitu sopan.
"Oh,tidak apa-apa.Aku tidak merasa terganggu jika ada tamu yang ingin bertemu dengan ku." jawab Lewis dengan nada yang sangat santai.
"Terima kasih untuk kebaikan anda.Saya datang kesini ada sesuatu hal yang ingin saya sampaikan dan saya tunjukan pada anda tuan Lewis.Saya harap anda bisa mengambil tindakan yang lebih profesional pada staff anda." ujar Jeremy yang akan memberitahukan sesuatu pada Lewis.
Sesaat Lewis pun mengernyitkan alisnya ke atas.
"Maksud mu?Soal apa?" tanya Lewis langsung penasaran.
...****************...
"Jangan bicara aneh-aneh tuan.Yang sebenarnya sakit aku apa anda?" tanya Velyn yang justru tidak mempercayai ucapan Arsen yang ingin melamarnya.
Arsen pun langsung menarik nafas panjangnya. "Aku serius Velyn,sudah berapa kali aku bilang.Kalau aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku.Tunggu,mungkin kau memang tidak percaya hanya dari kata-kata ku." ujar Arsen yang sesaat mengambil sesuatu dari kantong celananya.
Dan tanpa diduga,Arsen langsung berlutut dihadapan Velyn sembari menunjukkan sebuah cincin berlian putih kearah Velyn.
"Velyn,menikah lah dengan ku.Aku berjanji dan bersumpah akan membahagiakan hidup mu untuk selamanya."ungkap Arsen yang kembali melamar Velyn dengan cara berlutut.Yang umumnya dilakukan setiap pria yang ingin melamar kekasihnya.
...****************...
Maaf ya readers,up bab nya nyicil🤣🤣
Maklum othor emak anak 2,jadi harus bagi2 waktu buat nulisnya😁😁
__ADS_1
Ada yang penasaran dengan visual Alethea dan Jeremy?