Gadis Kecil Milik Tuan Presdir

Gadis Kecil Milik Tuan Presdir
Bab 83


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Kondisi Velyn semakin membaik dan kini ia akan bersiap-siap berangkat untuk pergi bekerja.


Arsen yang melihat pun langsung menghampirinya.


"Kau mau pergi kemana?Kenapa seperti sedang bersiap-siap?" tanya Arsen penasaran.


"Ah iya..Karena kondisi ku semakin membaik aku akan masuk kerja lagi.Rasanya pikiran ku tidak tenang karena sudah terlalu lama tidak masuk kerja " jelas Velyn pada Arsen.


"Hei..Kata siapa kau akan kembali bekerja?" tanya Arsen.


"Kata ku tuan,karena kau masih ingin bekerja." jawab Velyn.


"Tapi atasan mu sudah memecat mu." ungkap Arsen.


Membuat Velyn langsung mengernyitkan pandangannya dan melihat Arsen dengan curiga.


"Apakah tuan yang melakukannya lagi?" tanya Velyn tidak percaya begitu saja.


"Tidak,tapi dia sendiri yang mengatakannya." jawab Arsen apa adanya.


Velyn pun seketika menghela nafas dengan kecewa.


"Sudah lah,untuk apa kau merasa kecewa.Sebentar lagi kita akan menikah,kau tidak perlu lagi bekerja karena kau tidak akan kekurangan uang." ujar Arsen sambil menepuk kedua bahunya.


Velyn pun memilih menuruti ucapan Arsen sambil mengangguk.


"Tapi boleh aku menemuinya kali ini saja?Anggap saja sebagai pengunduran diri ku dengan cara yang sopan padanya." ujar Velyn meminta ijin lebih dulu pada Arsen.


"Sebenarnya aku keberatan jika kau menemui dia lagi." ujar Arsen yang menunjukkan sikap cemburunya.

__ADS_1


"Tenang saja,hati ku cuma untuk mu tuan." ucap Velyn yang tiba-tiba mengucapkan kata gombal pada Arsen.


Seketika membuat Arsen langsung merasa tersipu malu seperti anak kecil.Raut wajahnya yang memerah karena merasa malu punyak dapat ditutupi.


Ia cuma bisa tersenyum dan langsung memeluk tubuh gadis kecil kesayangannya itu.


"Baik lah,tapi Jeremy akan mengantar mu.Setelah itu kau harus menemui ku di kantor.Mengerti?" ujar Arsen sambil menatap Velyn.


Velyn mengangguk sambil tersenyum.Dan Arsen langsung mengecup dahi Velyn dengan lembut.Sebagai tanda cintanya pada Velyn.


...****************...


Velyn yang baru tiba dikantor Lewis,berjalan menuju arah ruangan Lewis untuk menemuinya.Bebeapa staf pun memperhatikan kedatangan Velyn yang sudah sekian lama tidak terlihat dikantor.Bahkan wanita yang sempat mengkritik dan menghinanya pun ikut memerhatikan Velyn dengan tatapan sinis.


"Mau apa lagi dia datang kesini?Ku pikir dia sudah di pecat sama CEO kita." bisik wanita yang pernah menyindir Velyn.


"Entah lah,gadis seperti dia memang tidak punya malu.Apa mungkin dia ingin mengemis pada CEO kita?Agar dia bisa diterima kembali di kantor ini?" tanya temannya.


Velyn akhirnya menemui Lewis di ruangannya.Lewis yang tadinya tampak sibuk dengan pekerjaan,seketika menghentikan pekerjaannya dan menyambut kedatangan Velyn.


"Hei nona Velyn..Suatu kejutan untuk ku kau datang tiba-tiba tanpa memberitahu ku." ujar Lewis sambil tersenyum dan menghampirinya.


Velyn pun hanya membalas dengan senyuman sambil menunduk. "Maaf kalau kedatangan saya menganggu anda tuan." ujar Velyn.


"Ah tidak,jangan bicara seperti itu.Aku justru merasa senang kau mau datang kesini lagi.Artinya apakah kondisi ku sudah semakin membaik?" tanya Lewis ingin tahu.


"Yah tuan,aku bersyukur Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup.Dan terima kasih karena tuan masih menerima kedatangan ku." jawab Velyn.


"Syukur lah jika kondisi mu sudah membaik.Aku turut bahagia nona Velyn.Bagaimana jika kita mengobrol di cafe dekat kantor ku saja?Akan lebih santai jika kita bisa mengobrol disana." ujar Lewis ikut bahagia dan berniat ingin mengajak Velyn ke cafe.


"Ah,maaf tuan.Sepertinya aku tidak bisa." jawab Velyn menolak

__ADS_1


"Kenapa??Apakah pria mu takut aku akan menggoda mu?Haha." gurau Lewis menyindir Arsen.


Velyn hanya bisa tertawa kecil. "Aku kesini ingin pamit dan mengundurkan diri secara langsung pada tuan.Aku bekerja disini dengan cara baik-baik,dan ingin mengundurkan diri juga secara baik-baik.Jadi saya harap tuan bisa memaafkan dan memaklumin segala kekurangan saya selama bekerja di kantor anda." ucap Velyn panjang lebar.


Lewis pun mengangguk paham akan ucapan Velyn."Yah,sama-sama.Justru aku juga ingin minta maaf jika kau sempat menerima perundungan dari mantan staff ku." balas Lewis.


"Bagaimana hubungan mu dengan pria itu?Apakah dia bersikap baik dengan mu?" tanya Lewis mengalihkan pembicaraannya.


"Yah,dia sangat baik dan sudah banyak berkorban untuk tuan." jawab Velyn.


"Bagus lah,jika dia menyakiti atau membuat mu sedih segera beritahu aku.Karena aku tidak akan tinggal diam jika melihat mu sedih.Oke?" ucap Lewis.


Velyn pun mengangguk paham.


Akhirnya Velyn pun berpamitan dan langsung pulang meninggalkan ruangan Lewis.Lewis cuma bisa memandang Velyn yang sudah pergi.Ia pun tak bisa berkata apa-apa lagi,saat Velyn menyatakan jika Arsen lebih baik untuknya.Bahkan Velyn juga belum mengetahui jika Lewis yang sebenarnya sudah menyelamatkan nyawanya dengan mendonorkan darah untuknya.


Lewis sebenarnya pun sudah mulai memiliki perasaan pada Velyn.Tapi ia sadar,jika ia tidak mau merebut seseorang yang sudah dimiliki orang lain.Walaupun harus bertepuk sebelah tangan,tapi ia pun merasa senang jika hanya melihat Velyn bahagia.


Velyn pun berjalan menuju keluar kantor Lewis.Tapi,ditengah ia berjalan tiba-tiba saja ia harus bertemu dengan wanita yang sebelumnya pernah menghina dirinya.Velyn langsung menatap datar saat harus bertemu dengan wanita itu.


"Kenapa kau datang lagi kesini gadis CS?" tanya wanita itu dengan sinis.


"Bukan urusan mu nona." jawab Velyn sambil memalingkan wajahnya dari wanita itu.


"Bukankah seharusnya kau sudah dipecat,mengingat kau sudah lama tidak muncul dikantor ini.Tapi kenapa kau harus muncul lagi?Apa kau kesini ingin mengemis pada CEO kita??Agar bisa menerima mu lagi?" tanya wanita itu dengan nada meremehkan Velyn


Velyn hanya bisa tersenyum miring.Membuat wanita itu semakin sinis melihat Velyn.


"Sayangnya semua tebakan mu meleset nona?Justru aku kesini ingin berpamitan dan bukan untuk mengemis pada CEO kita.Kalau jika aku ingin bekerja disini lagi,tanpa mengemis pun CEO pasti akan menerima ku dengan sangat senang hati.Jadi maaf,jangan asal menebak jika anda tidak tahu kebenarannya.Dadah." ucap Velyn langsung melambaikan tangannya dan langsung pergi meninggalkan wanita itu begitu saja.


Wanita itu hanya bisa memandang benci saat Velyn pergi begitu saja.Ia pun tak bisa berkata apa pun.Tapi ia justru juga merasa lega karena mengetahui jika Velyn sudah tidak lagi bekerja di kantor Lewis.

__ADS_1


Sedangkan Velyn pun diantar oleh Jeremy menuju kantor Arsen.Karena Arsen menyuruhnya untuk langsung ke kantornya untuk menemui dirinya setelah bertemu dengan Lewis.


__ADS_2